Jend.(Purn.) TB. Silalahi akan Menyampaikan Ceramah Ilmiah “Refleksi 73 Tahun NKRI: Apa dan Bagaimana Peran Kristen Protestan dalam Memajukan Bangsa?” dalam Perayaan HUT RI ke-73 PCPI

0
1552
Naslindo Sirait, Sekretaris Panitia Acara HUT RI ke-73 PCPI

Jakarta, Suarakristen.com. – “Dalam rangka menyambut dan memperingati HUT RI ke-73, Persekutuan Cendekiawan Protestan Indonesia (PCPI) akan mengadakan acara Pengucapan Syukur, Persekutuan Doa dan Refleksi 73 Tahun NKRI, dengan tema: “Refleksi 73 Tahun NKRI: Apa dan Bagaimana Peran Kristen Protestan dalam Memajukan Bangsa?” ;  pada hari Kamis, tanggal 16 Agustus 2018, pukul 14.00. -18.00. WIB, di Gedung Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Lt. 9., Jalan Salemba Raya No.12, Jakarta Pusat.

Jend.(Purn.) TB.Silalahi, mantan Menpan RI, yang akan menyampaikan refleksi dalam forum para Cendekiawan Protestan ini. Pak TB. Silalahi akan menyampaikan refleksi historis 73 Tahun RI, apa permasalahan bangsa dalam semua aspek atau bidang dan tantangan global. Serta, apa dan bagaimana peran dan kontribusi Gereja dalam menghadapi tantangan-tantangan dan dinamika yang sedang terjadi dalam pembangunan nasional kedepan,”demikian disampaikan Sekretaris Panitia Acara Peringatan HUT RI ke-73 PCPI, Naslindo Sirait, kepada Suarakristen.com dan Gramediapost.com. (30/7/18).

Ungkap Naslindo Sirait lebih lanjut,”Umat Kristen Protestan merupakan entitas kedua terbesar di Indonesia. Dari sejak awal pendirian NKRI, dari era pra kemerdekaan NKRI, sampai saat ini, umat dan institusi-institusi Kristen Protestan telah turut pro-aktif terlibat dalam memperjuangkan, mendirikan dan membangun NKRI dalam semua aspek, baik aspek politik, pendidikan, ekonomi, kesehatan, ideologi, dan aspek-aspek strategis yang lain. Tokoh-tokoh seperti  Jenderal TB. Simatupang, D.I. Panjaitan, Dr. Johanes Leimena,  Dr. Sam Ratulangi, Radius Prawiro dan ratusan nama tokoh-tokoh Kristen Protestan nasional yang lain, merupakan putera-putera terbaik bangsa, yang telah turut berjasa besar bagi bangsa dan negara Indonesia.

Partisipasi Kristen Protestan dalam mendirikan dan membangun NKRI cukup signifikan dan besar. Umat dan institusi-institusi Kristen Protestan telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan nasional. Partisipasi Kristen Protestan dalam bidang pendidikan misalnya boleh dikatakan sangat besar. Ada sekitar hampir 7000 sekolah Kristen Protestan dan sekitar 21 Universitas Kristen Protestan di Indonesia saat ini. Dalam bidang-bidang yang lain, seperti kesehatan, ekonomi dan bidang-bidang strategis yang lain, umat Kristen Protestan turut berkontribusi besar.”

Baca juga  The 3rd Indonesia Circular Economy Forum: Uni Eropa dan Indonesia Bekerjasama untuk Ekonomi Sirkulary yang berkelanjutan

Jelas Naslindo Sirait lagi, ” Kita patut merefleksikan kilas balik dan sejarah awal pendirian NKRI dalam konteks keterlibatan tokoh tokoh dan institusi institusi Kristen Protestan dalam pergerakan kebangsaan (Kemerdekaan) secara politik, ekonomi, pendidikan, sosial budaya, ideologi, pada era Orde Lama, Orde Baru, dan Sekarang. Kita perlu mengeksplorasi tantangan-tantangan dan pergumulan historis-konkret Gereja dalam pembangunan nasional secara nasional dan internasional. Dan memahami dinamika partisipasi Kristen Protestan dalam bidang-bidang strategis; paham tentang tantangan tantangan saat ini dan ke depan, tentang bagaimana Umat Kristen Protestan bisa turut lebih maksimal memajukan bangsa dan negara secara partisipasi konkret. Bagaimana caranya Gereja/Umat Kristen Protestan bisa lebih pro aktif berpartisipasi dalam memajukan kebudayaan dan peradaban bangsa Indonesia. Itulah pergumulan kita saat ini.”

Tambah Naslindo Sirait lebih lanjut, “Sejauhmana keterlibatan/partisipasi/kontribusi Kristen Protestan dalam pembangunan nasional secara komprehensif historis dan apa lagi yang harus kita maksimalkan lagi agar umat Kristen Protestan bisa berdampak signifikan bagi kemajuan negara, bangsa dan masyarakat, itulah yang akan kita gumuli sebagai komponen yang tidak terpisahkan dari NKRI.’

“Acara Peringatan HUT RI ke-73 ini akan disertai kebaktian pengucapan syukur dan ibadah. Yang akan menyampaikan Firman Tuhan adalah Pdt. Gunar Sahari, M.Th., dengan tema kotbah “Kebenaran yang akan Memerdekakan Umat Manusia”pungkas Naslindo Sirait.

Acara ini didukung oleh  PP Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) dan Sekolah Tinggi Teologia Pelita Dunia.

Ketua Panitia acara adalah Hotben Lingga, Wakil Ketua Panitia Dr. Jerry Rumahlatu.Sekretaris Naslindo Sirait. Wakil Sekretaris Yunglitar Poewito, Bendahara Taruli Gultom, Wakil bendahara Margareth Lilipory. Dan tim: Lushak A.Butarbutar, Horas Marihot Siringoringo, Dr. Arnold Tindas, Effendi Hermanto, Yusrin A. Urang, Binsar TH. Sirait, Marihot Siahaan, Agnes Novelia Lokasasmita, Tina Hutagaol, Amistan Purba, Maret Silaban, Ebenezer Iskandar, Semmy Luhukay, Horas Siringoringo, Magdalena K. Situmorang dan Rumondang Sitompul.

Baca juga  Estee Lauder - Pink Pop-up Market: Cuci Mata sambil Dukung Kesadaran Deteksi Dini Kanker Payudara

“Persekutuan Cendekiawan Protestan Indonesia (PCPI) dengan hormat mengundang para cendekiawan, dosen, guru, pendeta dan para pemimpin gereja untuk mengikuti Acara Persekutuan Doa dan Orasi Ilmiah ini.

Pendaftaran Gratis.Tempat terbatas.

Bagi yang ingin mengikuti acara ini wajib mendaftarkan diri:

Konfirmasi Pendaftaran:

081213449456 (Lingga)

0813-8878-2240 (Taruli)

dpp.pcpi@gmail.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here