Ramai, Acara “Bazaar Makanan Sehat” yang Digelar IGA Bekerja Sama dengan Aerium dan Kementerian Kesehatan

0
825

 

 

 

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

Keberadaan Indonesian Gastronomy Association (IGA) atau perkumpulan para ahli, pencinta upaboga, pencinta makanan sehat sudah menginjak lebih dari satu tahun. Pelbagai kegiatan bazaar sudah sering diselenggarakan. Sehingga keberadaan IGA sudah semakin dikenal. Anggotanya semakin bertambah banyak dari berbagai kalangan. Organisasi sejenis dari luar negeri juga semakin banyak yang mengajak kerja sama dengan IGA.

Dalam rangka mendukung program-program Pemerintah, selama 2 (dua) hari dari tanggal 28 sampai 29 April 2018 IGA menggelar Bazaar Makanan Sehat bekerjasama dengan Perusahaan Penyedia Apartemen Aerium dan Kementerian Kesehatan.

 

Kegiatan Bazaar Makanan Sehat IGA ini dibuka langsung oleh perwakilan dari Kementerian Kesehatan yaitu R. Giri Wurjandaru, SKM, M.Kes.yang menjabat Kepala Sub Direktorat Kewaspadaan Gizi Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan, dan dihadiri tokoh pejabat H. Eldi Andi, S.E., M.M., Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Agus Ramdhani, Camat Kembangan Jakarta Barat, Dewi Motik Pramono, Ketua Kehormatan IGA, Adhi Lukman mewakili Dewan Pembina IGA, Peter Makimian, Sales & Marketing Head Office, dan Agus Meisin yang menjabat Project Coordinator Aerium dan seluruh anggota Indonesian Gastronomy Association serta undangan lainnya.

 

Selain bazaar yang menghadirkan sekitar 15 (lima belas) penyedia produk makanan dan minuman, juga diisi oleh berbagai acara menarik seperti demo masak oleh pakar kuliner Indonesia yang sudah menulis ratusan judul resep makanan atau kuliner khas Indonesia yaitu Siska Soewitomo dan talk show yang dibawakan oleh Hindah Muaris seorang ahli teknologi pangan dan ahli gizi.

 

Sales & Marketing Head Aerium, Peter mengatakan bahwa Aerium mendukung Gerakan Hidup Sehat melalui terselenggaranya acara Bazaar Makanan Sehat oleh Indonesian Gastronomy Association (IGA).

Baca juga  Forum Kerjasama Ormas Kristen (FK-OK)  Gelar FGD Tentang Dinamika dan Isu-isu di Tubuh KPK

 

“Peresmian dan pembukaan acara Indonesian Gastronomy Association dan Aerium dalam bentuk bazaar makanan sehat. Dimana vendor yang ikut jumlahnya ada 15 (lima belas). Kita ini mendukung gerakan hidup sehat yang tadi sudah kita bicarakan dengan Bu Ria, ada yang menyediakan minuman ringan sampai kopi yaitu kopi tanpa gula dan itu sangat lengkap. Jadi acara ini akan berlangsung selama 2 (dua) hari, mulai hari ini sampai besok,” kata Pieter di acara jumpa pers di Gedung Blue Green Beautique Office, Jl. Lingkar Barat, Kembangan Utara, Jakarta Barat, Sabtu (28/4).

 

 

Menurut Peter, Aerium sendiri memiliki produk apartemen yang mendukung dan mewakili keluarga yang mengedepankan gaya hidup sehat melalui penyediaan fasilitas yang lengkap untuk memanjakan para penghuninya.

 

“Dari sisi Aerium kami juga menghadirkan 1 (satu) produk apartemen dimana kami mengedepankan gaya hidup keluarga yang mengusung gaya hidup sehat. Mungkin dari teman-teman disini bisa datang untuk melihat unit show kami yang berada di Gedung Blue Green Beautique Office, tepatnya di Sales & Marketing Gallery Office kita bisa jelaskan lebih detail mengenai fasilitas-fasilitas kita, kenapa sih Aerium ini tetap mendukung gaya hidup sehat ini. Karena dari fasilitas kita sangat lengkap yah, mulai dari jogging track sampai tree house, jadi termasuk konsepnya kita sendiri. Kita memang mengusung gaya hidup keluarga yang sehat termasuk gaya hidup metropolitan tapi juga mengusung dari sisi naturenya dan esthetikanya ,” ungkap Peter.

 

Adhi Lukman yang saat ini menjabat sebagai Dewan Pembina Indonesian Gastronomy Association (IGA) menjelaskan bahwa IGA memiliki kewajiban untuk mensosialisasikan seni bagaimana cara makan makanan yang baik termasuk cara mempromosikannya kepada masyarakat.

Baca juga  Menghentikan PLTA Batang Toru Sama Dengan Menebang 12 Juta Pohon

 

“Indonesian Gastronomy Association sangat berterima kasih telah difasilitasi oleh Aerium untuk berkolaborasi mengadakan acara Bazaar Makanan Sehat ini. Tentunya kami dari IGA sangat berkepentingan untuk mensosialisasikan seni bagaimana  cara makan yang baik. Lewat cara makan yang baik itu IGA ingin mengangkat tentang makanan itu dari sisi sejarah, kesehatannya, dari sisi budaya dan sebagainya. Karena makanan Indonesia itu sangat beragam dan sangat baik sekali untuk kita promosikan. Karena makanan Indonesia itu merupakan harta karun yang harus kita gali bersama, seperti yang saya katakan tadi baik dari sisi sejarah, kesehatan, budaya dan sebagainya. Acara ini juga menjadi sarana diplomasi supaya Indonesia ini dikenal oleh masyarakat internasional melalui promosi makanan dan minuman yang berbasis budaya Indonesia,” tegas Adhi.

 

Adhi mengutarakan bahwa IGA bersama Kementerian Kesehatan mempunyai tugas dan kewajiban untuk berkolaborasi memgangkat dan meningkat derajat dan indeks kesehatan masyarakat Indonesia dengan cara mempromosikan berbagai jenis produk makanan dan minuman yang sehat.

 

“Pada kesempatan ini IGA juga ingin mengangkat makanan-makanan yang mendukung kesehatan karena semakin lama biaya kesehatan itu semakin meningkat. Oleh sebab itu kontribusi dari makanan dan minuman sangat penting sekali untuk mengurangi biaya kesehatan tersebut. Ditambah dengan pola hidup sehat oleh sebab itu bersama-sama dengan rekan-rekan media mari kita coba untuk mengangkat dan mengatasi tentang semakin tingginya biaya kesehatan tersebut. Sehingga kedepannya indeks kesehatan kita semakin baik dan semakin meningkat sehingga dapat mendukung kehidupan kita bersama,” tegasnya.

 

Kepala Sub Direktorat Kewaspadaan Gizi Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan R. Giri Wurjandaru, SKM, M.Kes., menuturkan betapa pentingnya mendukung dan menjaga kemitraan dengan organisasi-organisasi Gastronomi seperti IGA dalam rangka menaikkan derajat dan indeks kesehatan masyarakat Indonesia.

Baca juga  Diskusi Nasional “Reklamasi: Kebutuhan atau Keinginan?” Memadukan Kepentingan Sosial Dan Ekologi Di Tengah Peluang Investasi

 

“Dari Kementerian Kesehatan jika kita lihat Undang-Undang Kesehatan itu salah satu tujuannya adalah untuk mendukung agar masyarakat mampu hidup sehat. Dari teori Blum ( itu menjelaskan bahwa yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat itu ada 4 (empat). Kami dari Kementerian Kesehatan disitu ada kontribusi terkait dengan pelayanan kesehatan. Tapi yang 3 (tiga) lainnya, salah satunya seperti lingkungan dengan perumahan yang asri dan mendukung kesehatan, seperti dengan tersedianya jogging track. Kemudian faktor perilaku/gaya hidup (life style), dan faktor genetik(keturunan). Semua ini jika diserahkan kepada Kementerian Kesehatan sepertinya kita tidak akan mampu. Makanya pola-pola kemitraan seperti ini, dibawah kepemimpinan menteri kami Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp. M (K) terus digalakkan. Sampai kemarin terbit Inpres No. 1 tahun 2017 terkait Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GMHS), menunjukkan kami dari Kementerian Kesehatan ingin bermitra. Secara teori tidak mungkin kami bekerja sendiri untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Nah ini salah satunya faktor lingkungan dalam bentuk makanan sehat kita bisa galakkan dan kembangkan terus,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here