Yayasan Transformasi Indonesia Cerdas akan Mempersiapkan 10.000 Guru Penggerak Transformasi untuk Melayani Papua, NTT dan Kantong-kantong Kristen yang Tertinggal

0
3901

 

 

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

“Yayasan Indonesia Cerdas mempunyai kepedulian dan komitmen besar untuk memberdayakan masyarakat Papua melalui bidang pendidikan,  agar masyarakat Papua menjadi masyarakat yang cerdas, maju, berpendidikan tinggi, sejahtera dan bermartabat.

 

Untuk mewujudkan visi dan cita-cita tersebut tentu membutuhkan perjuangan, kerja-keras, dan dana yang besar. Bahkan menurut saya, umat Kristen (Gereja) harus menjadi ujung tombak, pilar dan penggerak pembangunan SDM masyarakat/orang Papua melalui bidang pendidikan. Kami memerlukan dukungan, kerja sama dan partisipasi semua pihak: Pemerintah, Gereja, ormas Kristen, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Indonesia Cerdas akan meningkatkan kerja-sama dengan pemda di Papua dan perguruan tinggi-perguruan tinggi Kristen untuk membangun masyarakat dan penduduk Papua agar bisa cerdas, sejahtera dan Bermartabat di Tanah Papua.”demikian diungkapkan Pdt. Dr. F.Irwan Widjaja, Ketua Yayasan Transformasi Indonesia Cerdas kepada pers di sela-sela Annual Gathering Yayasan ini di City Tower, Jakarta. (24/1/18 )

 

Jelas Pdt. Irwan Widjaya,”Indeks Pembangunan Manusia di Papua masih sangat rendah, sangat tertinggal jauh dari provinsi lain. Karena itu,Gereja-gereja dan umat Kristen harus lebih pro-aktif berkontribusi dalam memajukan dan meningkatkan sumber daya manusia orang Papua. Partisipasi Kristen dalam pemberdayaan masyarakat di Papua melalui pengembangan pendidikan harus ditingkatkan. Kualitas pelayanan dalam bidang pendidikan  perlu dimaksimalkan. Kita rindu Pendidikan Kristen bisa ikut menentukan  masa depan masyarakat Papua.”

 

Pdt. DR. F. Irwan Widjaja, Ketua Yayasan Transformasi Indonesia Cerdas (YTIC)

 

“Keterlibatan  umat  Kristen dan Gereja dalam bidang pendidikan di tanah Papua telah berlangsung lama sekali, dapat dikatakan sejak kehadirannya di tanah Papua dan terus berkembang sampai sekarang dan akan terus berlanjut di waktu yang akan datang. Akan tetapi mengapa masyarakat/penduduk Papua asli masih rendah dan tertinggal kualitas SDMnya? Mengapa kehadiran Kristen kurang menghasilkan transformasi sosial yang besar di tanah Papua?Kita sedih mayoritas orang Papua asli masih terpinggirkan dalam proses pembangunan bangsa,”tegas Pdt. Irwan Widjaja lebih lanjut.

Baca juga  Seminar Nasional Hak Azasi Perempuan Dalam Negara Hukum Indonesia

 

Tegas Pdt. Irwan lagi,”Tantangan saat ini menunjukkan Papua Barat, Papua serta NTT dan banyak kantong-kantong Kristen lainnya Indeks Pembangunan Manusianya berada pada tingkat yang sangat rendah. Daerah-daerah ini membutuhkan bantuan kita. Seperti terjadi di daerah Macedonia pada zaman para Rasul (Kis 16:9), ada seruan “Menyeberanglah kemari dan Tolonglah kami”.

Meresponi tantangan tersebut Yayasan Transformasi Indonesia Cerdas terpanggil dan tertantang untuk mengutus guru-guru Penggerak Transformasi (PETRA) yang bukan hanya mendidik tetapi bertanggung-jawab untuk mentransformasi keluarga dan daerah.

Tahun ini Indonesia Cerdas kembali akan merekrut dan mengutus guru PETRA dan kami percaya selama sepuluh tahun ke depan, 10.000 guru PETRA akan diutus ke Papua dan wilayah-wilayah lainnya.

 

Sementara itu, Dr. Hauw S. Santosa, Ph.D, Sekretaris Yayasan Transformasi Indonesia Cerdas menyatakan,”Sampai saat ini, Yayasan Transformasi Indonesia Cerdas telah mengutus 600 guru PETRA dari berbagai jurusan ke daera-daerah terpencil dan terbelakang di tanah Papua dan NTT. Sudah 5 tahun Yayasan ini berkarya. Yayasan Transformasi Indonesia cerdas adalah wujud Amanat Agung dari Tuhan Yesus dalam Injil.”

 

Sedangkan Fenny Widjaya, salah seorang Pengusaha yang juga merupakan salah satu pendiri Yayasan Transformasi Indonesia Cerdas menyatakan,”Pelayanan di bidang Pendidikan merupakan bagian dari amanat agung Tuhan Yesus, agar kita mendidik anak-anak untuk takut akan Tuhan, mempunyai ilmu pengetahuan yang banyak, luas, tetapi mempunyai integritas dan moralitas yang baik. Serta berdedikasi tinggi pada bangsa, masyarakat, negara dan Gereja.  Peran pendidikan sangat penting dalam mentransformasi masyarakat dan memajukan sebuah masyarakat dan bangsa,”

 

Hadir dalam Pertemuan Tahunan Yayasan Transformasi Indonesia Cerdas (YTIC) antara lain Pdt. Djohan Handojo, Julianti Susanto, Lukas Pamardi, Dr. Antie Sulaiman, Tilly Kasenda, perwakilan dari beberapa universitas Kristen dan STT dari pelbagai daerah dan sekitar 100 orang tamu undangan.

Baca juga  LPPI  Mengajak Seluruh Komponen Bangsa Mendukung TNI-POLRI Jaga Persatuan Agar NKRI Selalu Damai, Stop Provokasi, Stop Ujaran Kebencian*

(Oleh: Hotben Lingga)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here