Gerakan Putra- Putri Indonesia Gelar Doa Lintas Agama, deklarasikan Solidaritas untuk Rohingya

0
514

Jakarta, Suarakristen.com

Gerakan Putra- Putri Indonesia menggelar
Doa Lintas Agama dan mendeklarasikan Solidaritas untuk Rohingya di Musium Kebangkitan Nasional, Jalan Abdulrahman Saleh No. 26, Senen, Jakarta Pusat (12/9/17)

Dalam konferensi pers yang diadakan di Gedung Stovia tersebut, Gerakan Putra-Putri Indonesia yang dipimpin oleh Rieke Diah Pitaloka tersebut menegaskan,”Indonesia yang terdiri dari berbagai suku,ras , agama dan golongan menyadari bahwa keberagaman adalah hal kodrati, yang harus dijaga dan merupakan kekuatan untuk membangun peradaban manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

Konflik di Myanmar yang menyebabkan banyak korban dari warga Rohingya merupakan tragedi kemanusiaan .Apapun alasan di balik konflik tersebut, berbagai tindakan kekerasan yang menimpa warga Rohingya tidak dapat dibenarkan.

Kami meyakini tidak ada satu ajaran agama manapun yang membenarkan tindakan kekerasan dalam bentuk apapun, seperti teror, intimidasi, hingga penghilangan nyawa oleh siapapun, kepada siapapun,atas alasan apapun”.

“Karena itu, Kami, Putra dan Putri Indonesia yang bergabung dalam Gerakan Putra Putri Indonesia mendeklarasikan Solidaritas Indonesia untuk Rohingya dan menyatakan :

1.Kami, Putra dan Putri Indonesia mendesak pemerintah Myanmar agar menghentikan segala bentuk tindak kekerasan terhadap warga Rohingya.

2 . Kami, Putra dan Putri Indonesia mendesak pemerintah Myanmar untuk mengembalikan stabilitas keamanan dan perlindungan kepada semua orang di Rakhine state tanpa memandang suku dan agama.

3. Kami,Putra dan Putri Indonesia mendesak pemerintah Myanmar untuk membuka akses bantuan kemanusiaan untuk warga Rohingya.

4. Kami Putra dan Putri Indonesia mendesak PBB agar secepatnya mengambil langkah-langkah kemanusiaan serta upaya konkret yang tepat untuk penyelesaian konflik di Myanmar.

5. Kami Putra dan Putri Indonesia mengajak seluruh kaum muda dunia,khususnya di ASEAN untuk menyuarakan solidaritas dan perdamaian untuk Rohingya.

Baca juga  Sosialisasikan Konstratani, Karantina Pertanian Merauke Dorong BPP Wasur Jadi Percontohan Kostratani di Merauke

Acara ini digelar di stovia merupakan bentuk solidaritas putra putri di Indonesia untuk Rohingya, serta untuk mengutuk keras konflik di Myanmar

Dalam kesempatan itu, Perwakilan Pemuda Ansor menyatakan bahwa Tragedi Kemanusiaan di Rohingya merupakan krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh krisis ekonomi dan politik dan krisis sumber daya alam, Rohingya bukan krisis agama, Ansor memilih diplomasi, nilai-nilai Pancasila harus kita transfer ke Myanmar dan kemanusiaan harus kita kedepankan”. (Manto)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here