Seri Kepemimpinan Nehemia: *Pemimpin Ideal Peduli dengan Persoalan Teamnya*

0
617

Oleh: Yerry Tawalujan

 

 

 

Nehemia 5:5-6  _Sekarang, walaupun kami ini sedarah sedaging dengan saudara-saudara sebangsa kami dan anak-anak kami sama dengan anak-anak mereka, namun kami terpaksa membiarkan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan kami menjadi budak dan sudah beberapa anak perempuan kami harus membiarkan diri dimiliki orang. Kami tidak dapat berbuat apa-apa, karena ladang dan kebun anggur kami sudah di tangan orang lain.”_

_Maka sangat marahlah aku, ketika kudengar keluhan mereka dan berita-berita itu._

 

Nehemia 5: 1-13 berkisah tentang keluhan atas persoalan yang dialami sebagian orang Yahudi yang dipimpin Nehemia. Masalah yang mereka hadapi adalah akibat ketimpangan ekonomi yang menyebabkan sebagian rakyat kesulitan mendapatkan bahan makanan bahkan ada yang terlilit hutang.

 

Pemimpin Ideal melakukan beberapa hal menanggapi persoalan yang dialami teamnya:

 

1. *Pemimpin ideal tidak menutupi kenyataan bahwa ada persoalan dalam teamnya.*

 

Nehemia tidak menyembunyikan fakta bahwa dalam teamnya ada persoalan internal yang harus diselesaikan. Dia tidak menutup-nutupi persoalan. Adanya persoalan internal dalam team bukan tanda kelemahan pemimpin. Justru kualitas pemimpin teruji saat menyelesaikan persoalan didalam teamnya.

 

2. *Pemimpin ideal memiliki keseimbangan antara _Task dan People Skill_.*

 

Pemimpin ideal harus memiliki keseimbangan antara _task oriented_, orientasi tugas dan _people oriented_, berorientasi hubungan antar manusia. Nehemia bukan hanya tahu memberdayakan dan mengatur teamnya untuk bekerja, tapi sebagai pemimpin dia tahu juga bagaimana caranya berhubungan antar manusia. Nehemia memiliki _People Skill_, keahlian berkomunikasi dan berhubungan dengan orang-orang.

 

Pemimpin yang hanya ahli dalam menjalankan tugas, _task oriented,_ akan membuat teamnya frustasi karena kebutuhan emosi dan kebutuhan fisiknya terabaikan. Bahkan pemimpin yang terlalu memberi penekanan pada pencapaian tugas bisa disalah mengerti sebagai pemimpin yang “memperdayakan”, bukan memberdayakan team. Team bisa merasa diperalat hanya bekerja untuk mencapai ambisi pribadi pemimpin.

 

Sebaliknya, jika pemimpin  hanya kuat di _”people skill”_ dan lemah dalam pelaksanaan tugas, team juga bisa frustasi. Mereka akan bosan karena merasa hanya berkumpul dan ber- _”fellowship”_  terus tanpa melakukan apa-apa.

 

Pemimpin ideal ahli dalam menyeimbangkan antara pencapaian tugas dan membangun hubungan keakraban dalam team.

 

3. *Pemimpin ideal peduli dengan keluhan dan kesulitan teamnya.*

 

Nehemia peduli dengan kesulitan yang dialami teamnya. Dia mendengarkan dan memahami betul situasi sulit yang menimpa sebagian pengikutnya.

 

Empati adalah kata kunci dari kepemimpinan yang peduli. Dengan berempati, pemimpin menganggap kesulitan yang dihadapi pengikutnya adalah kesulitannya. Pemimpin menempatkan dirinya (seolah-olah sedang) dalam situasi sulit seperti yang dialami anggota team. Dengan demikian pemimpin akan sungguh-sungguh mencarikan solusi dari persoalan itu sebab dirinya sendirilah yang berada dalam posisi sulit tersebut.

 

4. *Pemimpin ideal tidak memandang bulu dan hanya berpihak pada yang kaya*

 

Jurang ketimpangan ekonomi terasa sekali dalam teamnya Nehemia. Ada orang Yahudi yang sangat miskin sampai-sampai untuk makan pun susah. Bukan hanya ladang dan kebun anggur yang terpaksa digadaikan, anak-anak lelaki dan perempuan mereka pun terpaksa menjadi budak demi membayar hutang.

 

Nehemia membela kaum yang lemah dan yang termarjinalkan dalam masyarakat. Dia tidak memandang bulu dan hanya berpihak padam kaum yang kaya dan berada.

 

Sebagai pemimpin, mudah sekali seseorang terjebak memberi perhatian dan privilese kepada kaum mapan yang kaya. Tidak demikian halnya dengan Nehemia. Pemimpin ideal tidak memandang bulu dengan hanya berpihak pada yang kaya.

 

5. *Pemimpin ideal bertindak tegas dan adil dalam menyelesaikan persoalan*

 

Nehemia 5:6-7 _Maka sangat marahlah aku, ketika kudengar keluhan mereka dan berita-berita itu. Setelah berpikir masak-masak, aku menggugat para pemuka dan para penguasa. Kataku kepada mereka:_ _”Masing-masing kamu telah makan riba dari saudara-saudaramu!” Lalu kuadakan terhadap mereka suatu sidang jemaah yang besar._

 

Ketegasan dan keadilan adalah tanda dari pemimpin ideal. Ketegasan Nehemia dinyatakan dengan kemarahannya atas perlakuan sewenang-wenang dan tanpa belas kasihan yang ditunjukkan para pemuka dan penguasa, yaitu orang-orang Yahudi kaya atas saudara-saudara mereka yang tidak mampu.

 

Bukannya menolong, orang-orang Yahudi kaya itu justru menekan saudara-saudara mereka yang miskin dengan mengambil kebun dan anak-anak saudara mereka sebagai barang gadaian. Nehemia marah dan menegur keras ketidakadilan itu.

 

Seorang pemimpin ideal berani bertindak tegas dan adil membela orang yang diperlakukan dengan semena-mena.

 

6. *Pemimpin ideal suka menolong orang yang kesulitan*

 

_”They don’t care how much you know until they know how much you care”_. Mereka tidak peduli seberapa banyak yang engkau tahu sampai mereka tahu seberapa banyak engkau peduli.

 

Orang banyak menanti pemimpin yang peduli, pemimpin yang suka menolong. Pemimpin ideal bukan hanya harus kaya dalam pengetahuan, tapi juga perlu kaya dalam kepedulian. Karakter kepemimpinan ideal ditandai dengan sifat yang suka menolong, kemurahan hati dan belas kasihan.

 

7. *Pemimpin ideal menyelesaikan persoalan dengan segera dan sampai tuntas*

 

Nehemia 5:12-13  _Berkatalah mereka: “Itu akan kami kembalikan! Dan kami tidak akan menuntut apa-apa dari mereka. Kami akan lakukan tepat seperti yang engkau perintahkan!” Lalu aku memanggil para imam dan menyuruh mereka bersumpah, bahwa mereka akan menepati janji mereka. Juga kukebas lipatan bajuku sambil berkata: “Demikianlah setiap orang yang tidak menepati janji ini akan dikebas Allah dari rumahnya dan hasil jerih payahnya._ _Demikianlah ia dikebas dan menjadi hampa!” Dan seluruh jemaah berkata: “Amin,” lalu memuji-muji TUHAN. Maka rakyat berbuat sesuai dengan janji itu._

 

Nehemia tidak menunda-nunda dalam menyelesaikan persoalan. Sebab persoalan yang tidak segera diselesaikan akan membesar menjadi persoalan rumit yang sukar dicarikan jalan keluar.

 

Pemimpin ideal akan bertindak cepat mengatasi persoalan dan dilakukan sampai tuntas. Nehemia memastikan perintahnya dalam membereskan persoalan dilakukan oleh seluruh orang pengikutnya.

 

Semoga kasih karunia dan hikmat Tuhan memampukan kita menjadi pemimpin ideal.

 

Manado, 18 Juli 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here