YOUR LIFE DOES NOT GET BETTER BY CHANCE, IT GETS BETTER BY CHANGE (Jim Rohn)

0
389

Oleh: Pdt. Weinata Sairin

Sebagai umat yang beragama, yang percaya dan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa kita bersyukur bahwa atas anugerahNya kita diberi kesempatan untuk menghidupi kehidupan ini. Kita hadir, hidup dan mengukir karya dipentas sejarah ini, semata-mata karena anugerahNya, perkenanNya dan sesuai dengan.’agenda besar’ yang Ia miliki. Artinya kita ada sebagaimana kita ada sekarang ini bukan faktor kebetulan, tidak karena faktor koinsiden apalagi karena insiden. Kita hidup dan menghidupi kehidupan ini karena kehendak Allah karena ada maksud Allah dengan menghadirkan manusia ditengah dunia.

Dalam konteks itulah mengapa agama-agama memaknai kehidupan manusia secara spesifik dan istimewa. Kehidupan bukanlah hanya soal duniawi, sekuler, soal jasmani semata, tetapi bersangkutpaut dengan soal soal rohani, soal-soal vertikal dan transendental.

Kehidupan bukan melulu soal kekinian, soal kini dan disini, soal yang kasat mata; tetapi juga soal keakanan, soal makro, soal yang berkaitan dengan dimensi spiritualitas, hal- hal yang terkait dengan “the ultimate concern”, hal- hal yang berbuhungan dengan sesuatu yang “beyond”.

Agama-agama memandu umatnya untuk menghargai dan memuliakan kehidupan; untuk respek dan merawat kehidupan ini dengan baik. Manusia tak boleh cengeng dalam menjalani kehidupan ini misalnya jika berhadapan dengan sulitnya kehidupan lalu cepat mengambil jalan pintas dengan mengakhirinya secara paksa: minum Baygon, minum obat penenang dengan overdosis, menjatuhkan diri dari lantai 11 gedung bertingkat, atau yang lebih modern dengan menembakkan pistol ke kepala.

Sebagai sebuah kehidupan yang mewujud ditengah dunia sekuler, godaan dan ancaman terhadap kehidupan bisa saja terjadi bahkan menenggelamkan seseorang pada episode-episode hitam dalam sejarah kehidupannya. Seseorang dari latarbelakang agama, etnik, pendidikan dan status sosial apapun bisa mengalami kasus seperti ini.

Baca juga  Diskusi Nasional “Reklamasi: Kebutuhan atau Keinginan?” Memadukan Kepentingan Sosial Dan Ekologi Di Tengah Peluang Investasi

Mereka yang terpenjara pada episode hitam dari berbagai macam kasus, tetap terbuka untuk membarui diri melalui prosedur hukum dan atau tindakan keagamaan sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Ungkapan Jim Rohn yang dikutip dibagian awal tulisan ini mengingatkan agar sebuah kehidupan yang lebih baik, yang penuh dengan pertobatan sejati tidak boleh bergantung pada kesempatan/peluang, tetapi pada kemauan untuk mengubah dan berubah. Ya itu terjadi tidak BY CHANCE tetapi BY CHANGE!

Selamat Berjuang. God Bless.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here