Bisnis Kopi Dikendalikan Asing

0
434

Oleh : Ir. Lintong Manurung MM & Michael Sophian Parulian (Ketua Umum & Wakil Sekjen DPP Jaringan Pemerhati Industri dan Perdagangan)

Indonesia adalah negara produsen dan pengekspor kopi ke empat didunia setelah Brazil, Colombia dan Vietnam. Produksi kopi kita pada tahun 2015 adalah 700.000 ton dan nilai ekspor kopi sebesar US $ 1.19 milyar. Indonesia juga dikenal memiliki varian kopi terbanyak dengan jumlah hampir 100 jenis varian kopi arabika yang dikenal sejak dahulu kala. Beberapa jenis kopi lokal yang terkenal antara lain Sumatra Lintong, Sumatra Solok Minang, Java Preanger, Java Ijen Raung, Java Estate, Sulawesi Toraja, dan Papua Wamena.

Sebagai daerah penghasil kopi , Lampung merupakan daerah pengekspor kopi robusta dan Sumatera Utara merupakan daerah pengekspor kopi arabica sedangkan Jawa Timur merupakan daerah pengekspor kopi robusta dan arabica.

Negara-negara tujuan ekspor utama kopi Indonesia adalah Amerika Serikat dengan pangsa pasar 23,47 %, Jepang dengan pangsa pasar 8,7.%, Jerman 7,4 %, Italia 7 % dan Malaysia dengan pangsa pasar 5,9.%.

Perkembangan Ekspor dan Harga kopi Indonesia:

Tahun 2010, volume ekpor= 432,721,1 ton dan nilai ekspor = US 812.360.000,- Harga US $ 1.877/ton.

Tahun 2011, volume ekpor= 346.062,6 ton dan nilai ekspor = US 1.034.724.200,- Harga US $ 2.990/ton.

Tahun 2012, volume ekpor= 447.010.8 ton dan nilai ekspor = US 1.243.825.800,-Harga US $ 2.782/ton.

Tahun 2013, volume ekpor= 532.139,3 ton dan nilai ekspor = US 1.166.179.900 ,-Harga US $ 2.191/ton.

Tahun 2014, volume ekpor= 382.750,3 ton dan nilai ekspor = US 1.038.716.000,- Harga US $ 1.877/ton.

Berdasarkan data tersebut diatas, dapat dilihat bahwa volume dan harga ekspor kopi Indonesia sangat fluktuatif sepanjang tahun 2010 s/d 2014. Volume Ekspor kopi kita yang paling tinggi adalah tahun 2013 dengan volume sebesar 532.139.3 ton, namun dengan nilai ekspor yang sangat rendah yaitu US $ 2.191/ ton, sedangkan volume ekspor kopi kita paling rendah adalah tahun 2011 dengan volume ekspor 346.062,2 ton, dengan nilai ekspor US $ 2.990/ton.

Harga Kopi dunia ditentukan oleh Bursa Kopi di London untuk jenis Robusta dan Bursa Kopi di New York untuk jenis Arabica, dengan demikian kita bisa melihat, jumlah ekspor dari negara-negara produsen dan pengekspor kopi serta harga kopi dipasar dunia, ditentukan oleh para oligarkis kopi yang sejak dahulu kala sudah mengendalikan dan menguasai pasar ekspor dan distribusi kopi diseluruh dunia.

Posisi produksi dan perdagangan kopi di Indonesia saat ini semakin parah lagi, yaitu dengan di izinkannya Perusahaan Asing untuk berfungsi sebagai “pengepul” didaerah-daerah petani kopi. Sudah bukan rahasia lagi banwa banyak pedagang-pedagang asing dan kaki tangannya yang membeli secara langsung kopi dari para petani kopi. Para pedagang asing ini dengan modal besar dan memiliki akses langsung ke bursa kopi dunia, dengan mudah mengalahkan eksportir-eksportir lokal yang tradisional, modal terbatas dan tidak memiliki akses kejaringan kopi di pasar dunia. Fakta yang tidak dapat dipungkiri lagi, sudah banyak sekali eksportir-eksportir kopi nasional yang gulung tikar. Seluruh jalur distribusi perdagangan kopi kita untuk ekspor, mulai dari tingkat pengepul sampai ke pemasaran di pasar dunia sudah sepenuhnya dikuasai oleh Asing.

Ditingkat petani kopi, keadaan lebih menyedihkan karena kemampuan pasar lokal kita untuk menyerap produksi kopi hanya berkisar 300.000 ton/tahun, kemampuan produksi ditingkat petani sangat ditentukan oleh harga dan jumlah ekspor kopi ke pasar dunia. Fluktuasi harga dan jumlah permintaan kopi yang ditetapkan oleh bursa kopi dunia, sangat menentukan penghasilan dan kesejahteraan para petani kopi.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, kami dapat mengusulkan hal-hal sebagai berikut:

1) Pemerintah harus segera menetapkan peraturan agar pedagang asing dilarang untuk melaksanakan kegiatan pembelian ditingkat petani dan pedagang kecil (pengepul)

2) Untuk memperkuat kemampuan distribusi dan akses perdagangan kopi di pasar dunia, perlu segera di efektifkan peranan Bursa Efek dan Bapepti. Dengan demikian stabilitas harga dan volume ekspor dapat dikendalikan, untuk meningkatkan jaminan pasar bagi petani kopi.

3) Membangun dan mengembangkan jaringan kopi dunia dengan “mitra strategis”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here