Masih Bingung Cari Parfum Baru? Kenalan dengan Al Wataniah di Jakarta X Beauty 2026
JAKARTA, Suarakristen.com
Industri parfum asal Timur Tengah terus berkembang dengan menghadirkan interpretasi aroma yang semakin beragam dan relevan dengan preferensi konsumen masa kini. Melalui partisipasinya di Jakarta X Beauty 2026, Al Wataniah memperkenalkan rangkaian parfum asal Dubai yang menggabungkan kemewahan wewangian Timur Tengah dengan pendekatan modern yang mudah dinikmati berbagai kalangan.
Kehadiran brand ini di JXB 2026 menjadi momen spesial bagi para pencinta wewangian untuk mengeksplorasi karakter aroma yang berbeda, mulai dari manis yang playful, elegan yang romantis hingga hangat yang berkelas.
Nama Al Wataniah sendiri memiliki arti “warisan budaya” (heritage), sebuah kisah yang berakar kuat dari sejarah keluarga. Menurut Cassim Pardesi, Director ABC Fragrances – Al Wataniah, bisnis keluarga ini telah berdiri di Dubai sejak tahun 1964, dirintis oleh sang kakek, dan terus berkembang ke berbagai sektor mulai dari real estat, pengemasan, percetakan, kosmetik, hingga parfum.
Dengan misi memperkenalkan warisan kemewahan Dubai, Al Wataniah kini sukses bertransformasi menjadi merek global yang telah menjangkau lebih dari 110 negara, termasuk pasar-pasar besar yang sangat kompetitif seperti Amerika Serikat, terutama
penjualan yang luar biasa di Amerika Selatan, hingga meluas ke seluruh Eropa, Afrika, negara-negara Teluk (GCC), dan kini merambah kuat ke Indonesia.
Melalui ajang Jakarta X Beauty 2026, Al Wataniah menghadirkan tiga pilihan aroma yang merepresentasikan beragam gaya personal.
Koleksi pertama adalah Sabah Al Ward Sugar. Bagi pencinta aroma manis, varian ini menawarkan perpaduan floral dan fruity dengan sentuhan gourmand yang lembut. Wanginya terasa manis tanpa berlebihan, menciptakan kesan ceria, feminin, dan effortless sehingga cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Pilihan kedua jatuh pada Attar Al Wesal yang menghadirkan perpaduan aroma aromatic, floral, dan oriental untuk memberikan kesan elegan. Karakter oriental spicy yang lembut membuatnya terasa berkelas tanpa menjadi terlalu intens, sangat cocok bagi mereka yang menyukai aroma yang meninggalkan kesan anggun dan berkarakter.
Sementara itu, bagi penyuka aroma yang lebih bold, Kayaan Gold hadir menawarkan perpaduan amber yang hangat dengan sentuhan leather dan woody pada dry down. Komposisi ini menghadirkan kesan yang elegan, berani, dan sophisticated, menjadikannya pilihan yang tepat untuk acara spesial maupun penggunaan pada malam hari.
Di balik kesuksesan varian-varian populer tersebut, ada perjalanan panjang yang telah dilewati. Cassim menceritakan bahwa pada awal merek ini dimulai, tidak ada satu orang pun yang mengenal Al Wataniah. Namun kini, ia merasa luar biasa melihat masyarakat global, termasuk di Indonesia, begitu antusias mencari dan menunggu setiap peluncuran produk baru mereka
“Di bawah kemitraan bersama PT Kharisma Sukses Persada yang dimulai sekitar tiga hingga empat tahun lalu, bisnis kami di Indonesia telah tumbuh secara eksponensial hingga lebih dari 50 kali lipat. Pertumbuhan ini membuktikan dua hal penting. Pertama, kami memiliki mitra kerja lokal yang sangat hebat dalam memahami pasar, dan kedua, esensi Al Wataniah sebagai produk yang dibuat dengan cinta, kepedulian, serta kualitas yang tinggi telah diterima dengan sangat baik oleh hati masyarakat Indonesia,” ujar Cassim.
Lebih lanjut, Cassim memaparkan rahasia di balik proses kreatif Al Wataniah dalam menginfus warisan budaya Dubai ke dalam setiap botolnya. Berbeda dengan karakteristik parfum Prancis yang cenderung menggunakan kotak kemasan polos dan simpel, Al Wataniah tampil berani dengan konsep kemasan yang sangat mewah, kreatif, dan tematik. Kekuatan desain mereka berkisar dari konsep jam tangan mewah seperti pada varian Royal Oak, hingga elemen ikonik seperti tutup botol berbentuk burung elang falkon pada lini produk pengharum ruangannya. Melalui pendekatan ini, Al Wataniah mengubah fungsi produk wewangian yang biasanya disimpan di dalam lemari, menjadi sebuah karya seni estetik yang bangga dipajang di ruang tamu.
Untuk formulasi, Al Wataniah bekerja sama langsung dengan fragrance houses (perusahaan wewangian) terbesar di dunia yang berbasis di Prancis, Jerman, dan Turki tempat di mana merek-merek parfum mewah dunia lainnya memesan bahan baku. Di pabrik pusatnya yang modern, Al Wataniah mempekerjakan 600 karyawan yang difasilitasi dengan akomodasi lengkap dan ruang ibadah, di mana 15 orang di antaranya adalah ahli kimia (chemists) yang berdedikasi penuh pada riset dan pengembangan aroma.
Dalam merilis sebuah aroma baru, Al Wataniah menerapkan proses ketat yang terdiri dari lima tahapan. Mulai dari formulasi awal oleh ahli kimia, dua kali proses kontrol kualitas (quality control), hingga pengujian akhir oleh manajemen yang memakan waktu berminggu-minggu demi memastikan ketahanan aroma di atas 8 hingga 9 jam.
Riset pasar juga dilakukan untuk menangkap tren global, salah satunya tren aroma gourmand manis seperti kue, cokelat, dan vanila yang sempat mendominasi pasar dunia beberapa bulan terakhir.
Cassim mengatakan, bahkan juga mencermati keunikan hidung konsumen Indonesia yang mayoritas muslim. Kedekatan emosional dengan ibadah Umrah dan budaya Arab membuat masyarakat lokal sangat familier dan menyukai aroma berbasis oud (gaharu) dan bakhoor karena bernilai sunnah dan sering digunakan sebagai hantaran pernikahan atau pengharum rumah saat menyambut tamu. Meski demikian, Al Wataniah tetap menyediakan variasi aroma lainnya yang mencapai lebih dari 60 SKU di seluruh dunia demi memenuhi kebutuhan personal setiap orang.
Menanggapi tantangan iklim tropis Indonesia yang lembap, Cassim secara jujur mengedukasi bahwa ketahanan parfum sangat dipengaruhi oleh cuaca, jenis kulit, dan karakter aroma itu sendiri. Karakter aroma yang berat seperti oud atau musk pekat dijamin akan mengunci keharuman di pakaian jauh lebih lama hingga 8 sampai 10 jam.
Sebaliknya, aroma segar seperti lemon, jeruk (citrus), dan dedaunan memang memiliki karakter alami yang lebih ringan, namun sangat ideal untuk menyebarkan kesegaran instan saat beraktivitas di siang hari atau saat pergi ke pantai. Cassim juga menyadari pertumbuhan pesat industri parfum lokal Indonesia serta tren budaya populer seperti K-Pop yang sangat digandrungi generasi muda di mal-mal Jakarta. Terinspirasi oleh antusiasme tersebut, Al Wataniah kini tengah merencanakan ekspansi strategis dengan mempersiapkan lini kosmetik terbaru yang mengadaptasi standar kualitas tinggi kosmetik Korea, namun tetap membawa DNA kemewahan Al Wataniah.
Kehadiran Al Wataniah di Indonesia tidak lepas dari peran penting PT Kharisma Sukses Persada selaku distributor resmi yang terus aktif melakukan evaluasi berkala setiap tiga bulan demi menghadirkan varian yang paling sesuai dengan selera lokal.
Kamal Bhojwani, Direktur Utama PT Kharisma Sukses Persada mengatakan, Al Wataniah telah hadir di Indonesia sejak 2025, dan melalui Jakarta X Beauty 2026 kami ingin semakin banyak masyarakat Indonesia mengenal koleksi-koleksi yang kami hadirkan.
“Setiap parfum Al Wataniah memiliki karakter yang berbeda, sehingga pengunjung dapat mengeksplorasi dan menemukan aroma yang paling sesuai dengan preferensi mereka,” ujar Kamal .
Bagi yang ingin merasakan langsung kemewahan aroma khas Dubai dengan sentuhan modern ini, temukan koleksi lengkap Al Wataniah selama gelaran Jakarta X Beauty 2026 di Hall C L2.
Selain itu, pengunjung dapat menikmati berbagai penawaran spesial, berkonsultasi aroma, serta mencoba langsung seluruh koleksi unggulan Al Wataniah.
















