BERUBAHLAH OLEH PEMBAHARUAN BUDIMU

0
6

BERUBAHLAH OLEH PEMBAHARUAN BUDIMU

 

Oleh: Pdt Martunas P. Manullang.

 

“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2).

Pada ayat sebelumnya (ay.1), telah dibicarakan tentang pelayanan kepada Allah dan ibadah kepada Allah.

Di sana telah dikatakan bahwa ibadah yang sejati adalah mempersembahkan tubuh kepada Allah dan semua yang dikerjakan oleh tubuh itu setiap hari.

Dengan kata lain, ibadah yang sejati adalah mempersembahkan kehidupan sehari-hari kepadaNya.

Untuk dapat melakukan hal seperti itu, maka dituntut suatu perubahan hidup secara radikal.

Jadi, untuk dapat beribadah dan melayani Allah, harus melalui suatu perubahan dalam diri kita, dari dalam diri kita, yaitu perubahan kepribadian kita.

Artinya, saat kita menyerahkan dan menundukkan seluruh kehidupan kita (totalitas kehidupan kita) dikuasai oleh Kristus atau Roh Kudus.

Bila inilah yang terjadi, maka di sanalah hakekat kemanusiaan kita itu berubah.

Hidup kita tidak lagi berpusat pada diri sendiri, tetapi kehidupan yang berpusat kepada Kristus.

Inilah yang harus terjadi melalui pembaharuan budi.

Sifat dan hakekat telah berubah, karena Yesus Kristus atau pun Roh Kudus telah masuk ke dalam kehidupan kita.

Hal inilah yang menyebabkan kita menjadi orang yang baru, pikiran kita telah berbeda dari sebelumnya yang berpusat pada diri sendiri, kini menjadi berpusat kepada Kristus.

Ini terjadi, karena pikiran Kristus telah ada (berada) di dalam diri kita.

Dan apabila Yesus Kristus telah menjadi pusat kehidupan kita, di sanalah kita baru dapat mempersembahkan ibadah yang sejati dalam setiap detik perbuatan kita.

Baca juga  Pengembangan UMKM dan Sentra IKM Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Setiap perbuatan kita, akan menjadi ibadah dan pelayanan atau persembahan kita kepada Allah.

Allah ingin kita setiap hari dan setiap waktu diperbaharui oleh Roh Kudus. Agar kita bisa diperbaharui terus oleh Roh Kudus maka kita harus hidup di dalam Roh Kudus, harus bersedia dipimpin oleh Roh Kudus dan tidak hidup dalam keingan daging (kedagingan) lagi.

Galatia 5 : 16
Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.

Galatia 5 : 19
Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,

Galatia 5 : 20
penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,

Galatia 5 : 21
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

Sehingga, apabila kita dipimpin oleh Roh Kudus dan diperbaharui oleh Roh Kudus setiap waktu, kita akan menghasilkan buah-buah Roh dan buah pembaharuan rohani kita, yaitu;

Galatia 5 : 22
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,

Galatia 5 : 23
kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.

 

Selamat beraktivitas (ber-saksi, ber-marturia) pada hari ini.

Salam sehat, salam marturia. Tuhan Yesus memberkati.

AMIN.

Pdt Martunas P. Manullang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here