Buku “The Wealth Of Nations” dan Kesan Saat Menemukan Buku Originalnya di Perpustakaan Alm. Bpk. Joseph Soedrajad Djiwandono.

0
67

Buku “The Wealth Of Nations” dan Kesan Saat Menemukan Buku Originalnya di Perpustakaan Alm. Bpk. Joseph Soedrajad Djiwandono.

 

Oleh: Yonge Sihombing, SE., MBA.

 

Buku “The Wealth of Nations (Kesejahteraan Bangsa-Bangsa),
ditulis pada tahun 1773 oleh Adam Smith. Di dalam bukunya, Adam Smith memperkenalkan dan menjelaskan sebuah teori tentang cara kerja ekonomi untuk mewujudkan kesejahteraan sebuah bangsa, dan bangsa-bangsa di dunia. Nama teorinya adalah teori tangan-tangan tidak kelihatan (the invisible hands theory).

*Adam Smith menyakini bahwa kesejahteraan sebuah bangsa, dan bangsa-bangsa ditentukan olah tangan-tangan tidak kelihatan.*

Tangan tangan yang tidak kelihatan, yang dimaksud oleh Adam Smith, adalah pasar (market). Namun, dibalik pasar, sesungguhnya, Adam Smith, ingin mengatakan bahwa tangan tidak kelihatan itu adalah campur tangan Sang Pencipta.

Buku Adam Smith ini merupakan buku yang mencikal bakali lahirnya ilmu ekonomi dunia. Dan buku ini sering disebut sebagai ‘Kitab Ilmu Ekonomi’, atau ‘The Magic of Economy’. Dan dari Buku ini pula Adam Smith diberi gelar sebagai Bapak Ilmu Ekonomi Dunia.

Rasa penasaran untuk membaca buku asli (original) Adam Smith ini, saya mencoba mencari di beberapa perpustakaan tersohor di Indonesia, dan saya tidak menemukannya.

Saya tidak menyerah, dan terus mencarinya, setelah 2 tahun mencarinya, akhirnya pada tahun 2005 saya menemukan buku tersebut di perpustakaan almarhum Bpk. Joseph Soedrajad Djiwandono), mantan Gubernur Bank Indonesia 1993-1998.

Berawal dari berita wafatnya beliau, yang diberitakan di harian Kompas, dan tersirat ucapan turut berduka cita dari Manajemen dan Staf Perpustakaan Gedung Aminta Jl. T.B. Simatupang, Jakarta.

Satu bulan setelah beliau wafat, saya mencoba menyurati perpustakaan tersebut, untuk meminjam buku Adam Smith.

Baca juga  EKSPLOITASI SEKSUAL PADA 305 ANAK OLEH WNA; KPAI SERUKAN TIM TERPADU PERCEPATAN PERLINDUNGAN KORBAN

Surat saya ditanggapi, setelah disetujui oleh istri almarhum. Istri almarhum, sempat meminta saya untuk bertemu dan berbincang-bincang sebelum memberikan buku Adam Smith.

Istri almarhum menceritakan, bahwa satu minggu sebelum suaminya wafat, almarhum suaminya berpesan kepadanya untuk menjaga dan merawat perpustakaannya, serta memberikan kesempatan bagi orang-orang yang ingin memakainya.

“Dari semua harta dan perusahaan yang kami miliki, hanya perpustakaan yang almarhum ingat, dan titip pesan kepada saya, untuk menjaga dan saya merawatnya”, ujar sang Istri almarhum Sudrajad Djiwandono.

Saya merasa terharu ketika mendengar cerita tersebut, karena betapa almarhum lebih mengingat perpustakaannya ketimbang harta dan perusahaannya.

Usai mendengar cerita istri almarhum, saya di bawa oleh petugas perpustakaan ke ruang baca, dan petugas menyerahkan buku Adam Smith.

Di lembaran kata pengantar, Adam Smith hanya menuliskan kalimat pendek, yaitu: “Invisible Hands”. *Usai membaca buku tersebut, saya semakin yakin dan percaya, bahwa kemajuan ekonomi sebuah negara, bahkan dunia, ditentukan oleh tangan Sang Pencipta.*

Lalu bagaimana dengan cara memulihkan dan membangkitkan ekonomi dunia dan Indonesia yang sedang sulit saat ini. Jawabnya adalah pasar digerakkan, dengan permohonan pertolongan Sang Pencipta.

Saya membaca buku ini selama 3 minggu di perpustakaan tersebut, dan diberikan minum dan makanan. Terimakasih kepada keluarga besar alm. Bpk. Sudrajad Djiwandono.

Demikianlah kesan saat pertama kali menemukan dan membaca buku original Adam Smith di Perpustakaan Pribadi almarhum bpk. Sudrajad Djiwandono, yang juga adik dari Ibu Tien Soeharto.

Medan, Kamis, 18 Juni 2020

Yonge Sihombing, SE., MBA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here