Minimalkan Disrupsi Perdagangan dan Global Supply Chain

0
209

 

Minimalkan Disrupsi Perdagangan dan Global Supply Chain

 

Dili, Suarakristen.com

 

Dalam waktu kurang dari 1 kuartal, pandemi Covid-19 telah menyebabkan perekonomian dunia mengalami kontraksi sangat tajam. Mengingat Covid-19 tidak mengenal batas negara, maka untuk melawan virus ini, seluruh negara harus melakukan kerja sama internasional secara terkoordinasi, terukur, dan bersinergi.

Diskusi ini mewarnai Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Dili, Timor-Leste (12/6). Seminar Internasional yang bertemakan “Pandemic COVID 19 and International Economics“ menghadirkan Partogi J. Samosir Ph.D (Direktur Center for European Union Studies yang berkedudukan di Jakarta), dan Sertaj Alam Ph.D (Public Financial Management, FreeBalance Inc.).

Partogi J. Samosir Ph.D menjelaskan agenda jangka pendek dunia internasional adalah menggunakan seluruh resource untuk bersama-sama memerangi Covid-19 ini. Sedangkan agenda jangka menengahnya adalah bagaimana terus mendukung pemulihan, baik di sektor kesehatan, sektor ekonomi dan sosial, dan di sektor keuangan.

Semua negara dan organisasi internasional harus berupaya untuk meminimalkan disrupsi terhadap perdagangan dan global supply chain. Semua negara harus berkolaborasi meningkatkan produksi agar terjadi supply chain.

“Relaksasi hambatan perdagangan internasional harus semakin dilakukan, supaya momentum untuk kerja sama di bidang perdagangan dan terutama suplai-suplai barang yang sangat dibutuhkan semua negara dapat disediakan. Semuanya harus bekerjasama untuk mengembalikan kepercayaan menjaga stabilitas keuangan dan menghidupkan kembali pertumbuhan,” imbuh Partogi Samosir yang berkebangsaan Indonesia.

Dalam Seminar Internasional tersebut, pakar manajemen keuangan Sertaj Alam Ph.D mengharapkan agar Lembaga-lembaga keuangan multilateral, seperti World Bank, ADB (Asian Development Bank), AIIB (Asian Infrastructure Investment Bank) dan regional development banks semakin meningkatkan resource-nya bagi negara-negara yang sekarang berhadapan dengan ancaman pandemik ini, baik di bidang kesehatan, di bidang social safety net, maupun dari segi untuk mendukung industri dan perdagangan.

Baca juga  Kehidupan Petani Tembakau dan Analisis Ekonomi Usaha Tani Tembakau di Tengah Upaya Pengendalian Tembakau di Indonesia

“Mereka perlu memberikan pinjaman (loan) supaya negara-negara mampu memberikan social safety net untuk melindungi kelompok miskin, dan untuk membangun kembali industrinya,” tutur pria berkebangsaan Pakistan tersebut. Sekarang banyak negara menghadapi masalah capital flight dan likuiditas foreign exchange. Untuk itu, IMF perlu melakukan upaya untuk meningkatkan resource-nya sehingga mampu memberikan swap line kepada seluruh bank sentral di berbagai negara yang membutuhkannya.

Penulis : Manuel Freitas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here