RANGKUMAN FORUM DISKUSI SALEMBA ILUNI UI TENTANG VIRUS CORONA

0
559

RANGKUMAN FORUM DISKUSI SALEMBA ILUNI UI TENTANG VIRUS CORONA

Jakarta, Suarakristen.com, Rabu, 11 Maret 2020

 

Setelah WHO mendeklarasikan status COVID-19 berubah jadi PANDEMIK ini benar-benar mengkhawatirkan !!!
Dirjen WHO Tedros :

*“PANDEMIC IS NOT A WORD TO BE USED LIGHTLY”*
*There’s no pandemic that we can control at the same time!*

Virus Corona ini dari bentuk dan strukturnya memang memudahkan si virus buat nempel ke kita (munusia).
Kurang ajarnya, _*even kita imunokompeten, kalau kita terpapar sama virus ini, meskipun gak muncul gejala di kita, kita tetap jadi ‘carrier’ virus ini*_

Kalau si ‘carrier’ tadi ketemu orang yang imunokompromis, maka si imunokompromis lah yang akan “kena COVID-19”.
Oleh karena itu spreading nya susah untuk dihentikan.

Oleh karena itu kalau ada screening suhu dan ada *orang yang suhunya tinggi, maka orang tersebut harus dirumahkan*, bukan cuma karena curiga orang itu kena COVID-19, tapi lebih ke kita (orang lainnya) menghindari orang tersebut untuk berpapasan dengan banyak ‘hidden carrier’ di sekitarnyaa.
Karena orang tersebut dalam kondisi lagi gak bagus imunitas nya. Kita nya gak kena, orang itu bisa kena COVID-19.

Ada 3 kondisi yang menjadi inceran si virus Corona, mereka adalah:
1. Imunokompromis
2. Underlying diseases
3. Elder people

Karena kita yang imunokompeten engga pernah tau apa kita sebenarnya ‘carrier’ atau engga, kita harus mulai aware kalau ketemu dengan orang-orang pada 3 kondisi tersebut diatas.

DR.dr. Budiman Bela, Sp.MK mengatakan :
*Dan yang paling gila, si virus ini bertahan di benda sampai 9 hari!*
_*9 hari, confirmed by microbiologist_*
Even mayatnya aja masih contagious, jadi semestinya perlakuan sama seperti mayat infeksius.

Baca juga  Politikus PDIP Dr. M. Kapitra Ampera, S.H., M.H.: Rakyat Harus Waspada, Kegaduhan Bisa Berlanjut Sampai Perebutan Kekuasaan.

Dan saat forum diskusi, dijelaskan bahwa *profesi yang paling high risk itu Dokter Gigi*
Karena dokter gigi gak bisa menghindari dealing with saliva every single day.

Bahkan pulmologist DR.dr. Raden Rara Sp.P (K) suggested untuk dokter gigi buat pake APD kalau periksa pasien.

Cara yang paling disarankan ada 2 :
1. Massive screening: at least cek suhu
2. Social distancing: kalau kamu sakit, dirumahkan saja. Enggak usah ke perkumpulan, pensi, gathering, atau apapun.

Prof. DR.dr Nila Moeloek Sp.M (K) justru meragukan asal virus Corona dari Kelelawar, karena Covid-19 ini adalah versi mutannya.

Dan jangan salah, _*even dalam kasus ini dari sekian ratus ribu orang yang terinfeksi, cuma ada 1 orang yang anak-anak (balita). Tapi anak itu diperkirakan sebagai ‘carrier’ yang paliiing kompeten*_

Karena dia diasuh orang dewasa, orang yang asuh belum tentu imunokompeten, apalagi kalo kakeknya, atau neneknya. Anaknya siih gak kena, tapi dia papar kan virus ke mereka. Dan belum diketahui pasti alasannya kenapa si virus ini ‘enggan’ menginfeksi anak-anak.
Balik lagi, virus ini suka nempel di 3 kondisi yang disebutkan diatas.

_*So, please, I know we shouldnt be panic, but need to be more aware of this condition.*_

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here