THE RISING STAR, ADVOKAT ERLES RARERAL: ” BONGKAR KASUS MAFIA PERADILAN DAN PRAKTEK KORUPSI TERBESAR DI INDONESIA “

0
495

 

Jakarta, Suarakristen.com, Senin 23 Desember 2019.

The rising star, Erles Rareral, advokat mengucapkan selamat, amanah dan sukses selalu kepada Komjen Firli Bahuri dalam menuaikan tugas negara.

Komisaris Jenderal Pol. Firli Bahuri bersama para wakilnya yaitu Alexander Marwata, Lili Pintauli Siregar, Nawawi Pomolango, dan Nurul Ghufron dilantik di Istana Negara, Jumat 20/12/2019 Jakarta.

Komjen Pol. Firli Bahuri bersama ke-empat wakil ketuanya dilantik oleh Presiden Ir. H. Joko Widodo melalui kepututusan nomor 112/P/2019 tentang Pengangkatan Pimpinan KPK periode 2019-2023.

Erles berharap dan meminta kepada Komjen Firli Bahuri dan ke-empat wakil ketuanya harus memiliki komitmen dan integritas yang tinggi serta berani, tegas, bersih dan Jujur dalam memberantas dan menangkap para koruptor dan para mafia hukum peradilan yang sering terjadi di lingkaran kekuasaan seperti executive, legislative dan yudikative.

Erles percaya dan nyakin dibawah kepemimpinan Komjen Firli Bahuri dapat bekerja keras, dan profesional untuk memberantas dan menangkap para koruptor yang merugikan negara,’kata Erles.

Erles juga meminta dengan tegas kepada Mahkamah Agung (MA) untuk terus melakukan langkah-langkah konkrit, komprehensif, tranparansi dan inovatif dalam terobosan dalam memberantas dan menangkap calo-calo para mafia hukum peradilan yang mencoreng dunia peradilan di indonesia.

Sehingga MA dapat bersinergi dan bekerja sama dengan KPK untuk memberantas para mafia hukum peradilan yang mana mereka sering memperjual-belikan hukum di seluruh wilayah Indonesia dan para mafia hukim masih bergentayangan dimana-mana untuk mencari mangsa.

Kalau sinergitas dan konekvitas MA dan KPK bekerja sangat profesional, Erles percaya dan nyakin MA dan KPK pasti berhasil dan menang menangkap para pemain mafia hukum peradilan dan para koruptor sehingga efek jera dan para mafia hukum dan para koruptor akan berpikir dua kali untuk melakukan malpraktek mafia hukum dan korupsi uang negara.

Baca juga  "Transformasi Rule of Law Menuju Rule of Social Justice"

Dari jaman order baru hingga order Reformasi, kasus korupsi semakin mengila dan edan bukan berkurang, tapi semakin rakus dilakukan secara masif oleh para koruptor dan mafia hukum peradilan di seluruh wilayah Indonesia.

Kasus praktek korupsi biasanya dilakukan oleh para gubernur, bupati, dan walikota dan para koruptor ini sering ketangkap saat operasi tangkap tangan (OTT) dari Petugas KPK yang selalu memonitor gerak-gerik mereka melalui alat sadap teknologi super canggih yang dimiliki oleh KPK.

Dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi, Erles optimis, Jokowi dapat membenahi dan memberi instruksi kepada kepada KPK dan MA agar memberantas dan menangkap para koruptor dan mafia hukum peradilan dibawah ke pengadilan dan dijebloskan ke dalam penjara.

Saat ini Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) memiliki 3 jenis alat Sadap Super Canggih yaitu alat sadap Teknologi Super Canggih, James Bond 007 dan alat Sadap berikutnya jenis Portable A ( Laptop dan Receiver), Jenis C satu unit Low Impact Development Monitor (LID Monitor), masing-masing senilai Rp. 1,525 miliar dan 4 miliar dan yang terakhir Rp. 17,31 miliar sehingga alat sadap super canggih dengan Teknologi Digital ini nanti paling ditakuti oleh para koruptor di Indonesia, ‘ungkap Erles.

Erles Rareral adalah seorang advokat dengan prestasi luar biasa (Extra ordinary person) di Indonesia dengan sebutan Legendaris “The rising star from East”, gagah, tampan, muda, enerjik, kreatif dan inovatif, telah datang untuk membawa, menangani, memberantas  mafia hukum peradilan dan para koruptor di Indonesia.

Pesan dari Erles, advokat, untuk para koruptor dan para mafia hukum dan para koruptor di indonesia dengan tegas menyatakan, “jangan sekali-kali melakukan korupsi dan praktek mafia hukum peradilan di indonesia, “BERTOBATLAH DAN INSAF, KEMBALI KEJALAN YG BENAR”, karena alat sadap super canggih Teknologi ini akan memonitor 24 jam, mendeteksi, menyadap setiap gerak-gerik para tersangka dan langsung menangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT), ungkap Erles saat menutup wawancara eklusif dengan awak media.

Baca juga  AJI, IJTI, PWI dan LBH Pers Menilai Pemerintah Ingin Campur Tangan Lagi soal Pers

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here