PERDULI AKAN KEBUTUHAN ORANG LAIN

0
203

Oleh: Pdt.Lundu H.M.Simanjuntak

PERDULI AKAN KEBUTUHAN ORANG LAIN

(Filipi 4:10-20)

Adakah diantara kita yang tidak membutuhkan sesuatu dalam hidup ini? Tentu semua kita akan menjawab tidak ada.

Semua orang pasti membutuhkan sesuatu setiap hari dalam hidup ini. Terlepas ia kaya, miskin, pintar, bodoh, pejabat tinggi, pejabat bawahan, kulit hitam, kulit putih dan lain sebagainya.

Orang miskin butuh orang kaya dan orang kaya juga butuh orang miskin. Orang bodoh butuh orang pintar, namun orang pintarpun butuh orang bodoh.

Suatu ketika seorang ibu marah-marah terhadap pembantunya karena dianggap melakukan kesalahan. Sambil terus merepet sesekali si ibu berkata memang dasar bodoh kamu, kerja tak becus.

Sang suami mendengar ocehan istrinya dan menghampiri sang istri serta menarik tangannya dengan lembut menuju ruang tamu. Si suami berkata kepada istrinya: ibu tidak boleh bicara begitu, justru karena ia bodoh makanya mau bekerja di keluarga kita.

Ingat ma, ia butuh kita, dan ingat kitapun lebih membutuhkan ia. Bagaimana kalau ia pergi meninggalkan rumah ini dan tidak mau lagi berkerja bagi kita?

Ada orang yang butuh pembantu, ada orang yang butuh majikan, ada orang yang butuh transportasi on line, ada yang butuh penumpang on line, ada yang butuh sembako, ada yang butuh penjual sembako. Setiap hari semua orang tanpa terkecuali dipusingkan oleh kebutuhan hidup sehari-hari.

Apalagi sekarang ini semua harga kebutuhan pokok tidak ada yang murah, semuanya makin hari makin mahal. Yah…selama hidup di dunia ini memenuhi kebutuhan hidup, baik itu makanan, minuman, pakaian, tempat tinggal dan sebagainya, adalah hal-hal yang tidak dapat dipisahkan.

Tak terkecuali, siapapun dia, pasti harus bekerja keras untuk dapat memenuhi setiap kebutuhannya. Secara umum semua orang pasti membutuhkan makanan dan minuman.

Baca juga  CARILAH TUHAN MAKA KAMU AKAN HIDUP

Makanan harus dibeli, minumanpun harus dibeli, atau dengan kata lain secara umum yang kita butuhkan itu harus dibayar agar kita dapatkan. Tetapi ingatlah, bahwa semua orang butuh uang, karena uang adalah alat yang sah untuk jual beli sesuatu.

Semua orang pasti berpikir bahwa jika sudah memiliki cukup uang atau bahkan berlebih semuanya akan menjadi beres, hidup ini bisa tenang dan kebahagiaan dapat dirasakan. Namun semua kita tahu bahwa kenyataannya tidak demikian.

Ingat, siapa yang mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa yang mencintai kekayaan tidak akan pernah puas dengan apa yang ia peroleh (bdk.Pengkotbah 5:9a). Akhirnya hidup kita dipenuhi oleh kekuatiran setiap hari; kuatir akan kebutuhan, kuatir akan biaya sekolah anak dan lain-lain.

Rasul Paulus memberikan pengajaran kepada jemaat di Filipi dan kita agar menyerahkan segala kekuatiran kita kepada Tuhan. Untuk bisa keluar dari kekuatiran maka kita harus menyerahkan semuanya kepada Tuhan.

Bagaimana saudaraku yang dikasih oleh Tuhan, apakah kita sudah menempatkan Tuhan sebagai yang utama dalam hidup ini? Tuhan Yesus telah menebus hidup kita dengan darahNya yang mahal supaya kita diselamatkan.

Ingatlah, ketika kita mau menempatkan Tuhan dalam posisi bahwa Ia adalah segala-galanya dan yang paling utama dalam hidup kita, maka Iapun memberikan jaminan keselamatan bagi kita. Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus (19).

Paulus yang sedang berada dalam penjara di Roma tetap menunjukkan semangatnya untuk terus mengikut Tuhan. Segala penderitaan termasuk siksaan batin dan fisik yang dialaminya tidak membuat imannya terpuruk.

Disaat susah ia justru mendapatkan pertolongan atau bantuan dari para jemaat yang pernah ia layani. Bantuan atau pemberian yang ia terima justru membuat Paulus merasa kebutuhannya telah dipenuhi oleh Allah.

Baca juga  Pengusaha Nasional Tomy Winata: Saya Membeli Cessie ini Untuk Menghindari Permasalahan yang Dapat Menganggu Kepercayaan Investor Lokal Atau Asing

Memang tidak banyak dari kita yang mengalami kasus seperti Paulus, tetapi kita semua, mau tidak mau, suka tidak suka, pasti menghadapi kesulitan. Di tengah situasi yang berubah-ubah ini, Paulus mendorong kita untuk terus mempercayai Allah yang sanggup memelihara dan mencukupkan kita dalam segala keadaan.

Jadilah orang yang tidak hanya memikirkan apa yang kita butuhkan, melainkan jadilah juga sebagai orang yang memikirkan atau peduli akan apa yang dibutuhkan orang lain, Amen.

Doa:

Ya Allah, aku ingin menyukakan hati banyak orang, untuk itu mampukanlah aku hidup sebagai orang yang peduli akan kebutuhan orang lain, Amen.

SELAMAT HARI MINGGU
DAN
SELAMAT BERIBADAH.

(Pdt.Lundu H.M.Simanjuntak-Pdt HKBP Ressort Cipayung Cilangkap-Jaktim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here