PERSONAL LEADERSHIP BRAND (BAG. II)

0
52

 

Oleh: P. Adriyanto, Drs., MBA

Kesimpulan yang dapat kita tarik dari Bagian I adalah :

*_Personal Leadership Brand sangat diperlukan bagi pemimpin untuk menjalankan perannya dalam jangka panjang, karena :_*
✓ kualitas kepemimpinan-
nya.
✓ nilai- nilai yang dianutnya
✓ innovativeness
✓ popularitas
yang berbeda dari orang lain dan mendapat acceptance dari para anak buahnya.

Pada sekitar tahun 1968/69 yang lalu, saya ditugasi oleh World Bank (sebagai konsekuensi dari scholarship yang diberikan kepada saya pada tahun 1985 untuk program master) bersama dengan konsultan dari Inggris untuk menggembleng para pemimpin korporat di Indonesia, dalam rangka memperkuat par pemimpin tersebut sebagai perwujudan dari pelaksanaan strengthening the human resources bantuan IBRD (World Bank).

Saya mendapat tugas untuk mengajar *Strategic Management* dan bersama konsultan dari Inggris secara bergantian mengajar financial aspects seperti bagaimana menjaga kecukupan modal kerja dari proyek-proyek yang diusahakannya, financial planning, dll.

Namun, setelah saya cermati, harusnya perkuatan kepemimpinan tersebut harus didahului dengan pembangunan leadership brand yang mendasar.
Sebagai contoh, banyak pemimpin yang merasa tidak perlu menyiapkan rencana strategik jangka panjang, karena bagi mereka untuk bisa bertahan hidup sampai besok saja sudah lumayan. Pandangan ini mencerminkan bahwa leadership brand mereka sangat jelek, sehingga tidak perlu melakukan berbagai inovasi agar perusahaannya bertahan hidup.

Bila kita cermati lebih dalam, banyak pemimpin dari bidang pemerintahan dan swasta yang tidak berakar pada leadership brand yang seharusnya.
Banyak di antara pemimpin tersebut yang pengangkatannya sebagai pemimpin lebih didasarkan pada seniroitas, orang segolongan,dan lain-lain. Di kalangan swasta terutama perusahaan keluarga, tentu yang utama adalah yang masih ada ikatan kekeluargaan.

Baca juga  Satu Tahun Berkontribusi, AFPI Sumbang Rp 60 Triliun melalui Industri Fintech P2P Lending

Untuk lebih menjamin bahwa seorang leader mempunyai brand, maka kepada kandidat pemimpin harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:
# Anda ingin menjadi seorang pemimpin yang bagaimana?
# Anda ingin dikagumi seperti apa?
# Apa yang ingin anda capai?
# Bagaimana anda dapat mendukung orang-orang lain?
# Apa yang dapat anda lakukan untuk menciptakan perusahaan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas dapat dilakukan secara otomatis, tapi bila ada pertanyaan-pertanyaan yang membutuhkan penelitian untuk menjawabnya, maka hal ini tidak akan memungkinkan kandidat untuk mengidentifikasi leadership brandnya.

Setiap akan dilakukan kenaikan pangkat, misalnya dari IIC ke III A, selalu dilakukan Performance Appraisal, tapi menurut penilaian saya (saya adalah ex PNS), sistem ini tidak dapat menggali apakah seseorang memiliki leadership brand atau tidak. Idem untuk bidang swasta.

*BAGAIMANA ANDA DAPAT MENGETAHUI APAKAH ANDA PUNYA LEADERSHIP BRAND ?*

Apakah anda ingin mengetahui bagaimana leadership brand anda? Apakah anda memiliki brand atau tidak.
Anda harus mulai dengan pertanyaan:
*_Tipe kepemimpinan yang bagaimana yang anda inginkan??_*
Untuk menjawab pertanyaan di atas, bahkan seorang senior managerpun menemui kesulitan.

Ada 4 langkah untuk membantu jawaban dari pertanyaan di atas.

# *Masa Lalu*
*Track record
* Feedback (umpan balik)
* Hal-hal yang mempengaruhi (influencers)
* conscience (suara hati/superego)

# *Masa kini*
* gairah
* nilai-nilai
* karier
* talenta

# *Masa yang akan datang*
* imajinasi
* vision
* karakter
* keseimbangan.

# *Legacy*
* kontribusi
* dampak (impact)

Ke 14 pertanyaan di atas harus dijawab untuk menetapkan apakah anda punya leadership brand/tidak.

*Bersambung*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here