KONGRES KEBANGSAAN & PERJUANGAN: LAWAN RASISME KARENA INDONESIA ADALAH SATU BANGSA YANG SEDERAJAT

0
47

 

Jakarta, Suarakristen.com

Menyikapi situasi politik atas perilaku  rasisme yang terjadi di Surabaya dan Malang serta bergejolaknya masyarakat Papua, puluhan organisasi yang tergabung dengan nama Kongres Perjuangan menyatakan keresahan dengan kejadian rasisme terhadap mahasiswa Papua di daerah Jawa Timur. Deklarasi sikap tersebut digelar  di Gedung Joeang’45, Jalan Menteng raya, Jakarta, Rabu (21/8).

C. Suhadi, SH,MH, kuasa hukum kongres Perjuangan, menyatakan, “Hukum harus dijadikan panglima dan jangan tebang pilih pada kejadian di Surabaya.

” Kejadian di Surabaya yang menimpa para mahasiswa Papua, harus dijalankan sesuai hukum yang berlaku. Hukum harus dijadikan panglima, jangan tebang pilih.” tegas Suhadi saat di tanya wartawan.

Gus Sholeh Marjuki, sebagai tokoh agama dari Jawa Timur, menyatakan permohonan maaf atas kejadian yang terjadi di Malang.

“Orang Jawa Timur emang kalau bicara gitu, mohon dimaklumi dan saya memohon maaf atas nama masyarakat Jawa Timur.” Kata Gus Sholeh.

Aznil Tan sebagai Juru bicara Kongres Perjuangan, membacakan pernyataan;

Kami terdiri dari tokoh-tokoh Anak Bangsa Berkebhinekaan. Dalam kongres kali ini kami menamakan diri Kongres Perjuangan dan kami adalah Satu NKRI. Dengan ini kami menyatakan sikap:

1. Bahwa kita satu bangsa, kita bersaudara. Tidak ada perbedaan antara kita. Tegak sama tinggi, duduk sama rendah. Republik ini milik kita bersama.

2. Bahwa sikap-sikap rasis menghina harkat martabat suku anak bangsa adalah perbuatan yang perlu kita kecam. Harus diproses secara hukum.

3. Bahwa perilaku rasis pada peristiwa terjadi di Surabaya dan Malang adalah perbuatan sekelompok orang yang kuat diduga bermotif politik untuk menciptakan Indonesia kacau.

4. Bahwa pernyataan rasis dari aparat adalah perbuatan oknum yang harus ditindak.

Baca juga  FH UPH BERI PENYULUHAN DAN KONSELING HUKUM DI STT GKS LEWA, SUMBA TIMUR

5. Bahwa ada upaya memecah belah persatuan kita.Kami menghimbau masyarakat Papua untuk tidak terhasut oleh perilaku-perilaku yang merusak persaudaraan kita tersebut dan kita tetap satu.

6. Bahwa atas tindakan rasis dan over acting aparat kepolisian terhadap mahasiswa Papua di Jawa Timur pada tanggal 16 Agustus , kami menuntut Presiden untuk segera mencopot Kapolda Jatim serta Kapolrestabes Surabaya dan Kapolres Malang

7. Menuntut Kapolri untuk segera menangkap provokator dari tokoh-tokoh ormas yang sengaja memprovokasi suasana dan mengadu-domba sesama anak bangsa untuk menciptakan kekacauan dengan menyebarkan berita hoax.

8. Menuntut pihak kepolisian untuk segera memeriksa Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko atas dugaan pernyataannya yang berbau rasis.

10. Mengapresiasi permintaan maaf Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang telah menunjukan sikap kebersamaan kita sebagai sesama anak bangsa.

Jakarta 21 Agustus 2019
Hormat kami,

*KONGRES KEBANGSAAN*
1. RNA 98
2. POSKO RELAWAN
3. GERAKAN JAGA INDONESIA
4. POROS BENHIL
5. GERCIN NKRI
6. ENERGI 01
7. GARDA PERAWAT KEBANGSAAN
8. HAWA
9. AKSI BAJA NKRI
10 GENERASI NAWACITA
11. NINJA
12. ALUMNI SMA JARINGAN BERSAMA INDONESIA (ASJBI)
13. RELAWAN JOKOWI
14. JPIP
15. Jaringan Pengajian Kebangsaan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here