PUNYA IMAN DAN KERENDAHAN HATI

0
206

 

Sabtu, 20  Juli 2019
Baca: Matius 8:5-13

”Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.”_ Matius 8:8

Selama hidup di dunia ini kita tak bisa menghindarkan diri dari masalah atau persoalan hidup yang selalu datang tanpa diduga dan tanpa memandang bulu. Sekalipun berbagai cara dan upaya kita tempuh dengan mengerahkan kekuatan dan kemampuan, kita seringkali tak mampu mengatasinya.

Ini membuktikan bahwa kekuatan kita sebagai manusia ada batasnya. Satu-satunya cara yang dapat menolong dan melepaskan kita dari persoalan yang membelit adalah kita harus datang kepada Kristus, Dialah Sang Juruselamat, karena Dia adalah jalan dan kebenaran dan hidup (Yohanes 14:6).

Langkah inilah yang juga ditempuh oleh seorang perwira Romawi yang sedang mengalami persoalan, yaitu hambanya sedang sakit keras. Perwira ini datang kepada Tuhan untuk meminta pertolongan bagi hambanya yang sedang sakit. Mendengar hal ini Tuhan pun tergerak hati untuk segera menjawab permintaannya, padahal Tuhan tak kenal dia sebelumnya, dan perwira itu bukanlah termasuk murid-murid-Nya.

*Ada beberapa faktor yang menggerakkan Tuhan untuk bertindak:*

*1. Perwira itu punya iman.* Perwira Romawi itu tahu bahwa orang Yahudi tidak bergaul dengan orang dari bangsa lain, seperti dirinya, seperti tertulis: “…betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka.”_ (Kisah 10:28).

Itulah yang menjadi alasan baginya mengapa Tuhan tak perlu datang ke rumahnya, tetapi cukup dengan sepatah kata saja itu sudah cukup untuk menyembuhkan hambanya itu. Inilah bukti perwira ini punya iman yang luar biasa: ”…sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel.”_ (Matius 8:10).

Baca juga  PERSONAL LEADERSHIP BRAND (BAG IV)

*2. Punya kerendahan hati.* Perwira Romawi ini, sekalipun pangkatnya tinggi (mengepalai 100 prajurit), tetaplah orang yang rendah hati, tersirat dari pernyataannya: ”Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku,”_ (ayat nas).

Ia pun berempati terhadap hambanya yang sedang sakit di rumahnya. Meski sibuk, ia meluangkan waktu untuk hambanya itu dengan datang kepada Tuhan memohonkan kesembuhan (Matius 8:6).

*Iman dan kerendahan hati adalah kunci mendapatkan belas kasihan Tuhan!*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here