Mahasiswa Unika Atma Jaya Kembangkan Robot Bantuan Untuk Misi Pencarian dan Penyelamatan Bencana

0
39

 

Jakarta, Suarakristen.com

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.564 kejadian bencana alam di Indonesia sepanjang tahun 2018. Badai, tanah longsor, gempa bumi dan serangan teror kerap meninggalkan kerusakan yang meluas, mulai dari kerusakan pada lingkungan hidup hingga menimbulkan korban jiwa.

Para korban yang terkena bencana seringkali sangat sulit dijangkau oleh tim pencari dan penyelamat karena lokasinya. Selain lokasi, informasi mengenai medan yang ditempuh juga mempengaruhi jalannya misi pencarian. Seringkali minimnya kendaraan bantu dalam kegiatan pencarian menjadi keterbatasan dalam melakukan misi penyelamatan.

Permasalahan ini membuat anak bangsa terus berinovasi untuk menciptakan teknologi pencarian dan penyelamatan pada keadaan bencana. Salah satunya mahasiswa dari Program Studi Teknik Mesin Unika Atma Jaya, yaitu Yosua Kurniawan, selaku Ketua Tim, Ferdinand Edlim, selaku Anggota 1, Febrian Andika, Anggota 2, dan Christiand, S.T., M.Eng, selaku Dosen Pembimbing Prodi Teknik Mesin Unika Atma Jaya, yang mengembangkan Search and Rescue Hybrid Robot (SRHR).

SRHR tersebut dilengkapi dengan mekanisme gerak hybrid berupa roda dan kaki bermiripan dengan hewan laba-laba. Robot dengan mekanisme gerak hybrid ini berguna untuk membantu kegiatan pencarian dan penyelamatan korban bencana. Robot dengan mekanisme tersebut juga dimungkinkan untuk digunakan dalam lingkungan industri maupun lingkungan alam seperti gua, tanah, dan jalan berbatu.

“Produk ini merupakan prototype yang masih akan kami kembangkan. Masih banyak hal yang harus dicoba seperti pengaplikasian feedback control, image recognition, GPS, serta proses pembuatan produk yang lebih dapat diandalkan,” jelas Yosua.

Yosua juga memaparkan bahwa selama ini mereka hanya mengandalkan teknologi 3D printing sehingga masih banyak yang harus dilakukan untuk menyempurnakannya. Robot SRHR ini baru dilakukan uji coba fungsi modul dan pergerakannya saja. Robot ini didesain sesederhana mungkin sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut oleh pengembang lain. Diharapkan nantinya robot ini akan berguna untuk membantu misi pencarian dan penyelamatan pada bencana di Indonesia.

Baca juga  Jeannie Latumahina: PCPI Usul Presiden Jokowi Canangkan Kembali Gagasan " Pembangunan Nasional Sebagai Pengamalan Pancasila" sebagai Paradigma Pembangunan Nasional.

Pembuatan prototype robot ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan dan di biayai oleh Dirjen Belmawa Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Hasil prototype robot ini telah ditampilkan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-31 di Universitas Negeri Yogyakarta 2018.

Pengembangan SRHR ini dilakukan di bawah Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Mesin, Unika Atma Jaya. Selain Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik Unika Atma Jaya juga membuka Program Studi Teknik Elektro, Teknik Industri, dan Sistem Informasi dengan kurikulum yang terus mengikuti perkembangan zaman dan sertifikasi yang berguna sebagai bekal di dunia industri.

***

Tentang Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Unika Atma Jaya yang berdiri tanggal 1 Juni 1960 kini memiliki 21 program studi sarjana (S1) dan 11 program Pasca Sarjana serta 4 Prodi Profesi.

Fakultas: Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi (berdiri 1960), Fakultas Pendidikan dan Budaya (FPB) dan Fakultas Teknik (FT) tahun 1961, Fakultas Hukum (FH) tahun 1965, Fakultas Kedokteran (FK) tahun 1967, Fakultas Psikologi (FP) tahun 1992, serta Fakultas Teknobiologi (FTb) tahun 2002 sebagai fakultas teknobiologi pertama di Indonesia.

Program Pasca Sarjana:

Graduate School of Business and Economics: Magister Manajemen (MM), Magister Administrasi Bisnis (MABI), Magister Akuntansi (MAKSI) dan Magister Ekonomi Terapan (MET) dengan konsentrasi Ekonomi dan Perbankan (Risiko Keuangan).

Magister Bioteknologi, Magister Sains Psikologi, Magister Ilmu Hukum, Magister Teknik, Magister Teknik Elektro dan Magister Linguistik Terapan Bahasa Inggris (LTBI),

Program Doktor: Linguistik Terapan Bahasa Inggris (LTBI) dan Psikologi

Program Profesi: Profesi Akuntansi, Profesi Psikologi, Profesi Dokter, dan Profesi Insinyur

Baca juga  Dialog Memaknai Perdamaian Aceh, Para Tokoh Aceh Minta Semua Pihak Jaga Sikap Saling Percaya

Unika Atma Jaya saat ini sudah memiliki 3 lokasi kampus:

Kampus Semanggi sebagai Center for Nation Development (3,6 hektar)

Mengembangkan beragam kajian yang sangat relevan dengan sinergi Bisnis-Pemerintah-Masyarakat.

Kampus Pluit sebagai Center for Health Development (4,2 hektar)

Menyelenggarakan pendidikan Kedokteran dan Farmasi yang unggul, berkualitas, dan bereputasi internasional melalui metode experiential learning hospital bersama Rumah Sakit Atma Jaya.

Kampus BSD sebagai Center for Human Development di BSD (20 hektar)

Berfokus pada pengembangan dan pembentukan karakter mahasiswa sebagai penerus bangsa.

Berbagai penghargaan diraih oleh Unika Atma Jaya. Tahun 2016 meraih Akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), menjadi salah satu dari Indonesian best 50 promising universities dengan prestasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat yang diakui secara nasional maupun internasional. Kampus peraih Standar Nasional Indonesia (SNI Award), Juara Umum PTS Bersih Narkoba 2014, predikat dari BNN dan Kemenpora. PTS Unggulan 2012 dan 2013 bidang Penjaminan Mutu, Budaya Akademik, Pembinaan Dosen Tetap, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, serta Pembinaan Mahasiswa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here