TETAPLAH BERSEMANGAT

0
128

Oleh: Pdt.Lundu H.M.Simanjuntak

 

(Ayub 17:9)

Meskipun begitu orang yang benar tetap pada jalannya, dan orang yang bersih tangannya bertambah-tambah kuat.

Seorang siswi SMA kelas 10 selalu masuk kelas terlambat, dan mendapatkan hukuman berdiri di depan kelas selama 2 jam oleh wali kelas. Tidak cukup hanya mendapatkan hukuman berdiri, namun setiap kali ia masuk kelas teman-temannya mengejek dengan serempak bersuara huuuuuu………………..

Siswi tersebut lebih memilih datang terlambat dan siap untuk menerima hukuman berdiri setiap hari. Walau wali kelas telah diberitahu bahwa setiap pagi ia harus lebih dahulu mengurus mamanya yang sedang sakit keras, namun tetap saja tidak peduli dan selalu memberi hukuman.

Siswi tersebut tetap bersemangat menghadapi semuanya walau harus mendapatkan hukuman dan ejekan dari temannya.

Suatu saat (sore hari) wali kelas melihat siswi tersebut bernyanyi di perempatan jalan sambil memainkan gitar kecil seadanya untuk mengamen. Betapa terkejutnya sang wali kelas melihatnya dan keesokan hari wali kelas bertanya mengapa ia mengamen.

Siswi tersebut mengatakan bahwa ia ingin membantu kehidupan ekonomi keluarganya, papaku sudah meninggal dan mama sedang sakit sementara ia memiliki 2 orang adek. Tadinya mama kerja di sebuah pabrik sebagai buruh namun sudah berhenti karena jatuh sakit.

Berapa kamu bisa dapat uang setiap mengamen? Rata-rata Rp.50 ribu, jawabnya. Hampir setiap hari ada saja pengendara yang memberikan uang kepadaku Rp.5 rb bahkan ada yang memberi Rp.10 rb bahkan pernah ada yang memberi Rp.100rb.

Mendengar itu wali kelas meneteskan air mata, karena mengetahui semangat siswi tersebut begitu tinggi untuk terus bersekolah walau mendapat hukuman dan ejekan dari teman-temannya. Mengapa anda seakan tidak peduli dengan hukuman serta ejekan dari teman-temanmu? Dan terus bersemangat untuk bersekolah? Jawabnya: karena aku tahu yang kulakukan adalah hal yang benar yaitu membereskan mamaku yang sakit setiap pagi walau karena itu aku terlambat dan mendapat hukuman serta ejekan.

Baca juga  Solois Marcell Siahaan Ungkap Kekaguman Pada Raisa

Wali kelasnya semakin merasa menyesal dan teman-temannya merasa dipermalukan oleh Tuhan karena siswi tersebut mendapat juara 1 dalam kelas bahkan juara umum dari semua kelas 1 yang terdiri dari 5 kelas.

Demikianlah yang dialami oleh Ayub, yang hidupnya semakin terus terpuruk karena semua anggota keluarganya meninggal. Tidak hanya sampai disitu, hartanyapun habis bahkan Ayub sendiripun mengalami sakit dan kurus.

Teman-teman Ayubpun walau nampak memberi perhatian namun faktanya justru malah semakin membebani Ayub dengan mengatakan bahwa Ayub telah berdosa terhadap Allah. Teman-teman Ayub berkata bahwa Allah telah marah sehingga menghukum dan membuatnya menderita.

Ayub tetap berjalan pada jalannya dan tetap melakukan aktivitasnya seperti biasa karena ia merasa benar. Sebagai orang yang percaya kepada Allah, Ayub siap untuk menerima hal yang menyenangkan hatinya dan menerima hal yang menyakiti hatinya.

Demikian ayat hari ini menunjukkan keyakinan Ayub bahwa Allah pasti akan berpihak kepada orang benar walau harus lebih dahulu mengalami penderitaan. Meskipun begitu orang yang benar tetap pada jalannya, dan orang yang bersih tangannya bertambah-tambah kuat.

Ayub akhirnya bertambah hebat, bertambah kuat, dan membuat para musuhnya seakan dipermalukan oleh Allah. Yang pasti Ayub telah memberi teladan bagi kita tentang sikap yang baik saat mengalami penderitaan.

Memang Ayub sangat yakin bahwa penderitaannya itu diakibatkan Tuhan sedang menekan dirinya, bukan karena ia memiliki kesalahan. Ayub tetap bersemangat walau para sahabatnya terus menyalahkan dan memojokkan dia.

Ayub sangat yakin dan percaya bahwa Allah akan membela dirinya karena yang dikatakan teman-temannya itu salah. Ayubpun sangat berani untuk meminta kepada Allah jaminan kebenaran akan dirinya dan menyatakan para temannya pasti bersalah, sebab mereka telah memfitnah dia (ayat 3-5).

Baca juga  Yayasan Semai Jiwa Amini (SEJIWA) dan ID-COP (Indonesia Child Online Protection) Gelar Sarasehan “Advokasi Mengenai Perlindungan Anak di Ranah Online”.

Mari saudaraku tetap bersemangat menjalani hidup ini sekalipun banyak orang yang suka mencela kita, menghianati kita, mengolok-olok kita. Sepanjang kita yakin bahwa perilaku kita benar tetaplah berjalan pada jalannya, karena Allah pasti akan menguatkan kita, Amen.

DOA:
Ya Allah, tolonglah aku untuk tetap memiliki semangat hidup dikala mengalami penderitaan, karena aku yakin orang benar akan memperoleh kekuatan, Amen.

SELAMAT PAGI
DAN
SELAMAT BERAKTIVITAS

(Pdt.Lundu H.M.Simanjuntak-Pdt HKBP Ressort Cipayung Cilangkap)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here