PERGUMULAN

0
217

 

*_Yer 20 : 8 “Sebab setiap kali aku berbicara, terpaksa aku berteriak, terpaksa berseru: “Kelaliman! Aniaya!” Sebab firman TUHAN telah menjadi cela dan cemooh bagiku, sepanjang hari.”_*

Dapat dibilang dilemma kehidupan sedang di alami oleh Yeremia dalam nas ini. Dia melaksanakan tugas panggilan Tuhan, namun yang dia dapatkan adalah cela dan cemooh.

Seperti yang dialami oleh Yeremia ini, kita pun pada suatu saat tertentu bisa mengalami suatu kondisi terberat dari segala situasi yang sudah pernah kita alami sebelumnya. Sehingga bisa muncul Tanya dalam hati tentang kuasa penyertaan Tuhan, mempertanyakan kehadiran Tuhan dalam situasi sulit yang kita hadapi.

_Apakah Tuhan melihat, memperhatikan dan akan menolong kita pada situasi yang berat itu?_ Namun, firman Tuhan ingin meneguhkan kita. bahwa justru saat-saat seperti inilah kita berada pada suatu puncak tertinggi yang menjadi penentu kekokohan kita dalam menjalani hidup selanjutnya.

Apakah kita ingin hidup bersama Tuhan selamanya, atau kita mau hidup bersama kemauan daging kita. Apakah kita benar-benar yakin pada peran Tuhan dalam hidup kita atau tidak. Walaupun kita telah memiliki keyakinan dan ketekunan hidup bersama Tuhan bukan artinya kita begitu saja lepas dari segala macam pergumulan.

Siapapun orangnya, bagaimanapun kekayaan, kehormatan dan derajatnya, tetap pada suatu saat dalam hidupnya akan menghadapi pergumulan bahkan menghadapi pergumulan terberat.

*”Jika saat ini kita menghadapi tekanan hidup yang berat, bukan artinya selamanya kita akan hidup dalam masa sulit itu, bahwa akan ada juga masa dimana kita lepas dari tekanan hidup itu. Badai pasti berlalu.”*

Tetap semangat dalam Tuhan Yesus Kristus, terus berjuang dan Tuhan mengasihi selalu.

Baca juga  Octopus Ajak Masyarakat Ubah Sampah Jadi Rupiah yang Bisa Biayai Gaya Hidup Masa Kini

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here