Setara Institut Selanggarakan Seminar Penelitian tentang Tumbuhnya Kaum Islamis di Kampus-Kampus PTN

0
114

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

Bertempat di Hotel Ibis Jakarta Tamarin Jl.KH Wahid Hasyim No.77, Jakarta Pusat dilangsungkan seminar yang bertajuk Presentasi Penelitian tentang Tumbuhnya Kaum Islamis di Kampus-Kampus Perguruan Tinggi Negeri, Jumat (31/05/2019).

Seminar tersebut diluar dugaan peserta melebihi kapasitas. Semula acara yang akan di langsungkan di lantai 2 dialihkan ke lantai 1 agar dapat menampung peserta yang membludak. Hal tersebut terjadi karena topik/tema yang diangkat sangat membumi sehubungan dengan intoleransi dan radikalisme yang akhir-akhir ini tumbuh di Indonesia.

Acara tersebut berlangsung atas prakarsa Setara Institut dengan menampilkan pembicara : Ade Armando dari Universitas Indonesia, Ismail Hasani dari Setara Institut, Halili dari Institut Pertanian Bogor, Ayu Ida dari Universitas Islam Negeri Jakarta.

Dalam kesempatan tersebut Ismail Hasani mengungkapakan, “Ada temuan-temuan kunci memetakan ancaman negara Pancasila di PTN yaitu : secara demografi kemahasiswaan, corak kegiatan keislaman, wacana keagamaan, gerakan keagamaan, penguasaan organisasi, pelanggaran hak dasar bagi minoritas non muslim, penyebaran wacana islamisme, Reproduksi wacana dan gerakan keislaman ekslusif di hampir seluruh area riset dilakukan dengan melakukan penguasaan atas masjid, wacana dan keagamaan ekslusif, yang berkembang di kalangan mahasiswa, surutnya iklim diskusi ilmiah, inisiatif untuk mencegah dan mengatasi radikalisme,”

Peserta yang hadir adalah orang-orang yang cinta dan bangga dengan Pancasila sebagai dasar Negara yang mempersatukan seluruh rakyat Indonesia. Mereka senang ketika mendengarkan pencerahan dari Ayu Ida yang mengungkapkan bahwa ada upaya-upaya dari Universitas Islam Negeri Jakarta meredam radikalisme mahasiswa Islam yang ada di sana,-hal ini mendapatkan aplus dari peserta seminar.

Peserta semakin bersemangat dan memberikan respon positif ketika Halili dari Institut Pertanian Bogor menyampaikan bahwa pimpinan IPB saat ini menerapkan kepada mahasiswa dengan menanamkan sifat keragaman dari mahasiswa agar dapat tumbuh mahasiswa yang tidak radikal dan bertoleransi.

Baca juga  Nota Kesepahaman Suplai Gas PLN, Pupuk Indonesia dari Proyek LNG Abadi Ditanda Tangani

Ade Armando semakin menegaskan mahasiswa yang islamis dan menurut pandangan tarbiyah di Universitas Indonesia dalam perkembangannya mendapat tantangan sehingga tidak mudah menancapkan kekuasaannya mereka mendapat tantangan dari kelompok non islam yang sekuler dan dianggap kafir oleh kelompok mereka.
Pemaparan itu semua mengungkapkan bahwa ada pertarungan Islam yang fundamental dan radikal dengan mahasiswa yang mengusung Pancasila demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) karena Negara kita adalah Negara yang beragam suku, agama, dan budaya.
Acara yang cukup sukses tersebut diakhiri dengan buka bersama.
(Ade Febrian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here