Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019: Indonesia dan Malaysia Menduduki Peringkat Teratas pada Pasar Wisata Muslim yang Tengah Tumbuh dengan Pesat

0
1531

– Indonesia menduduki peringkat teratas pada Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019 bersama dengan Malaysia.

– Singapura mempertahankan posisinya sebagai negara ramah Muslim terbaik di antara negara-negara non Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

– Pada tahun 2018, terdapat sekitar 140 juta wisatawan Muslim secara global – meningkat dibanding 131 juta wisatawan di tahun 2017 – di mana angka ini merepresentasikan 10% dari total wisatawan di industri wisata secara global.

– Untuk mengeposkan tweet terkait berita ini, salin dan tempel link berikut pada linimasa Twitter Anda dengan menyertakan #GMTI2019: https://www.crescentrating.com/halal-muslim-travel-market-reports.html

 

Jakarta, Suarakristen.com

Untuk pertama kalinya, Indonesia berhasil menduduki peringkat teratas Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019 bersama dengan Malaysia. Laporan ini mencakup 130 destinasi secara global, baik negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) maupun negara-negara non-Organisasi Kerja Sama Islam (non-OKI)[1]. Laporan GMTI 2019 menunjukkan bahwa tahun ini Singapura terus mempertahankan posisinya sebagai destinasi wisata ramah Muslim teratas di kalangan negara-negara non-OKI, diikuti oleh Thailand, Inggris, Jepang, dan Taiwan.

Laporan GMTI menganalisa kesehatan dan pertumbuhan berbagai destinasi wisata ramah Muslim berdasarkan empat kriteria strategis, yaitu akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan. Saat ini, GMTI menjadi studi terdepan yang menyediakan wawasan dan data untuk membantu negara-negara, pelaku industri, dan investor dalam melihat peluang perkembangan sektor pariwisata ini, sekaligus menjadi tolok ukur perkembangan sebuah negara dalam melayani berbagai kebutuhan wisatawan Muslim.

Pasar wisata Halal merupakan salah satu sektor pariwisata dengan tingkat pertumbuhan tercepat di seluruh dunia. Akan tetapi, terlepas dari potensinya yang besar, sektor ini relatif masih belum dikembangkan secara maksimal. Pada tahun 2026, kontribusi sektor pariwisata Halal diperkirakan melonjak sebesar 35% menjadi US$300 miliar terhadap perekonomian global, meningkat dari US$220 miliar di tahun 2020. Pada saat itu, wisatawan Muslim secara global diprediksi akan tumbuh menjadi 230 juta wisatawan, yang merepresentasikan lebih dari 10% total wisatawan global secara keseluruhan.

Indonesia berada di posisi teratas bersama Malaysia sebagai destinasi ramah Muslim

Baca juga  250.000 Jemaat Memadati GBK Hadiri Natal Tiberias 2019

Indonesia berhasil menduduki posisi teratas dalam indeks melalui serangkaian upaya yang telah dilakukan oleh Kementerian Pariwisata Indonesia dalam berinvestasi di industri pariwisata dan perjalanan, serta pengembangan infrastruktur-infrastruktur ramah wisatawan Muslim. Setelah sebelumnya berada di peringkat kedua, tahun ini Indonesia menduduki posisi pertama dalam GMTI 2019, bersama dengan Malaysia, dengan skor 78.

Negara-negara OKI lainnya, seperti Turki, Arab Saudi, Maroko, Oman dan Brunei Darussalam tetap populer di kalangan wisatawan Muslim. Destinasi-destinasi tersebut dapat terus merasakan manfaat dari lingkungan ramah Muslim mereka yang inheren dengan memanfaatkan berbagai teknologi baru guna membangun layanan yang secara strategis dapat menjangkau anak muda dan wisatawan Muslim milenial secara lebih baik.

Negara-negara Asia mendominasi destinasi-destinasi non-OKI teratas

Di antara negara-negara non-OKI, Singapura, Thailand, Inggris, Jepang dan Taiwan berhasil mempertahankan posisi mereka sebagai lima destinasi ramah Muslim teratas dan terus meningkatkan skor mereka dalam indeks. Korea Selatan dan Filipina untuk pertama kalinya juga berhasil memasuki peringkat 10 teratas di daftar negara non-OKI, menggantikan Jerman dan Australia. Spanyol juga masuk dalam daftar 10 besar negara non-OKI ramah Muslim, yang berkembang menjadi destinasi ramah wisatawan Muslim utama di benua Eropa tahun ini.

Sebagai upaya untuk menarik lebih banyak wisawatan Muslim, destinasi-destinasi non-OKI telah menjadi semakin aktif, jika dibandingkan dengan beberapa destinasi negara-negara OKI, dalam mengembangkan kapasitas dan kapabilitas mereka untuk menarik wisatawan Muslim. Sebagai contoh, beberapa negara seperti Spanyol, Korea Selatan dan Filipina telah mengembangkan sumber daya yang bermanfaat serta panduan perjalanan yang dapat memenuhi preferensi wisatawan Muslim, dengan membuat daftar restoran-restoran Halal terbaik dan fasilitas-fasilitas beribadah terdekat.

Halal Travel 2.0

Pasar wisata Halal telah melalui berbagai perubahan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Di awal dekade ini, para pelaku bisnis, hotel, dan operator perjalanan telah menyediakan layanan-layanan fungsional yang dapat memenuhi kebutuhan para wisatawan Muslim – Halal Travel 1.0. Penawaran-penawaran ini termasuk pilihan makanan halal, toilet yang menyediakan air bersih, dan fasilitas ibadah.

Baca juga  Stabilitas Politik Dan Keamanan Membangun Indonesia Maju"

Didorong oleh transformasi digital dan teknologi yang pesat, sebuah fase baru pasar wisata Halal pun hadir, yang ditentukan oleh pengalaman dan konektivitas – Halal Travel 2.0. Halal Travel 2.0 memanfaatkan teknologi-teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), realitas tambahan (Augmented Reality) dan realitas virtual (Virtual Reality) untuk melibatkan para wisatawan Muslim secara lebih baik di era digital ini.

Tujuan Pengembangan Wisata Halal

CrescentRating telah mengidentifikasi lima kategori yang dapat mengembangkan sektor perjalanan Halal lebih jauh. Tujuan Pengembangan Wisata Halal ini menyediakan kerangka kerja menyeluruh yang menjadi cetak biru (blueprint) untuk industri pariwisata. Para mitra dan organisasi terkait dapat menggunakan tujuan tersebut sebagai panduan untuk menyusun strategi dalam meningkatkan sektor pariwisata Halal.

Lima Tujuan Pengembangan Wisata Halal ini meliputi:

· Integrasi, Keberagaman dan Keyakinan: Memungkinkan umat Muslim agar dapat aktif sebagai masyarakat dalam komunitas global sekaligus tetap memenuhi kewajiban spiritual mereka.

· Peninggalan Sejarah, Budaya dan Koneksi: Menghubungkan para wisatawan Muslim dengan sesama wisatawan Muslim, komunitas lokal, peninggalan budaya dan sejarah di destinasi-destinasi pilihan mereka.

· Edukasi, Wawasan dan Kapabilitas: Meningkatkan pemahaman di kalangan komunitas. Meningkatkan pengetahuan para akademisi dan pelaku industri untuk meningkatkan kapabilitas para pemangku kepentingan.

· Industri, Inovasi dan Perdagangan: Menciptakan peluang baru untuk meningkatkan perdagangan melalui sektor pariwisata dan mendorong pertumbuhan di berbagai sektor.

· Kesejahteraan dan Pariwisata Berkelanjutan: Mengenali tanggung jawab para pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan dampak sosialnya bagi para wisatawan, komunitas yang lebih luas dan lingkungan.

“Seiring dengan pasar wisata Halal yang semakin bertumbuh dan berkembang, kami percaya bahwa laporan ini, dan didukung oleh laporan ‘Halal Travel Frontier 2019’ yang diluncurkan pada awal tahun, telah membuka peluang baru untuk fase berikutnya dari perkembangan segmen wisata yang unik ini, yaitu Halal Travel 2.0. Laporan ini juga menampilkan lima ‘Tujuan Pengembangan Wisata Halal’ serta pembaruan ‘Kebutuhan Layanan Berbasis Keyakinan Umat Muslim’ untuk membantu seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun perencanaan yang jelas dalam meningkatkan pasar ini,” kata Fazal Bahardeen, CEO CrescentRating dan HalalTrip.

Baca juga  CARILAH TUHAN MAKA KAMU AKAN HIDUP

“Mastercard berkomitmen untuk bekerja sama dengan para mitra dalam mengembangkan segmen pariwisata yang dinamis ini. Dengan semakin banyaknya wisatawan Muslim yang menjelajahi dunia, mereka akan membutuhkan solusi pembayaran digital yang dapat dipercaya dan aman. Mastercard sangat senang dapat berkolaborasi dengan CrescentRating untuk memberdayakan para pemangku kepentingan dengan berbagai wawasan yang dapat ditindaklanjuti serta untuk mengembangkan berbagai penawaran yang diciptakan khusus untuk memenuhi kebutuhan keagamaan dan kebudayaan para wisatawan Muslim,” kata Safdar Khan, Division President Indonesia, Malaysia & Brunei, Mastercard.

Laporan GMTI 2019 secara lengkap tersedia di: https://www.crescentrating.com/halal-muslim-travel-market-reports.html.

SELESAI

Tentang Crescentrating Pte Ltd

CrescentRating merupakan otoritas terkemuka di industri wisata halal. Visi perusahaan adalah untuk memimpin, berinovasi dan mendorong segmen melalui solusi praktis dan mudah disampaikan terhadap apa yang pada saat ini dianggap sebagai salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di sektor pariwisata. CrescentRating’s menggunakan wawasan, kecerdasan di dalam industri, gaya hidup, perilaku dan penelitian akan kebutuhan dari para wisatawan Muslim dalam memberikan panduan mengenai segala aspek dari wisata halal kepada organisasi-organisasi di seluruh dunia.

Pelayanan CrescentRating’s sekarang mencakup penilaian & akreditasi, penelitian & konsultasi, pelatihan, ranking & indeks, acara / kerja sama dan penyediaan konten.

Website: http://www.crescentrating.com

Twitter: http://twitter.com/crescentrating

LinkedIn: https://www.linkedin.com/company/crescentrating

Tentang Mastercard

Mastercard (NYSE: MA), www.mastercard.com, merupakan perusahaan teknologi pada industri keuangan global. Jaringan pemrosesan pembayaran global kami menghubungkan konsumen, institusi keuangan, merchant, pemerintah dan pelaku bisnis di lebih dari 210 negara dan teritori. Produk dan solusi Mastercard membantu aktivitas perdagangan sehari-hari – seperti berbelanja, melakukan perjalanan, menjalankan bisnis dan mengelola keuangan – menjadi lebih mudah, aman dan efisien untuk semua orang. Follow Twitter kami di @MastercardAP dan @MastercardNews, ikuti perbincangan kami di Cashless Pioneers Blog dan dapatkan berbagai berita terbaru kami dengan subscribe pada Engagement Bureau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here