SANTRI BERCENGKRAMA DENGAN WEBSITE

0
58

Jakarta, Suarakristen.com

 

Koperasi café ilmu pontren Khatamun Nabiyyin gemerlap dengan lampu menghias. Suasana lengang sejenak sebelum Ustadz Asman memberi salam kepada para santri. Pelajaran tata cara mengelola web adalah tema malam itu. Rabu, 03 April 2019 tepat jam 09.30, kembali berkenalan dengan dunia digital. Beberapa santri hadir, walaupun prioritas pembekalan untuk tim cyber dan publikasi khatam press.

Ustadz mulai menjelaskan, seolah memecah keributan santri yang keasyikan bercanda. Seketika ruang koperasi hening, kembali fokus dan menyimak. Pertama yang harus diketahui adalah istilah dalam Web dan internet. Disebutkan ada Hosting artinya tempat dimana Website itu bertanggal dan tinggal. Sementara domain adalah sebuah nama yang dipakai untuk mengunjungi suatu Website. Dalam bahasa sederhananya, nama Website. Contoh google.com. Ustadz menjelaskan dengan santai, sambil mengutak- atik laptop.

Cara kerja domain dan hosting memang meniru perumpamaan yang telah disebutkan di atas. Setiap domain akan menjadi nama yang dikenal dalam dunia internet dari sebuah website. Sementara website tinggal di dalam web hosting. Domain ada beberapa jenis, yaitu dari golongan TLD dan free domain. TLD adalah nama pendek dari (top level domain). Sementara free domain adalah domain yang bebas kita akses, bisa diperoleh, tanpa ada biaya sepeser pun.

Penanggungjawab mengurus semua domain itu adalah organisasi non profit bernama ICANN. Mengatur bagaimana domain tld bisa sampai bertahan sekarang ini. Semua Domain mengarah ke web hosting melalui perangkat media yang disebut server, kemudian mengarahkan domain ke web hosting. Ustadz asman menambahkan, server adalah kekuatan jaringan sebuah web. Semakin kuat dan besarnya server, semakin cepat dan berkualitas juga sebuah web itu, meskipun ribuan robot mesin mengakses web itu secara bersamaan, dengan niat untuk mematikan, juga tidak akan berarti apa apa. Sebab kekuatan mesin servernya yang begitu luas dan canggih.

Baca juga  PCPI: Indonesia Berduka Kehilangan Putera Terbaik Bangsa Prof. Dr. BJ. Habibie

Contoh aplikasi yang sudah mandiri memiliki web sendiri, tentunya dengan kekuatan super power canggih adalah facebook, instagram, whats’app, disusul beberapa toko online seperti lazada, tokopedia, bukalapak dan sebagainya. Jika aplikasi ini tidak kuat server, bisa dipastikan akan mati total ketika jutaan orang mengakses secara bersamaan. Setiap web hosting memiliki IP address, dan itulah yang akan menjadi alamat web hosting. Domain hanyalah alat mempermudah manusia menuliskan alamat web. Bisa terbayang, kita harus mengingat 12 digit nomor untuk mengunjungi google, atau IP address versi 6 yang mencapai 16 digit.

Domain juga ada beberapa tingkatan sesuai dengan kualitas, tentunya dengan harga yang berbeda juga. Domain gratis umumnya memiliki kelemahan pada setiap pilihannya. Menjadi halangan, jika mendaftar ke website atau blog ke penyedia iklan untuk dikomersialkan, jawabannya pasti ditolak. Tidak menarik sama sekali, sangat kentara dari tampilan kalau gratisan. Begitupun dengan hosting. Biasanya tidak stabil dan support sangat kurang.

Ada beberapa alternatif untuk menentukan hosting sebelum domain. Seperti free hosting service, hosting gratisan, shared hosting service, website disimpan dalam CPU dan dipakai dengan website lainnya. Namun ketika banyak yang akses, maka dia akan down. Dedicated hosting service, hosting termahal dan sangat bagus, bisa dikontrol atau install ulang server.

Masih ada yang lebih tinggi yaitu cloud hosting services, powerfull. Meskipun server down, masih bisa dihandle langsung dengan server lainnya. intinya hosting ini tidak akan mati. Jasa pelayanan hosting dari yang telah disebutkan, jumlahnya lumayan banyak, ustadz hanya menyebutkan terbaik, seperti masterWebnet.com, idWebhost.com., RumahWeb., Ardhosting.com. dan niagahoster. Kami bersepakat memilih Niagahoster untuk tindak lanjut pembuatan Web. Mengelola dengan design Web segera pada peretemuan selanjutnya.

Baca juga  Film Horor Lorong Tayang Di Bioskop Indonesia 12 September 2019

(Johan Sopaheluwakan/Farham Rahmat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here