Politik Milenial, Politik Solidaritas: Untuk Demokrasi yang Bermartabat

0
62

Oleh: Alan Christian Singkali

Udara pagi 2019 yang segar ini menyiratkan bahwa harapan dan cita akan kita raih dengan segala optimisme. Semalam berlalu kita tutup dengan segala kebaikan dan keburukan tahun 2018. Kembang-kembang api memecahkan kisah-kisah lampau yang hilang ditelan angkasa. Forgive but never forgetted, itulah mungkin ungkapan yang tepat untuk menggambarkan masa lalu.

Ya, benar! Sudah seharusnya kita move on dari segala yang telah lalu. Tapi jangan pernah lupakan bahwa kita pernah tersandung, kita pernah jatuh, dan mungkin kita pernah menyakiti satu sama lain. Menyakiti karena beda pikiran, beda pilihan, atau bahkan hanya beda selera. Bukannya perbedaan adalah sebuah kemutlakan di muka bumi?

Seharusnya kita sadar bahwa aku memilih ini bukan berarti aku membencimu yang memilih itu. Seharusnya kita sadar bahwa pilihan itu soal proses hidup yang akan kita lewati. Kita tetap akan sadar bahwa kita sebenarnya tidak terpisah satu sama lain karena kita adalah “SATU” Indonesia.

Sudahilah saling mencemooh dan mencaci maki, toh kalau ada yang salah memilih itu karena kita masih manusia yang memijak bumi. Tahun ini akan sangat berat dilalui kalau kita masih menyimpan dendam masa lalu, namun akan sangat ringan dilewati kalau kita bergandengan tangan menatap masa depan.

Tahun ini juga kita memasuki masa-masa bonus demografi, anak-anak muda Indonesia dituntut agar meningkatkan kapasitas diri untuk menyambut pasar tenaga kerja global. Kalau maksimal kita untung besar, kalau kita lalai beban negara yang akan semakin besar. Oleh sebab itu, kita sadar ternyata membangun negara adalah tanggungjawab bersama, bukan hanya karena kemampuan satu atau dua orang saja. Walau presidennya hebat, kalau rakyatnya tidak mau berkembang akan sulit menjawab tantangan global. Semuanya itu harus kita mulai dengan optimisme dan terus berpikir positif tanpa meninggalkan budaya kritis.

Baca juga  Prudential Indonesia Luncurkan PRUCritical Benefit 88

2019 juga akan kita lewati dengan sebuah pesta demokrasi yang cukup menegangkan. Menegangkan jika kita tidak betul-betul melihat itu sebagai sebuah pesta. Semestinya pesta, wajib ada kegembiraan, bukannya tarung urat syaraf yang potensi bikin stroke. Oleh karena itu tinggalkanlah budaya politik yang menegangkan agar banyak orang yang dulunya apatis bisa ikut bergembira bersama menikmati pesta.

Sebagai sebuah negara yang lahir di masa-masa meletusnya revolusi dunia, Indonesia meletakkan dasar Pancasila-nya dalam bingkai demokrasi. Oleh karena itu demokrasi Indonesia adalah demokrasi yang bermartabat. Demokrasi yang meninggikan azas Ketuhanan tanpa melupakan Kemanusiaan, yang menguatkan Persatuan tanpa mengesampingkan Permusyawaratan, dan yang mengaminkan Kebhinnekaan tanpa meninggalkan Keadilan Sosial.

Tahun 2019, kita akan masuki dengan semangat demokrasi yang lebih bermartabat. Semuanya demi keagungan bangsa yang kita cintai dan hanya untuk kejayaan Negara yang paripurna ini. Mulai sekarang mari hentikan kampret-kampretan dan cebong-cebongan karena sejatinya kita manusia yang sama-sama menginginkan kebaikan.

Momentum 2019, kita perkuat budaya milenial yang produktif-kritis dan sadar lingkungan. Kita buang jauh-jauh nafsu korup dan diskriminatif. Kita bersihkan hati, pikiran, sikap, jiwa, yang akhirnya akan turut membersihkan lingkungan kita. Mari bersih-bersih agar perjalanan kita menapak 2019 menyenangkan.

Loyalitas dan integritas akan membawa kita sebagai manusia Indonesia yang kuat, oleh karena itu cukupkanlah dirimu dengan kesetiaan. Setia pada satu negara, satu bangsa dan satu dasar berpijak Pancasila. Ingat! Kita manusia Indonesia yang bermartabat, yang tidak mudah takluk oleh godaan, hambatan, rintangan, ataupun tantangan.

Akhir kata selamat bersolidaritas di tahun yang baru! Tinggilah Iman Tinggilah Ilmu dan Tinggilah Martabat Demokrasi Kita.

Salatiga, 1 Januari 2019
Salam!!
_Alan Christian Singkali,_
_Koordinator Jaringan Milenial Anti-Korupsi dan Anti-Intoleransi (JARING MILEA)_

Baca juga  Restoran Jepang "Katsu Nikaido" Dibuka di Transmart Cempaka Putih, Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here