MENJADI PEMBERITA FIRMAN ALAH

0
499

Oleh:  Pdt.Lundu H.M.Simanjuntak

(2 Timotius 4:1-5)

Paulus dengan semangat tinggi menyampaikan nasihat atau harapannya kepada Timotius untuk terus bersemangat memberitakan Injil. Padahal saat itu Paulus sedang berada di penjara, sedang mengalami penderitaan besar, namun semangatnya tetap tinggi.

Mengapa demikian? Karena ia sadar bahwa penderitaan yang ia alami tidak sebanding dengan kemuliaan yang akan dinyatakan Allah kelak (Room.8:18). Paulus sangat yakin betul bahwa kemuliaan itu pasti akan nyata bagi orang yang percaya dan setia kepada Yesus.

Itu sebabnya Paulus tidak henti-hentinya mendorong, menguatkan dan menyemangati  Timotius agar terus maju dalam memberitakan Injil. Timotius yang sudah diangkat menjadi anak Rohani dari Paulus tentu berusaha untuk menuruti dan sekaligus meneladani guru  rohaninya itu, walau sedang dipenjara namun  semangatnya untuk berkarya bagi Tuhan tidak pernah surut.

Dengan tegas Paulus menasihati dan meminta:  Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran (ay.2). Mumpung masih ada kesempatan, Paulus mengingatkan kita juga untuk mau menjadi pelayan Tuhan sebaik mungkin, serta memanfaatkan waktu yang diberikan Tuhan kepada kita.

Paulus yang merasa bahwa hidupnya akan berakhir dan saatnya pasti berakhir, mengharapkan agar semangat memberitakan Injil tetap tinggi  dan tetap berlanjut. Nampaknya Paulus ingin agar semakin banyak orang yang akan menerima kemuliaan Tuhan pada saatnya nanti, sementara iblis akan terus menggoda manusia  untuk bosan dan tidak mau mendengar Firman Allah.

Mumpung masih siang, mumpung masih ada kesempatan, ayuk melayani Tuhan, sebab tidak lama lagi akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja (Yohanes 9:4). Jika itu terjadi, maka orang tidak dapat lagi bekerja atau melakukan tugas memberitakan Injil.

Baca juga  Dimanakah Kepercayaanmu?

Pada zaman itu kecenderungan orang sudah mulai bosan dan tidak mau mendengar Firman Allah atau istilah Paulus mengatakan: akan datang waktunya orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat (ay.3). Dengan demikian secara tidak langsung Paulus mengatakan secara tegas bahwa tugas memberitakan Injil Yesus dan menyatakan kebenaranNya adalah bersifat wajib.

Bagaimana dengan zaman sekarang? Jangan-jangan semangat orang untuk mendengar Firman Allah sudah turun, jangan-jangan satu di antaranya adalah saudara? Paulus sangat mendesak Timotius pada saat itu dan tentu juga pada saat ini, karena banyak jemaat akhir-akhir  ini kehidupan rohaninya semakin terpuruk karena ditelan kesibukannya sehari-hari.

Bahkan Paulus mengatakan: mereka juga lebih suka mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng (ay 4).

Bisa saja terjadi saat ini banyak jemaat meninggalkan gerejanya dan pergi ke Gereja  lain, bukan karena ingin menyenangkan hati Allah, melainkan untuk menyenangkan diri sendiri. Orang seperti ini perlu mendapatkan siraman Firman Allah secara tegas, agar ia terlepas dari persekutuan yang hanya menyenangkan diri sendiri atau menyenangkan hati pimpinan perseketuan itu.

Saat ini dibutuhkan orang untuk mau melayani Tuhan baik atau tidak baik waktunya, karena biar bagaimanapun Allah yang akan menyertai dan melindungi para pemberita Injil dalam melaksanakan tugasnya. Tetapi yang terpenting adalah jalanilah hidupmu dengan mengikuti apa yang Allah inginkan di dalam Yesus dan jadilah teladan bagi siapa saja, serta selalu mengatakan hanya dalam Yesuslah ada keselamatan, karena dengan begitu saudarapun sudah menjadi pemberita Injil masa kini, amen.

SELAMAT HARI MINGGU DAN SELAMAT BERIBADAH

(Pdt.Lundu H.M.Simanjuntak-Jkt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here