Taiwan Terus Perkuat Perdagangan Bilateral dengan Indonesia

0
226

Jakarta, Suarakristen.com

New Southbound Policy adalah bagian penting dari strategi ekonomi dan perdagangan Taiwan, yang bertujuan mendefinisikan kembali peran penting Taiwan dalam pembangunan Asia. Melalui kebijakan ini, Taiwan ingin mengembangkan kerjasama yang saling menguntungkan dengan negara-negara Asia Tenggara dan Selatan di bidang ekonomi dan perdagangan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta budaya.

“Melalui kebijakan ini, kami ingin memperkenalkan produk-produk inovatif berkualitas dari Taiwan kepada masyarakat Indonesia, dan mengundang para pelajar maupun pekerja dari Indonesia, serta membawa masuk produk-produk berkualitas dari Indonesia ke Taiwan,” ujar Jack Chen-Huan Hsiao selaku Director Economic Division of Taipei Economic and Trade Office (TETO) in Indonesia, saat ditemui dalam perhelatan Taiwan Excellence Day pada Kamis (20/9).

Jack Chen menambahkan bahwa Perdagangan bilateral Taiwan dengan Indonesia pada tahun 2017 hampir mencapai 8 Miliar US Dollar, sekitar 1 Miliar US Dollar lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, dan terdapat peningkatan sebesar 14%.

Taiwan Excellence Day yang diadakan di kawasan Jakarta selatan tersebut menghadirkan 21 brand ternama asal Taiwan, seperti ACER, Advantech, Edimax, FECA, Noveltek, dan Silicon Power. Perhelatan ini memiliki target untuk memperluas pasar di Indonesia pada tahun 2018.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Danny Liao selaku Director of Taiwan Trade Center Jakarta menyampaikan bahwa Taiwan Excellence sudah melakukan kampanye di beberapa kota di Indonesia sejak tahun 2010, antara lain Bali, Makassar, Medan, Palembang, Surabaya, Yogyakarta dan Jakarta. Hasil yang dicapai pun cukup signifikan, dimana terdapat peningkatan di sektor ekspor dan impor Taiwan maupun Indonesia.

Menurut data Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (KDEI Taipei), pada Semester I tahun 2018, Indonesia berhasil mencatat kinerja ekspor sebesar 1,84 Miliar US Dolar, atau tertinggi sejak tahun 2016. Nilai ini meningkat 10,01% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang tercatat sebesar 1,60 Miliar US Dolar. Nilai ini bahkan melebihi capaian Semester II tahun 2017 yang sebesar 1,77 Miliar US Dolar. (**)

Baca juga  Pengusaha Nasional Tomy Winata: Saya Membeli Cessie ini Untuk Menghindari Permasalahan yang Dapat Menganggu Kepercayaan Investor Lokal Atau Asing

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here