Ephorus HKBP Bersilaturahmi dengan Gubernur Sumbar dan Ketua DPRD Sumbar: Teguhkan Toleransi Umat Beragama di Sumatera Barat

0
561

Padang, Suarakristen.com

Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing bersilahturahmi dengan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Ketua DPRD Sumatera Barat Hendra Irwan Rahim di Kediaman serta Kantor DPRD Sumbar dalam rangka kunjungan pastoralnya selama 24 – 26 Agustus 2018. Setibanya di Bandar Udara Internasional Minangkabau – Padang, Ephorus HKBP yang didampingi Ompu Boru (Isteri Ephorus HKBP), Praeses HKBP Distrik I Tabagsel Sumbar Pdt. Horas YM Purba, M.Th, Pendeta HKBP Ressort Padang Pdt. Victor Ambarita, S.Th, Wakabiro Jemaat Pdt. Daslan Rajagukguk, S.Th, Sekretaris Ephorus HKBP Pdt. Alter Pernando Siahaan, S.Th, Anggota DPRD Prov. Sumbar Bapak Albert, Anggota DPRD Kota Padang Bapak Wismar Panjaitan, Pdt. Jaya Sihombing, dan Utusan jemaat, lebih dahulu bersilahturahmi dengan Ketua DPRD Sumatera Barat Hendra Irwan Rahim bertempat di Kantor DPRD Sumbar, yang kemudian dilanjut sore hari bersilahturahmi dengan Gubernur Sumbar di kediamannya.

Ephorus HKBP mengatakan maksud kedatangannya seperti biasa yang dilakukannya dalam rangka mengunjungi daerah pelayanan HKBP yang tersebar di dalam dan luar negeri, selalu mengupayakan untuk menyapa, bertemu, dan bersilahturahmi atau beramah – tamah dengan Pemerintah Daerah setempat, Perwakilan Rakyat, Lembaga/instansi, dan lainnya. Silahturahmi ini merupakan pertemuan pertama Pimpinan HKBP dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Sembari bercandatawa penuh keakraban satu sama lain, Ompu i Ephorus HKBP memperkenalkan HKBP dari peta pelayanan HKBP, yang memiliki 31 Distrik yang tersebar di dalam dan luar negeri. HKBP terdiri dari 755 ressort, 3421 gereja, 153 Pos Pelayanan, khusus di Sumatera Barat ini ada 4 Ressort dengan pelayan Pendeta 16 orang. HKBP merupakan gereja terbesar di Asia Tenggara dan organisasi keagaman terbesar ketiga di Indonesia, dengan Pelayan berjumlah sekitar 3018 orang.

Padang – Sumatera Barat ini termasuk juga dalam peta pelayanan HKBP yaitu di Distrik I Tapanuli Bagian Selatan sampai Sumatera Barat ini, yang kantor distriknya berdomisili di Padangsidempuan yang dipimpin oleh Praeses Pdt. Horas YM. Purba, M.Th. Ompu i Ephorus menekankan selain menjalankan Pelayanan Gereja intern HKBP, Ephorus HKBP juga selalu mengarahkan gereja harus aktif dan pastisipatif dalam mendukung pembangunan daerah, turut mensukseskan program pemerintah untuk masyarakat damai dan sejahtera, bahkan juga Ephorus sebagai Pimpinan HKBP bertugas menjalin kerjasama dengan berbagai pihak secara khusus Pemerintah Daerah setempat dan lembaga – lembaga lainnya.

Baca juga  Momentum Hari Kesehatan Sedunia, Pekerja Farmasi dan Kesehatan Minta Kesejahteraanya Diperhatikan

Komunikasi baik, berinteraksi satu sama lain, bekerjasama, untuk tujuan bersama kemajuan NKRI, warga hidup dalam damai, saya pikir itu merupakan bagian misi bersama gereja dengan Pemerintah termasuk DPRD Sumatera Barat, ungkap Ephorus HKBP.

Gubernur Sumbar juga menjelaskan perkembangan dan kondisi terkini Sumbar yang bisa dikatakan damai dan tetap berupaya supaya terpelihara toleransi umat beragama. Hal senada juga dikatakan oleh Ketua DPRD Sumbar, memang Sumatera Barat ini mayoritas Agama Islam, namun kita tetap upayakan supaya aman dan damai. Semua perwakilan rakyat siap memperjuangkan aspirasi masyarakat dan sepanjang pengamatan kami juga di Sumbar ini tidak ada masalah gangguan beribadah, saling menghargai satu sama lain, dan kami juga siap membantu gereja HKBP. Yah… bisa saja kami suatu saat juga akan berkunjung ke Kantor Pusat HKBP, yang langsung disambut oleh Ephorus HKBP dengan jawaban, kami siap dan sangat senang untuk rencana itu.

Ephorus HKBP menambahkan kalau jemaat yang kami layani di Sumatera Barat ini adalah warga yang bapak layani atau pimpin juga sebagai Gubernur Sumbar dan Ketua DPRD Sumbar. Oleh karena itu kami sangat berharap dan yakin agar bapak dan seluruh jajaran pemerintah Provinsi Sumatera Barat ini tetap memberikan perhatian kepada Umat Kristen secara khusus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) yang ada di Sumatera Barat ini. Kiranya komunikasi dan sambutan baik ini dapat terus terjalin dengan baik dan ada banyak kerjasama yang bisa dilakukan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat. Jemaat HKBP mayoritas suku Batak namun bukan menjadi eksklusive, gereja HKBP inklusive, terbuka bagi siapa saja, didalamnya tidak hanya orang Batak. Namun tidak ada maksud ataupun visi untuk membangun gereja dimana – mana, sebab gereja HKBP itu dibangun oleh jemaatnya sendiri. Secara khusus tentang orang Batak, menariknya, bila orang Batak merantau, ada dua hal yang selalu dibawa yaitu adat dan gereja. Dimana ada orang batak, maka ada adatnya, dan akan berencana membangun gerejanya, yang dirindukan itu adalah gereja HKBP. Bahkan di sebagian tempat, setelah selesai dibangun, barulah diresmikan oleh Praeses atau Pimpinan HKBP, dan diutus pelayan ke jamaat itu. Dari aspek budaya, HKBP juga turut melestarikan budaya, karena HKBP lahir dalam konteks masyarakat Batak, ada budaya baik pakaian, bahasa, tulisan aksara, dan norma – norma hidup maupun lainnya yang dilestarikan dengan baik, terlihat dari ibadah maupun pelayanan sehari – hari, walaupun tetap juga mempersiapkan pelayanan sesuai perubahan zaman. Di Sumatera Barat ini juga, HKBP itu ada dikarenakan ada Orang Batak yang merantau ke daerah ini, HKBP untuk tempat dimana ia berasal dan menerima pembinaan imannya maupun berkomunitas dengan sesama dari kampung halamannya. Kami yakin dan percaya, di dunia ini selalu dibarengi dua hal yaitu jasmani dan rohani, yang didalamnya pasti dibutuhkan silaturahmi, persaudaraan, dan persekutuan.

Baca juga  AJI JAKARTA KECAM KONFERENSI PERS TATAP MUKA GUBERNUR DKI DI BALAI KOTA

Kita tahu dengan pasti bahwa di dunia ini termasuk negara ini terdiri dari tidak satu suku bangsa, satu adat, dan tidak satu bahasa, dan apalagi tidak satu kepercayaan. Kami selalu memesankan kepada warga jemaat kami, kalau kita hidup di dalam masyarakat, kita harus menjalin hubungan dengan baik, sopan, santun, dan ramah, serta menjalin persaudaraan kepada orang lain yang berbeda. Sekalipun berbeda, tetapi kami pahami itu bukanlah ancaman tetapi bisa menjadi kekuataan bagi kita untuk saling mendukung, saling melengkapi, pastilah kita membutuhkan orang lain dan orang lain membutuhkan kita juga. Dalam umat beragama juga begitu, termasuk dalam hal kehidupan kita di NKRI, pemerintah sangat membutuhkan kerjasama dan dukungan gereja dan agam lainnya, demikian gereja juga membutuhkan kerjasama dengan Pemerintah. Kita saling membutuhkan karena perbedaan itu sudah ada sejak kita ada dan dunia ini ada, ada banyak suku di NKRI ini yang tentu menjadi kekayaan NKRI sebagai bangsa yang besar. Kehidupan sosial kita membuktikan kita harus saling menopang satu sama lain.

Saya menitipkan kepada Gubernur dan Ketua DPRD Sumbar supaya jemaat HKBP juga memperoleh kesempatan untuk diperhatikan sebagaimana masyarakat umat beragama lainnya. Saya yakin itu sudah dilakukan tetapi sangatlah berharga bagi kami ketika kami berkunjung bisa bertemu secara pribadi dan sebagai Gubernur Sumbar serta Ketua DPRD Sumbar ini. Atas nama Huria Kristen Batak Protestan, kami mengucapkan terimakasih atas sambutan hangat DPRD Sumbar bagi HKBP, di waktu yang lain hubungan dan kerjasama bisa ditindak lanjuti kembali. Kami mensyukuri kepada Tuhan atas pertemuan ini, karena pertemuan terlaksana dengan baik dan sukacita, kami juga berterimakasih kepada kita semua yang turut mendukung pertemuan ini termasuk juga para insan pers, tutur jelas Ephorus HKBP. Silahturahmi ini diakhiri dengan foto bersama serta memberi dan menerima Plakat sebagai tanda kasih dan kenang – kenangan atas kunjungan Pimpinan HKBP.

Baca juga  Penjelasan Menkumham Atas Kabar Bebaskan Napi Narkoba dan Korupsi

Gubernur Sumbar sempat juga menjelaskan bagaimana perhatian pemerintah terhadap Masyarakat Kristen termasuk yang ada di Padang, Mentawai, dan sekitarnya. Disini juga bukan hanya HKBP, ada juga Katolik, ada Gereja Mentawai, Gereja – gereja lainnya mungkin, kita akan upayakan memberikan perhatian maksimal. Beliau mengakui sebagai Pemerintah Sumatera Barat, memang membutuhkan dukungan masyarakat, tokoh – tokoh agama memberikan pikiran dan masukan – masukan membangun, dan pihak lainnya untuk memajukan provinsi ini, ada banyak contoh nyata kebersamaan kita sebagai sebangsa Indonesia. Beliau setuju pernyataan Ephorus HKBP mengatakan kalau dalam konteks berbangsa dan bernegara, perbedaan bukanlah ancaman tetapi kekayaan dan kekuatan kita bersama untuk saling menopang. Gubernur dan Ketua DPRD mengucapkan terimakasih atas kunjungan Pimpinan Tertinggi HKBP, dan menitipkan salam kepada seluruh jemaat HKBP dari Pemprov Sumbar. Ini menjadi kebanggaan buat kami karena mengorbankan tenaga, pikiran, dan waktunya untuk mengunjungi kami di Sumatera Barat ini, tutur Gubernur Sumbar.

Horas HKBP… Horas Indonesia…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here