Aliansi Masyarakat Peduli PARAMASUKA Meminta Jatah Wakil Presiden Diberikan Kepada Putera Daerah dari PARAMASUKA

0
329

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

“Masyarakat kawasan Indonesia Timur, mayarakat Papua khususnya, sangat senang dan puas dengan kepemimpinan Presiden Jokowi. Pemerintahan Jokowi banyak melakukan pembangunan infrastruktur yang dampaknya sangat besar dan positif bagi perkembangan kawasan Indonesia Timur. Masyarakat Papua sangat mengapresiasi gebrakan dan terobosan besar pembangunan-pembangunan yang sudah dilakukan oleh Jokowi-JK. Perhatian dan strategi pembangunan infrastruktur dan pembangunan di bidang lain oleh Pemerintahan Jokowi tersebut harus didukung terus dan dilanjutkan. Indonesia masih membutuhkan Presiden. Jokowi yang mempunyai visi besar, progresif, berintegritas, dan selalu bekerja keras dan konkrit dalam membangun bangsa.”demikian disampaikan Willem Frans Ansanay, S.H., tokoh masyarakat Papua di Jakarta, yang juga seorang Pengacara, dalam “Diskusi Publik Aliansi Masyarakat Peduli PARAMASUKA, dengan tema Saatnya PARAMASUKA Menggugat”, di Gedung Joang, Jakarta Senin (25/6/2018).

Tegas Frans Ansanay lebih lanjut,” Dari track-record prestasi, kinerja dan integritas, Kami sepakat Jokowi memimpin dua periode dan wakilnya dari Paramasuka (Papua, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi dan Kalimantan).

Ungkap Frans Ansanay lagi, diperlukan semangat kewilayahan dan kesetaraan ras, oleh karena itu sudah saatnya Paramasuka menyerukan agar ada wakil dari wilayah Paramasuka untuk menjadi pemimpin.

Sementara itu, Novy Viky Akihary, perwakilan Maluku menjelaskan, permasalahan ketimpangan keadilan sosial dan kebijakan politik Anggaran yang keliru, diperlukan solusi regulasi dengan membuat Undang-Undang yang menekankan kepada rasionalisasi politik anggaran yang berbasis kepada keutuhan NKRI.

“Cara merubahnya harus lewat regulasi. Oleh karena itu, perlu keseriusan Pemerintah dan DPR untuk mempercepat diterbitkannya 3 Undang-Undang hasil inisiasi DPD yaitu RUU Daerah Kepulauan, RUU tentang Perbatasan, dan RUU Hak Adat,” imbuh Novy.

Ungkap Novy lagi, Paramasuka yang memiliki posisi tawar strategis bagi calon presiden mendatang dalam menentukan kepemimpinan nasional lewat hampir 37 juta pemilih tetap atau 18,4 persen dari DPT nasional sebesar lebih dari 196 juta pemilih. Ia berharap, melihat pentingnya wilayah Paramasuka dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, maka sangat penting dan strategis apabila Pemerintah ke depan dapat menyertakan putra putri terbaik Paramasuka untuk dicalonkan sebagai Cawapres mendampingi Cawapres pada kontestasi Pilpres 2019.

Baca juga  Gerakan Masyarakat Sipil (GEMAS): Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

 

Pembicara lain Dr. Nurcahya Tandang,S.IP, S.H., M.Si. Tokoh masyarakat dari Sulawesi Selatan, menyatakan,”Pembangunan masif wilayah PARAMASUKA harus terus diakselerasi agar bisa semaju wilayah Barat. Saatnya Indonesia berubah, saatnya Paramasuka berubah, saatnya Paramasuka memimpin.”

Sedangkan Toto Suryawan Soekarno Putera, salah seorang tokoh Sulawesi Utara, menyatakan,”Pembangunan kualitas SDM dan ekonomi Paramasuka harus menjadi agenda utama pemerintah dan partai dan para elit karena merupakan kunci dalam pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Tampil sebagai moderator adalah Livaber Owatta Simanjuntak.  Ketua Panitia adalah Muchtar Luthfi, S.H.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here