Dari dalam Ke luar

0
461

 Bacaan: Efesus 4:25-32

 

Nas:  Kata-Nya lagi, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya” (Markus 7:20).

 

Ketika sedang menyampaikan khotbah, misionaris Protestan Hudson Taylor mengisi sebuah gelas dengan air dan meletakkannya di atas meja di depannya. Sewaktu berbicara, ia memukulkan tinjunya cukup keras sehingga air terpercik ke meja. Lalu ia menjelaskan, “Anda akan menghadapi masalah besar. Tetapi apabila Anda mengalaminya, ingatlah, hanya apa yang ada di dalam diri Andalah yang akan tercurah keluar.”  

 

Hal itu layak untuk dipikirkan, bukan? Ketika kita diperlakukan tidak baik atau disalahmengerti, bagaimana tanggapan kita? Apakah kita menanggapinya dengan perkataan yang menyenangkan, kesabaran, dan kebaikan? Atau kita cenderung membalas dengan marah?  

 

Dalam Efesus 4:25-32, kita melihat perbedaan antara bagaimana seseorang sebelum diselamatkan dan sesudah diselamatkan. Apabila kita hidup di bawah kendali Roh Kudus, hal itu akan terlihat pada cara kita bereaksi terhadap guncangan pencobaan dan godaan dalam hidup.

 

Bagaimana kita menanggapi pencobaan, situasi yang memalukan yang tiba-tiba melanda kita adalah sebuah ujian yang baik mengenai seberapa banyak kita telah bertumbuh dalam kasih karunia.   Menekan rasa frustrasi dan amarah, serta tampil tenang di hadapan orang-orang di sekitar kita bukan hal yang mustahil dilakukan. Namun, jika hati kita dipenuhi kasih Sang Juru Selamat, kita akan menanggapi guncangan pencobaan yang tak terduga dengan kesabaran dan kebaikan hati yang murni.

 

Seperti sebuah gelas yang penuh dengan air, apa yang ada di dalam diri kitalah yang akan tumpah keluar –RWD    

 

KETIKA MASALAH SEMAKIN BESAR KARAKTER ANDA YANG SEBENARNYA AKAN TERLIHAT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here