Garis Besar Panduan Pelaksanaan Kerja Bagi Pejabat Baru: Bagian 6

0
667

Oleh: P. Adriyanto

 

Sepuluh Kunci Sukses  Dalam Masa Transisi

 

Pejabat baru dalam masa transisi  harus menyiapkan *peta perjalanan (road map)* untuk menyusun rencana akselerasi selama 90 hari. Tulang punggung konseptual dari peta perjalanan adalah 10 kunci sukses dalam masa transisi seperti di bawah ini:

 

1 Promosikan (tingkatkan dan kembangkan) diri anda sendiri. Semakin tajam dan tinggi kompetensi anda, akan menyebabkan para karyawan dapat percaya dan lebih menerima anda sebagai pemimpin. Pejabat yang baru biasanya mendapat sorotan dari para karyawan. First impression mereka terhadap figur kepribadian dan kompetensi anda merupakan kunci pembuka pintu kesuksesan anda selanjutnya. Anda harus mendisiplinkan diri sendiri dan siap mental dalam menghadapi berbagai kendala dan masalah, terutama yang datangnya dari para karyawan.

Jangka waktu 90 hari merupakan kondisi yang berat dan anda harus memanfaatkan waktu tsb  sebagai *key mile stone*dalam rangka menyusun rencana/program kerja.

 

2 Percepat proses pembelajaran anda terutama terhadap kondisi lingkungan internal (termasuk sikap mental dan perilaku karyawan) dan lingkungan eksternal (kondisi pasar dan persaingan serta data demografi konsumen potensial)

 

3 Sesuaikan strategi dan taktik yang sudah dirumuskan dengan kondisi dan perubahan situasi yang dihadapi secara periodik dan sewaktu-waktu.

 

4. Upayakan keberhasilan anda  secara dini. Bila anda hanya merumuskan berbagai strategi dan pandai berbicara, tapi hasil nyatanya tidak kunjung nampak, maka anda akan kehilangan kepercayaan dan dukungan dari para karyawan.

 

5. Bahas kesuksesan bersama anak buah anda. Tingkatkan employees engagement (keterlibatan karyawan) dalam proses pencapaian keberhasilan.

 

6. Lakukan revitalisasi strategi, pengembangan sistem dan skill, sehingga kemajuan demi kemajuan dapat dirasakan.

 

7. Bentuk beberapa tim kerja yang solid dengan proses kerja seperti Quality Circle.

 

8.  Ciptakan kerjasama yang solid antara lain dengan menetapkan sasaran dan target yang jelas.

 

9.  Jaga keseimbangan anda (tentukan time management yang baik dalam menjalankan fungsi-fungsi manajerial anda dan hubungan sosial/kedekatan dengan para karyawan).

 

10. Terapkan management dan leadership yang efektif.

 

 

*Langkah-Langkah untuk Menyiapkan Mental Dalam Melaksanakan Tugas Jabatan yang Baru*

 

1. Lakukan introspeksi untuk menilai kelemahan-kelemahan pribadi anda baik dalam aspek-aspek kompetensi maupun sikap mental anda, dan menyiapkan langkah-langkah untuk meningkatkannya.

 

2. Identifikasi keunggulan dan pengalaman anda yang relevan dengan tugas jabatan yang baru. Anda harus selalu ingat bahwa kompetensi dan pengalaman sukses anda bukan merupakan jaminan anda bisa meraih sukses yang sama atau yang lebih besar. Jangan terjebak dengan masa lalu, anda harus terus menerus melakukan evaluasi dan penyesuaian.

 

3. Berhati-hatilah terhadap karyawan yang tidak menyukai anda. Mereka melakukan resistensi dalam mengakui anda sebagai boss karena rasa khawatir anda akan melakukan perubahan-perubahan terhadap kondisi yang sudah membuat mereka merasa nyaman/mapan.

 

4.Tingkatkan AQ (Adversity Quotient) anda yakni kemampuan menghadapi dan mengatasi berbagai ancaman. Apabila dalam menghadapi situasi yang pelik atau berbahaya anda menunjukkan sikap yang bingung/upset, maka wibawa anda akan merosot di mata para karyawan. Dalam hal-hal tertentu, anda bisa berkonsultasi/minta pengarahan dari Superior  anda di kantor pusat.

 

5. Percepat proses pembelajaran anda, sehingga anda dapat memperoleh gambaran/map yang jelas terhadap kondisi unit/sub unit organisasi yang anda pimpin. Anda harus waspada  terhadap beberapa hambatan dalam proses mapping tersebut, di antaranya:

 

# membanjirnya informasi sehingga sulit untuk menyerap/memilah-milah informasi. mana yang harus diperhatikan dan dimanfaatkan.

 

# harus tetap fokus pada aspek-aspek teknikal dari  proses bisnis, di samping pada macam produk/jasa, pelanggan, sistem & prosedur, budaya perusahaan, pola pikir/pola kerja dan sikap mental dari para karyawan.

 

*Bersambung*

 

Note: Maaf saya lupa melanjutkan artikel ini, sehingga kelanjutannya terlambat sampai sebulan. Saya akan menyelesaikan topik ini dalam bulan ini, sebelum saya menyajikan artikel lain dalam bidang keuangan.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here