Garis Besar Panduan Pelaksanaan Kerja Bagi  Pejabat Baru: Bagian 6

0
195

Oleh: P. Adriyanto

 

*Mengapa Karyawan Dapat Menjadi Toxic Leader?*

 

 

*- Manajemen tidak secara sungguh-sungguh menjelaskan misi dan visi perusahaan terutama pada saat masa percobaan, sehingga para karyawan kurang/

tidak memahami/tidak peduli terhadap misi dan visi perusahaan tersebut.

 

*- Tidak peduli terhadap pencapaian sasaran/target perusahaan atau unit/sub unit bisnisnya. Hal ini terjadi karena atasan mereka tidak mengambil tindakan tegas kepada mereka.

 

*- Kebutuhan pribadi yang terpenuhi dalam jangka waktu yang relatif lama sehingga timbul kekecewaan

 

*- Menghadapi masalah keluarga

 

*- EQ (kecerdasan emosional) yang tidak konsisten

 

*-Ketidakpedulian atasan terhadap desas-desus/rumours yang beredar

 

*- Atasan terlalu otokratis: rex non potest peecase (the king can do no wrong)

 

*Cara Mengatasi Toxic Employee*

 

Toxic employee ini sama seperti virus yang menyebar dengan cepat. Oleh sebab itu harus diambil tindakan-tindakan yang lebih dititikberatkam pada pembinaan dan penyadaran.

 

# Atasan harus memahami sudut pandang toxic employee yang negatif (mengapa dan apa sebab)

 

# Fokus pada solusi bukan menyalahkan

 

# Lakukan counseling

 

# Atasan bersedia mendengar keluhan para karyawan dan memberi kritik yang konstruktif

 

# Memperlakukan karyawan dan pemberian penghargaan secara adil

 

# Ketegasan atasan dalam mengambil keputusan, bila toxic karyawan tidak bisa disadarkan, maka harus dilakukan pemecatan.

 

Dampak dari kehadiran toxic employee ini bukan saja merongrong kewibawaan pemimpin, tapi terutama bisa merusak suasana/iklim kerja, menghancurkan motivasi dan moril kerja dan pada akhirnya menyebabkan gagalnya pencapaian tujuan perusahaan.

 

*Short Range Improvement Plan*

 

Sebelum pejabat baru ditempatkan di posnya, ia  memang sudah harus menyusun rencana, tapi rencana ini adalah sebagai dasar fit and proper test.

Baca juga  *GEGAP-GEMPITA REVOLUSI KEEMPAT*

Setelah ia mulai menjabat, maka ia harus secepatnya menysusun *Short Range Improvement Plan (SRIP)  atau Rencana Peningkatan Jangka Pendek dengan jangka waktu 3  bulan*

Penyusunan SRIP ini di dasarkan pada:

 

* Rencana awal yang diuji dalam fit and proper test.

 

* Hasil pembicaraan dengan karyawan yang dinilai sebagai informal leader

 

* Pengamatan langsung dan identifikasi masalah baik internal maupun eksternal (mapping kondisi internal dan eksternal perusahaan).

 

* Penyiapan TOWS (Threats, Opportunities, Weaknesses and Stengths) MATRIX.

 

Masalah-masalah yang diidentikasikan dari dasar-dasar penyusunan SRIP di atas harus dikelompokkan per bidang pekerjaan dan disusun skala prioritasnya  untuk dirangkum dalam SRIP tersebut.

Format SRIP yang berbentuk tabel terdiri dari kolom-kolom:

>° No

>° Masalah

>° Solusi

>° Jadual (Mulai – selesai)

>° Penanggungjawab

(PIC)

 

 

SRIP ini harus direview setiap minggu selama 3 bulan dan dilakukan penyesuaian-penyesuaian/tune up dimana perlu.

 

*Bersambung*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here