Garis Besar Panduan Pelaksanaan  Kerja  Bagi Pejabat Baru: Bagian 4

0
465

Oleh: P. Adriyanto

 

Dalam pelaksanaan pemetaan SDM, harus juga meliputi  sikap mental (mental attitude) dari para pengikut/timnya.  Sikap mental ini sering tidak mendapat perhatian dari para pemimpin, karena merasa kurang penting.

 

Padahal, sikap mental itu sangat besar pengaruhnya terhadap motivasi, kedisiplinan, gairah kerja dan kinerja dari para karyawan. Pemimpin yang baru menjabat akan mengalami kegagalan dalam tugasnya bila sebagian besar para karyawan punya sikap mental yang negatif.

 

Apakah *sikap mental*yang positif itu?

 

^ *Falsafah yang mengandung karakter-karakter dasar yang  dapat  menciptakan perubahan-perubahan posifif dan meningkatkan kemampuan pencapaian sasaran.*

 

^ *Pemikiran yang secara  terus menerus mencari, menemukan dan melaksanakan cara-cara/kiat (taktik) dan strategi untuk mencapai kemenangan/kesuksesan dengan tidak mempedulikan kondisi lingkungan.*

 

Sebagai contoh, kesebelasan sepak bola yang bertanding di kandang lawan dan sudah ketinggalan angka, dengan sikap mental positif yang tinggi dibarengi dengan perubahan taktik dan strategi, mereka dapat meraih kemenangan pada menit-menit terakhir.

 

Sikap mental positif juga sangat berpengaruh terhadap kinerja para karyawan di dunia bisnis. Walaupun perusahaan dalam kesulitan sumber daya keuangan, persaingan yang tajam ditambah dengan terjadinya kelesuan perekonomian, tapi perusahaan bisa survive dan bahkan mencapai kemajuan.

 

^ *Kondisi mental yang kompleks yang melibatkan keyakinan (beliefs), perasaan (feelings) dan nilai-nilai (values) yang terarah yang tercermin dalam seperangkat karakteristik yang  digambarkan dengan kata-kata :

° Iman           ° Optimisme

° Integritas   ° Berinisiatif

° Berpengharapan

° Keberanian bertindak

° Murah hati  ° Toleransi

`° Ramah       °  Jujur

° Tidak berbantahan/mengeluh

° Berani kerja keras

° Memiliki dedikasi/pengabdian

Baca juga  Utang Pada Sumba

° Mencintai pekerjaan /bekerja dengan hati.

 

Pejabat yang baru harus sejak awal punya peta sikap mental dari seluruh anggota tim yang dipimpinnya, berusaha menumbuhkan dan mengembangkan sikap  mental pisitif mereka.

Berikut ini beberapa  cara yang dapat dilakukan:

 

  1. Ajari mereka untuk. melakukan *self talk* di mana setiap pagi sebelum memulai tugas, mereka berkumpul dan berbicara pada diri sendiri, contoh:

* saya berbahagia

* saya merasa sehat

* saya hebat

* saya pasti bisa

Self talk ini di beberapa negara telah dipraktekkan oleh para atlet dan para pelaku bisnis (karyawan dan para manajer) dengan hasil ysng sangat positif.

 

2. Pasang poster-poster yang bersifat motivasional dan pencerahan di setiap ruang kerja dan papan mading.

 

3. Dekat/berhubungan dengan orang-orang yang punya sikap mental positif yang tinggi.

 

4. Meningkatkan engagement dan akuntabilitas semua anggota tim

 

5 Counseling yang menyangkut  prinsip-prinsip EQ  dan AQ, dll.

 

6 Menumbuhkan  pengabdian sehari-hari

(daily devotional)

 

7 Sampaikan dan jelaskan 8 nasehat (tips) untuk menciptakan positive mental attitudes seperti di bawah ini:

 

# ingatkan bahwa mereka sangat berpotensi untuk menjadi   karyawan yang sukses

 

# Mereka tidak boleh bersikap status quo dan jangan terpaku pada hal-hal yang rutin. Ajari mereka prinsip berpikir *out of the box*

 

# Beri mereka kesadaran  bahwa mereka harus mampu mengendalikan emosi dan tidak bertindak reaktif.

 

# Jangan membanding-bandingkan hasil penilaian kinerja (performance assessment), besarnya gaji dan penghargaan-pengjargaan lain antar karyawan yang menyebabkan timbulnya ketidakpuasan.  Apabila dinilai terjadi ketidakadilan, maka lebih terpuji bila menanyakan/mengklarifikasikannya.kepada pemimpin yang berkompeten.

 

# Yakinkan bahwa sikap mental positif adalah merupakan prasarat untuk sukses  dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Baca juga  Utang Pada Sumba

 

#  Mereka harus mencintai pekerjaan mereka dan merasa terpanggil untuk meningkatkan kinerja demi kebaikan mereka dan pertumbuhan perusahaan.

 

 

# Tingkatkan kerja sama dan kohesivitas yang tinggi terutama dalam menghadapi ketidakpastian kondisi yang menyebabkan krisis.

 

# Minta mereka untuk merumuskan visi hidup mereka dan menyiapkan rencana langkah-langkah  untuk mencapai visi tersebut. Mereka juga harus punya nilai-nilai pribadi.

 

Bersambung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here