Seorang Istri Pendeta Melaporkan Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP, Marinus Gea Karena Wanprestasi Melunasi Sisa Pembayaran Jual Beli Tanah di Pulau Nias

0
1280
Roslina Hulu, bersama tim kuasa hukumnya di Kantor Bareskrim Mabes Polri

 

 

Jakarta, Suarakristen.com

 

Seoarang anggota Komisi I DPR RI Fraksi PDIP, Marinus Gea dilaporkan oleh seorang isteri Pendeta dari Nias bernama Roslina Hulu. Ibu rumah tangga tersebut  melaporkan Marinus Gea karena wanprestasi dan dugaan penipuan terkait jual beli tanah di Pulau Nias, Sumatera Utara.

 

“Awalnya, Bu Roslina Hulu ini menjual tanahnya kepada anggota dewan ini (Marinus Gea). Di Pulau Nias, tanahnya seluas 11.592 meter persegi, harganya Rp 100 ribu per meter. Pembayaran pertama oleh Marinus baru sebesar Rp.200.000.000. Kepada Roslina Hulu, Marinus Gea berjanji akan melunasi sisa kekurangan dananya sekitar Rp.950.000.000 setelah dilakukan balik nama. Akan tetapi, setelah balik nama, dana tersebut tidak dibayar-bayar oleh Marinus. Setelah enam bulan, setelah ditagih secara kekeluargaan dan juga telah disomasi, dana tersebut belum dibayarkan hingga sekarang,”,” ujar kuasa hukum Roslina Hulu, Finsen Mendrofa,S.H., di kantor  Bareskrim mabes Polri, Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jl Medan Merdeka Timur, Selasa (28/2/2017).

 

Finsen Mendrofa menegaskan kliennya sudah mencoba menyelesaikan masalah jual beli tanah ini secara kekeluargaan. Namun, menurutnya pihak Marinus Gea malah menantang pihak Roslina untuk menyelesaikan masalah ini melalui jalur hukum.

 

“Dugaan kami, ada keinginan untuk menguasai tanah ini, dengan melakukan penipuan terhadap ibu ini,” ungkap Finsen.

 

Awalnya, Roslina menjual tanah ini untuk kebutuhan masa tuanya karena ini adalah tanah warisan. Dana penjualan tanah ini semula akan dipakai untuk biaya kehidupan sehari-hari. Letaknya dekat dengan bandara di pulau Nias,” tegas Finsen lebih lanjut.

 

Finsen Mendrofa,S.H., CLA, Ketua tim pengacara Roslina Hulu

 

 

Setelah pelaporan ini dalam satu atau dua hari ke depan, Roslina dan pengacaranya berencana melaporkan Marinus Gea ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

Baca juga  Haram Hukumnya Calon Dirjen Bimas Katolik Menyeret Gereja Untuk Tujuan Mendapatkan Jabatan

 

 

“Harapan saya, masalah ini bisa segera bisa diselesaikan. Baik secara kekeluargaan maupun jalur hukum,”kata Roslina Hulu.

 

Marinus Gea dilaporkan dengan dugaan Tindak Pidana Penipuan sebagaimana diatur dalam pasal 378 KUHP, dengan laporan ke Bareskrim dengan nomor LP/228/II/2017 BARESKRIM.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here