Sahala Panggabean, Ketua Koperasi Simpan Pinjam Nasari: Koperasi Penopang Perekonomian Rakyat Indonesia

0
4323

Sahala Panggabean, Tokoh Nasional Koperasi Indonesia

Profil Tokoh Insan Pancasila Tahun 2016

Sahala Panggabean, Ketua Koperasi Simpan Pinjam Nasari: Koperasi Penopang Perekonomian Rakyat Indonesia

Jakarta, Kantor Berita Korando Digital (KBKD)-Cyber Suara Insan Pancasila www.kampusdigitalpancasila.com.
www.kampussekolahkoperasi.blogspot.com
www.kbkorandonews.blogspot.com.

Pertumbuhan perekonomian yang cerah dalam era reformasi, khususnya dalam kepemimpinan Joko Widodo Presiden RI beberapa tahun terakhir sungguh menggairahkan, karena Program Sembilan Agenda Nawa Cita prioritas berjalan perubahan menuju Indonesia yang berdaulat secara politik dan mandiri dalam bidang ekonomi serta berkeprabadian dalam kebudayaan.

Salah satu yang sungguh menggembirakan rakyat, program ekonomi pedesaan, membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa-desa dalam kerangka negara kesatuan. Strategi pembangunan ini sungguh berdampak dalam kehidupan rakyat Indonesia, juga lapangan usaha kecil, terutama perusahaan koperasi.

Koperasi telah terbukti tahan uji, ketika terjadi krisis perekonomi bangsa Indonesia tahun 1988 yang parah, jatuhnya harga dollar luar biasa, pada saat itu usaha koperasi, UKM dapat menjadi penopang perekonomian bangsa Indonesia. Koperasi dan usaha kecil bisa menjadi penyangga perekonomian nasional masuk jurang.

Dalam situasi ketidakpastian tersebut, Sahala Panggabean membangun Koperasi Simpan Pinjam Nasari (KSP), karena dia yakin perekonomian bangsa akan bangkit, perkembangan badan usaha koperasi akan mencerahkan, walaupun porsinya dalam menggerakan perekonomian bangsa masih beberapa persen ,dibandingkan perusahaan konglomerasi maupun badan usaha negara.

Perkembangan mencerahkan kehidupan rakyat Indonesia itu, diungkapkan oleh Sahala Panggabean Ketua Umum Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (Askopindo) dalam suatu wawancara khusus Akhir Tahun 2016 dengan Robinson Togap Siagian Pemred Cyber Suara Insan Pancasila Kantor Berita Korando Digital- Arys Kristian Sinambela Jurnalis Foto di Kantor Koperasi Simpan Pinjam Nasari Jakarta Senin (19/12).

Strategi pembangunan ekonomi kerakyatan oleh Presiden RI sungguh tepat dalam upaya pemerataan pembangunan, menaikkan kesejahteraan rakyat Indonesia di daerah pedesaan, terpencil, perbatasan Indonesia.

Pembangunan berbasis pedesaan adalah sebuah terobosan mempercepat pembangunan perekonomian rakyat, karena pembangunan ini sungguh menyentuh keluarga besar rakyat Indonesia yang berazaskan kekeluargaan sesuai amanat Konstitusi UUD 45: Pasal 33 “perekonomian disusun sebagai usaha bersama sama berdasarkan atas azas kekeluargaan”

Karena, kata Sahala Panggabean Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Nasari, pembangunan berbasis pedesaan dengan mengedepankan kearifan lokal yang mencakup struktur demografi masyarakat, karakteristik sosial budaya, kegiatan usaha pertanian, pola terkaitan ekonomi desa dan kota, sektor kelembagaan desa, dan pemukiman rakyat.

Paradigma baru pembangunan perekonomian, serta kebijakan pembangunan terpadu oleh pemerintah pusat dan daerah sungguh menggairahkan pengusaha, khusus yang bergerak dalam badan usaha koperasi. Bayangkan anggaran Rp 500 juta sd Rp 1 Miliar digelontorkan pemerintah pusat ke puluhan ribu desa di seluruh Indonesia untuk membangun berbagai jenis upaya perekonomian di desa.

Perkembangan baru berorientasi memajukan kehidupan perekonomian pedesaan, mendorong seluruh perusahaan, terutama koperasi, khusus koperasi simpan-pinjam semangat berpartisipasi turut serta dalam memajukan kehidupan rakyat di desa dan kota di seluruh Indonesi.

Baca juga  Dampak Stay-at-Home, Laptop E-Sports Taiwan Laris Manis

KSP Nasari yang dikenal sebagai koperasi keuangan mikro yang paling maju di Indonesia, khusus Pulau Jawa terkenal sebagai koperasi yang selama ini melayani kaum pensiunan, rakyat kecil lainnya, saat ini tidak mau ketinggalan dengan mengembangkan sayap cabang usaha, versifikasi produk jenis pelayanan jasa keuangan yang bisa membiayai sektor pertanian, dan lain-lain.

Bahkan, KSP Nasari sungguh agresif dalam bidang pertanian karena mempunyai peluang pertumbuhan kelembagaan usaha, keuntungan, keanggotaan. Sebagai salah satu contoh, KSP Nasari membuka cabang di Tarutung Ibu Kota Tapanuli Utara. KSP Nasari bahkan menjadi mitra Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Utara yang dipimpin Nikson Nababan S.Sos membuka lembaga lelang untuk mengatasi jatuhnya harga komoditi pertanian cabe dan bawang.

Dengan adanya lelang cabe beberapa kali sebulan, dapat mengatasi gejolak harga, akibat ulah tengkulak sehingga jatuhnya harga, maka dengan adanya operasi lelang KSP Nasari maka harga cabe Rp 18.000 per kg menyenangkan hati rakyat. Rakyat petani Tapanuli Utara merasa terlindungi, bersemangat bertani hortikultura.

Namun, Sahala Panggabean Ketua KSP Nasari mengingatkan pemerintah agar jangan membiarkan pelaku ekonomi saling bersaing khusus dalam sektor mikro dimana pelakunya sungguh banyak bukan saja lembaga keuangan bank BUMN dan BUMD seperti BRI, juga menjaga persaingan tidak sehat, terutama munculnya badan usaha pelaku ekonomi baru bank -koperasi syariah.

Memang sejak dulu koperasi disanjung-sanjung pemerintah, terutama era keberuntungan devisa minyak, koperasi ibarat anak emas karena membantu kehidupan masyarakat luas sesuai peraturan perundangan khusus Undang-Undang Nomor 25 tentang Koperasi fungsi koperasi membangun mengembangkan potensi ekonomi anggota dan sosialnya.

Koperasi anak kandung model KUD dan INKUD, serta serba usaha lainnya baik primer dan sekunder. Namun model koperasi yang dimanja proteksi, subsidi, tumbang begitu memasuki era Reformasi. Era subsidi, perlindung dicabut, yang diperlakukan perbaikan besar dalam pasar keuangan.

Dengan memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional, yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas azas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi yang hidup.

Semangat inilah yang menggebu-gebu dalam hati Sahala Panggabean, dalam situasi ekonomi Indonesia terpuruk, prekonomian nasional bangkrut Tahun 1988, Dia membangun Koperasi Simpan Pinjam Nasari. Dengan pertumbuhan kelembagaan usaha, perputaran keuangan, jumlah anggota, maka KSP Nasari mendapat penghargaan dari pemerintah pusat, SBY Presiden RI ke-6 pada Hari Koperasi ke 63 menyerahkan Bintang Satya Lencana Pembangunan.

Anak bangsa putra Batak yang mengabdi dalam pembangunan koperasi betul manusia unggul berhasil mengembangkan koperasi dan UKM di wilayah Jawa Tengah. Penghargaan yang diberikan kepala negara merupakan bentuk perhatian dan kepercayaan pemerintah kepada gerakan koperasi.

Dalam perkembangan pertumbuhan ekonomi, khususnya badan usaha koperasi, Sahala Panggabean masih ada rasa was-was dalam menjalankan usaha, sekalipun pemerintahan Joko Widodo Presiden RI memberikan kemudahan bagi koperasi, mendorong pertumbuhan perekonomian pedesaan, namun masih ada kekuatiran dalam menjalankan usaha, karena belum adanya lembaga jaminan keuangan bagi koperasi simpan-pinjam.

Baca juga  JOKOWI PERLU JUBIR HANDAL, DR. EMRUS SIHOMBING PILIHAN YANG TEPAT

Lembaga penjaminan dalam mengelola usaha mikro ini diperlukan seperti lembaga penjamin kredit bagi lembaga keuangan bank BUMN, Swasta, khusus Bank Perkreditan Rakyat. Lembaga Penjaminan Simpanan Koperasi jasa Keuangan (LPS-KJK) mutlak direalisasi segera untuk melindungi serta mempertajam pelayanan koperasi simpan pinjam.

Apalagi dengan munculnya sebuah lembaga otoritas pengawasan keuangan Otorita Jasa Keuangan (OJK) yang mulai mencampuri kehidupan koperasi simpan-pinjam, padahal lembaga badan hukum perusahaan koperasi, khususnya koperasi simpan-pinjam masih dalam pembinaan sepenuhnya oleh Kementeri Koperasi UKM RI sesuai peraturan perundang-undangan.

Selama puluhan tahun, KSP Nasari yang dikenal melayani warga pensiunan berkembang pesat sehingga mampu bekerjasama dengan PT Pos Indonesia yang aktanya ditandatangani 23 Desember 2009 di Kantor Pusat KSP Nasari Semarang Jawa Tengah yang dihadiri oleh Syarief Hassan Menteri UKM Dan Koperasi RI.

KSP Nasari yang lahir pada Tahun 1988 meruapakan anak kandung era reformasi, dalam waktu singkat telah memiliki 36 cabang lebih di seluruh Indonesia; Pati, Tegal, Madiun, Surabaya, Malang, Jember, Medan, Tasikmalaya, Bandung, Cirebon, Yogyakarta, Siantar, Solo, Sibolga, Tarutung, Lhokseumawe, Bogor, Karawang, Jakarta, Pontianak, Makasar, Kupang, Denpasar, Menado dan lain-lain.

Dia juga menjelaskan, KSP Nasari mengembangkan pola kerja jemput bola, etos kerja tinggi di tanamkan kepada pengurus, karyawan bahkan didukung sistem administrasi yang tangguh dengan karyawan ribuan, sehingga KSP Nasari mendapat Plakat Penghargaan Microfinace Award 2011 dengan kategori jaringan operasi, sistem informasi dan laporan keuangan, serta pertumbuhan asset dan sebagainya.

Dalam perkembangan lebih lanjut, Sahala Panggabean mengungkapkan akan mengembangkan sayapnya dalam sektor industri, bahkan ekpor-impor, begitu banyak peluang usaha yang berprospek masa depan. Selain itu, dia akan terjun mulai memasuki bursa keuangan, untuk mendapatkan modal usaha.

Namun dalam hal ini, dia sudah matang, dengan hati-hati untuk menghindari resiko, kekacauan, tidak akan mengulangi kesalahan koperasi-koperasi raksasa lainnya yang tumbang karena berbagai kasus, salah olah usaha, penyimpangan modal. Salah kelola usaha seperti kasus Koperasi Besar Cipaganti Bandung dan jenis koperasi bermain di bisnis batubara. Mereka hancur seperti pepatah besar pasak dari tiang.

Dalam pembinaan koperasi yang luar biasa, hendaknya pemerintah pusat dan daerah, dapat mengimbangi dengan mengeluarkan kebijakan publik bagaimana supaya peraturan perundangan dibenahi cepat. Undang undang No 25 tentang Koperasi layak segera dirubah, bagaimana caranya, apa melalui proses legislasi di parlemen yang bisa memakan waktu panjang, atau mengadakan uji materi di Makamah Kontitusi, atau jalan lain Presiden RI membuat peraturan pengganti UU Koperasi.

Akibat peraturan perundangan koperasi kurang menyusaikan perkembangan jaman, maka masih banyak muncul koperasi siabal-abal, papan nama, yang perlu ditertibkan. “Saya harapkan pemerintah lebih progresif.” ujarnya.

Baca juga  Kolaborasi Dunia Medis dan Komunitas Ilmiah Hasilkan Protap Terapi Plasma Konvalesen Untuk Pengobatan Pasien Covid-19 di Indonesia
Sahala Panggabean mendapat Penghargaan Bintang Satya Lencana Pembangunan dari Mantan Presiden SBY
Sahala Panggabean mendapat Penghargaan Bintang Satya Lencana Pembangunan dari Mantan Presiden SBY

Juga dalam pembinaan lembaga gerakan koperasi seperti Lembaga Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) yang dipimpin oleh politisi yang memiliki latar belakang narapidana, itu kurang bagus membangun semangat koperasi dalam era demokrasi ekonomi Pancasila yang dipimpin oleh Presiden RI yang memiliki figur intergritasnya bersih, pro peduli rakyat kecil, khususnya petani pedesaan.

Prestasi prestius itu diperoleh Sahala Panggabean, kunci, kiatnya yang disaksikan diberbagai tempat adalah nasihat orang tua sebagai inspirasi abadi sukses hidupnya. Dia patuh pegang amanat yang diperoleh dari ayah ibunya. “Karena kehidupan tempo dulu kehidupan pas-pasan, karena orang tuanya berstatus guru. Ayah ibunya mewasiatkan, jika sukses kelak jangan lupa berbuat baik, ulet, karena kehidupan adalah perjuangan.”

Sahala Panggabean yang kelahiran 3 April 1950 di Tarutung menyatakan, jika tantangan bila disikapi dengan bijak cerdas maka akan menikmati hasilnya kelak, ujarnya. Karena bekal nasehat, makanya Sahala Panggabean bekerja ulet sejak muda selain bekerja di sebuah Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BPTN). Kemudian dia dapat menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta sambil bekerja di Bank Pegawai Pesiunan Militer (Bapemil). “Saya bekerjasa keras, sambil bekerja kuliah malamnya” ujarnya.

Semangat yang sama ditanamkan kepada anak anaknya Chandra Vocav, Frans Meroga, Rinitaty, Ricordias yang dilahirkan oleh isteri tercinta yang setia Tetty Situmorang serta karyawan, kerja keras, keuletan serta sikap karakter simpati, selalu merendah diri seperti mutiara dasar laut. Dari empat putra putrinya dia senang memperoleh anak cucu dengan menjalankan hidup sesuai tuntutan Tuhan dan amanah orang tuanya.

Profil Sahala Panggabean Ketua KSP Nasrari Sebagi Tokoh Insan Pancasila Tahun 2016 dalam Cyber Suara Insan Pancasila Kantor Berita Korando Digital Yay. LBH Pers Indonesia, keteladan, patriotisme, serta nilai entrepreneur juga meluncurkan Buku Sahala Panggabean berjudul Koperasi Penyelamat Bangsa dijadikan pembelajaran pendidikan informal jarak jauh dalam bentuk produk jasa on line (e-Book,E_Learning). Dalam bentuk Sekolah Digital Enterprenur Koperasi www.kampussekolahkoperasi.blogspot.com terintergrasi kepada Sekolah Pancasila-www.kampusdigitalpancasila.com dengan berbagai program e-learning, video konferensi, panel diskusi, workshop, panel pendidikan informal.

Diharapkan dalam memberdayakan koperasi-koperasi di wilayah pedesaan dalam jaringan pendidikan virtual jarak jauh digital Cyber Suara Insan Pancasila -www.kampusdigitalpancasila.com- Sekolah Enterprenur Koperasi Pedesaan www.kampussekolah koperasi.blogspot.com dapat mencerdaskan rakyat Indonesia. Sekolah Wiraswasta Koperasi Pedesaan yang dikelola oleh Cyber Suara Insan pancasila Kantor Berita Korando dengan Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (ASkopindo), Kementerian UKM dan Koperasi RI, KSU Danain dan elemen gerakan koperasi lainnya dapat berpartisipasi mendongkrak kesejahteraan rakyat. Rakyat dapat belajar di rumah, di ladang, kantor, sekolah dan lain-lain.

(Robinson Togap Siagian, Pemred Cyber Suara Insan Pancasila Kantor Berita Korando Digital Yay. LBH Pers Indonesia ; -Jurnalis Foto Arys Kristian Sinambela S.Kom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here