Peringati Hari Sumpah Pemuda, FKKJ Selenggarakan Sarasehan Nasional 87 Tahun Sumpah Pemuda

0
684

 

Oleh: Hotben Lingga

 

Jakarta, suarakristen.com.

 

Menyambut Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 2015, Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ) menyelenggarakan Sarasehan Nasional 87 Tahun Sumpah Pemuda, pada hari Selasa, 27 Oktober 2015 di Graha Bethel Jl. Ahmad Yani, Kav 65, Cempaka Putih, Jakarts Pusat. Tampil sebagai pembicara adalah  Pdt. Dr. Japarlin Marbun, Dr. Musdah Mulia, Dr. Rusli Tan (WALUBI), Drs. Nyoman U. Sangging (Hindu), Fajar Rizal UL Haq (Maarif Istitute), Kris Tan (Konghucu), dan  Lydia Natalia (PMKRI), dengan moderator Partogi Samosir.

 

Menurut Pdt. Dr. Japarlin Marbun, Generasi muda Indonesia saat ini sedang mengalami krisis jati-diri atau krisis identitas.Sudah meluntur semangat dan wawasan kebangsaan/nasionalisme dan spirit Sumpah Pemuda di antara pemuda-pemuda Indonesia saat ini. Hal ini dapat dilihat dari berbagai konflik sosial yang terjadi dengan nuansa SARA, yang tidak memberikan ruang bagi berkembangnya pluralisme/kemajemukan. Semakin menguatnya sentimen-sentimen primordialisme Serta semakin meningkatnya sentimen otoritas ”mayoritas” yang menafikan keberadaan ”minoritas”. Fenomena-fenomena tersebut semakin meruntuhkan bahkan melecehkan nilai Sumpah Pemuda. Pemuda  harus terus memberikan teladan, spirit dan kontribusi yang terbaik bagi Tanah Air tercinta.

Karena itu, kiprah, idealisme, perjuangan dan pergerakan pemuda dalam pembangunan nasional perlu direvitalisasi. Spirit Sumpah Pemuda perlu direvitalisasi dalam dinamika perjalanan bangsa ke depan. Sumpah Pemuda memberikan pijakan filosofis dan  teologis yang kukuh tentang pentingnya dikembangkan semangat kebangsaan, persaudaraan, talisilaturahim, ukhuwah di antara sesama anak bangsa. Bahkan lebih jauh lagi Sumpah Pemuda memberikan visi filosofis yang kuat agar kita semua memberikan dedikasi yang terbaik bagi bangsa dan negara. Ketika para pemuda kita pada tanggal 28 Oktober 1928 merumuskan visi nasional yang besar yang terkenal dengan Sumpah Pemuda, maka mereka sebenarnya telah meletakkan fundamen kuat bagi sebuah NKRI yang lahir  pada tanggal 17-8-1945. Hal pokok dan prioritas yang harus dilakukan sekarang ini oleh seluruh komponen bangsa Indonesia adalah bagaimana merevitalisasi Sumpah Pemuda sehingga bisa tetap menjadi spirit,  paradigma, nafas dan dinamit dari NKRI.

 

Sementara itu, kepada Suarakristen.com, Sekretaris Umum FKKJ Pdt.Marihot Siahaan, menyatakan,”Sarasehan Sumpah Pemuda yang diselenggarakan oleh FKKJ ini merupakan bagian dari kepedulian dan tugas FKKJ untuk membina dan mempersiapkan generasi muda Kristen agar mampu tampil sebagai pionir transformasi bangsa, agen perubahan, tulang punggung  gereja dan bangsa. Serta sebagai forum pencerahan agar pemuda Kristen menyatukan visi-misi  terlibat lebih banyak dalam kegiatan pembangunan nasional dan pergerakan kebangsaan. Seminar ini untuk mengajak pemuda-pemuda Kristen agar lebih pro aktif, lebih kreatif, lebih responsif  dan lebih berperan dalam pembangunan nasional. Kita rindu pemuda Kristen bisa menjadi penggerak-penggerak dan kelompok strategis dalam pembangunan nasional, kehidupan sosial dan kebangsaan kita. Kita berharap Gereja serius mempersiapkan dan mencetak pemimpin-pemimpin bangsa  di masa depan.”

 

Sejumlah tokoh gereja yang hadir dalam Sarasehan Sumpah Pemuda ini antara lain Dr.SAE Nababan, Pdt.Harsanto Adi, M.Th, Pdt. Dr. Ferry H.Kakiay, Bonar Simangunsong,Theophilus Bela, Pdt. Marihot Siahaan, dan Pdt.Darna Lumban Tobing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here