PGPI Menyelenggarakan Seminar Pertumbuhan Gereja dan Konferensi Anak Pendeta

0
1229

Oleh: Hotben Lingga , Jakarta, Suarakristen.com,

2013-03-01_03 57 06523404_104047146414322_1971557537_n

“Gereja-gereja aliran Pentakosta harus semakin membuka diri, terbuka dan pro-aktif membangun kerja-sama, dialog dan program dengan sesama gereja Kristen lainnya, agar kesatuan tubuh Kristus yang diamanatkan Tuhan Yesus dapat terwujud. Kita harus menerima kenyataan bahwa masing-masing gereja dan aliran memiliki kelebihan dan kekurangan. Setiap gereja diberi Tuhan fungsi, karunia dan peran tersendiri.Tidak ada gereja yang sempurna. Karena itu, setiap anggota tubuh Kristus saling melengkapi dan membutuhkan, dan harus saling membantu. Karena itu, kita harus mengutamakan kasih, kebersamaan, solidaritas, harmoni, kerukunan, dialog dan kerja-sama yang tulus dalam hidup kekristenan, pelayanan dan kesaksian kita.

Semangat kebersamaan kita sebagai sesama tubuh Kristus masih rendah dan kurang. Masing-masing gereja masih berfokus pada dirinya sendiri, dan kurang mau bergandengan tangan  dalam menjawab tantangan ke depan yang semakin berat dan kompleks. Kerinduan saya adalah mempersatukan gereja-gereja yang ada.

Sebuah gereja dan kekristenan bisa bertumbuh apabila gereja (kekristenan) bisa mempertahankan suasana harmonis di dalam internalnya. Kalau ada gereja yang mengasihi, gereja itu akan menarik hati orang menjadi seperti magnet. Kalau sebuah gereja benar-benar mengasihi, benar-benar menawarkan kasih kepada satu sama lain, maka jemaat akan merasa betah, nyaman sehingga tidak akan keluar.

Pertumbuhan itu menjadi otomatis. Semua mahluk hidup itu bertumbuh dan hidup. Maka kalau sebuah gereja hidup, gereja itu secara otomatis akan berkembang.

Tantangan dan problem kemanusiaan di era globalisasi ini semakin besar dan kompleks. Tugas gereja dan umat Kristen untuk menghadirkan syalom, kasih, kabar baik, terang dan pengharapan bagi umat manusia semakin berat. Dengan semangat kebersamaan, kerukunan, kasih dan persekutuan, maka tugas, panggilan dan kesaksian kita untuk menerangi, menggarami dan mentransformasi dunia ini akan semakin efektif dan progresif”demikian kata sambutan yang disampaikan Pdt. DR. Jacob Nahuway. M.A., ketua umum Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), pada saat membuka Seminar Pertumbuhan Gereja dan Konferensi Anak Pendeta, di GBI Mawar Saron, Jakarta (30/6/15).

Sementara itu Dirjen Bimas Kristen Protestan Depag RI,Odhita R. Hutabarat, dalam kata sambutannya mengingatkan gereja-gereja dan umat Kristen untuk terus dan tetap membangun dan mensosialisasikan gerakan ekumene di Indonesia. Perpecahan dan konflik internal masih banyak melanda tubuh Kristus di Indonesia. Tugas para pemimpin aras gereja untuk mengupayakan kesatuan tubuh Kristus, kerukunan antar umat, dan kerja-sama lintas denominasi.

“Saat ini data statistik yang ada pada Dirjen Bimas Kristen, orang Kristen berjumlah 24 juta jiwa dan mereka tersebar di pelosok-pelosok nusantara. Tugas dan tanggung-jawab kita bersama untuk menggembalakan dan memajukan umat Kristen di Indonesia.

” Saya mengajak seluruh Pendeta jangan cuma mengejar pelayanan di kota-kota besar: masyarakat yang ada di pelosok-pelosok tanah air juga perlu mendapatkan perhatian serius kita juga” tandas dirjen Bimas Kristen Protestan ini dengan antusias.

Lebih lanjut kata dirjen Bimas Kristen Protestan ini, Saya menyambut baik seminar dan konferensi yang diselenggarakan oleh PGPI ini sebagai bentuk perhatian, pergumulan dan tanggung jawab gereja dalam mepersiapkan generasi muda menjadi pelaku-pelaku Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Kepedulian kepada generasi muda harus didukung dan diagendakan, untuk mempersiapkan pelipatgandaan pemimpin yang berbasis integritas,  keteladanan dan solidaritas.”

Ketua Panitia Seminar Dalie Sutanto, yang diwakili oleh Pdt. Freddy Zakaria, dalam kata sambutannya menyatakan, konferensi ini bertujuan untuk memperlengkapi para gembala dan mempersiapkan generasi muda dalam menyongsong pelayanan gereja yang semakin kompleks, dinamis dan kompetitif. Perhelatan ini adalah program kerja PGPI yang ditargetkan dihadiri 2000 orang peserta dari seluruh sinode gereja yang tergabung dalam PGPI. “ tegasnya.

Acara Seminar dan Konferensi  ini berlangsung selama tiga hari dari tanggal 30 Juni-2Juli 2015 di GBI Mawar Saron, Kelapa Gading, Jakarta. Acara ini menghabiskan biaya 1,2 Milyar Rupiah. Para pembicara dalam Seminar dan Konferensi ini adalah Pdt. DR. Jacob Nahuway, Pdt. DR. Mulyadi Sulaeman, Pdt. Ir.Timotius Subekti, Pdt. DR. M.H.Siburian, Pdt. DR. M.D. Wakkary, Pdt. DR. Johny Weol,  Pdt. Yohannes Nahuway, M.A., Pdt.DR. Rubin Adi Abraham, Pdt. Josia Abdisaputra, M.Th.,  Pdt. Max Bolang dan Pdt. Efrayim Abraham da COSTA, S.H., M.Th.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here