Rakernas XI PGLII Dibuka Oleh Sekjen World Evangelical Alliance (WEA)

0
709

Oleh : Hotben Lingga, Jakarta, suarakristen.com.

“Musyawarah Nasional XI Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia yang berlangsung pada tanggal 24-27 Maret 2015 di Atria Hotel Conference, Banten, telah menghasilkan keputusan-keputusan strategis dan penting bagi pelayanan PGLII ke depan. Salah satu keputusan penting yang dihasilkan adalah dengan terpilihnya Pengurus Pusat PGLII periode 2015-2019 sebagai pelaksana mandat Musyawarah Nasional X PGLII yang dipimpin oleh Pdt. Ronny R. Mandang, M.Th. sebagai Ketua Umum terpilih, menggantikan Pdt. DR. Nus Reimas, D.D., yang telah memimpin lembaga ini selama dua periode (2006-2011 dan 2011-2015).

Sebagai tindak lanjut dari mandat Musyawarah Nasional X PGLII, sesuai dengan Anggaran Dasar PGLII Pasal 19 ayat 1, maka Rapat Pleno I Pengurus Pusat PGLII yang diselenggarakan di Wisma Bunga Kasih GEKARI Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada tanggal 20 April 2015 telah menetapkan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional XI PGLII diadakan pada hari Selasa-Kamis, 9-11 Juni 2015 di Hotel Mercure Sabang, Jakarta.

Rapat Kerja Nasional XI PGLII adalah pertemuan para pengurus PGLII baik di tingkat pusat dan wilayah, yang diselenggarakan untuk menjabarkan tugas, tanggung-jawab dan wewenang Pengurus Pusat PGLII periode 2015-2019 serta untuk merumuskan, menyusun dan menetapkan Garis-garis Besar Program Kerja Nasional sebagai landasan bagi penyusunan Program Kerja Nasional PGLII periode 2015-2019 (AD PGLII Pasal 11 ayat 1 butir (f) dan AD PGLII Pasal 19 ayat 1. Dan sesuai dengan sifatnya sebagai “rapat kerja” yang berskala nasional, maka peserta Rapat Kerja Nasional XI PGLII terdiri dari anggota-anggota Majelis Pertimbangan, Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah PGLII (ART PGLII Pasal 13 ayat 1 butir b)” demikian kata sambutan Ketua Umum PGLII Pdt. Ronny R. Mandang, M.Th, dalam pembukaan Rakernas PGLII XI, di Hotel Mercure, Sabang, Jakarta (9/6/15).

Tegas Ronny Mandang lagi,”Dilandasi dengan semangat yang muncul dari motto PGLII “Dipanggil untuk Bersekutu dan Memberitakan Injil”, mari bersama-sama secara berkesinambungan kita terus memelihara dan meningkatkan persekutuan kita sebagai kaum Injili Indonesia, tanpa lelah dan tanpa pamrih terus menerus memberitakan Injil Yesus Kristus kepada dunia. Harapan kita, Rakernas XI PGLII akan membuahkan semangat kebersamaan yang semakin solid, serta menghasilkan keputusan-keputusan penting dan strategis demi kemajuan pelayanan umat Injili di tanah air demi hormat dan kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.”

Sementara itu, Sekjen World Evangelical Alliance (WEA) yang menjadi induk organisasi dunia kaum Injili,  Pdt. DR. Efraim Tendero,dalam kata sambutannya dalam pembukaan Rakernas XI PGLII menyatakan, Kehadiran saya di Rakernas PGLII ini merupakan kunjungan kerja yang pertama sejak dilantik sebagai Sekjen WEA. Negara pertama yang saya kunjungi sejak dilantik sebagai Sekjen WEA adalah Indonesia. Mengapa Indonesia mendapat perhatian khusus dari WEA? Karena Indonesia merupakan negara yang sangat strategis dan sangat potensial bagi pelayanan dan penyebaran Firman Tuhan ke bangsa-bangsa lain di Asia dan ke seluruh dunia. Kehadiran saya ke Indonesia adalah untuk menyatakan bahwa Allah ingin memakai kaum Injili Indonesia untuk mentransformasi bangsa-bangsa. Kaum Injili harus selalu menjadi penggerak dan pemimpin gerakan transformasi dan kebangunan rohani, pemimpin gerakan persekutuan, pemuridan dan multiplikasi”

Tambah Tendero lagi, Gerakan dan organisasi Injili sebagai gerakan yang dipelopori dan didirikan oleh kaum Protestan yang menekankan kekristenan yang biblikal, saat ini sudah menjadi wadah yang sangat besar dan berkembang pesat. Jaringan organisasi Injili sudah hadir di 129 negara dan menghimpun lebih dari 600 juta umat Kristen dari pelbagai aliran/denominasi.WEA saat ini sudah menjadi salah satu wadah gereja yang paling besar, disamping Vatikan dan WCC (DGD). Tuhan ingin kaum Injili Indonesia mengobarkan kembali api penginjilan dan kesaksian ke Eropa dan benua Amerika sampai ke seluruh bumi. Tuhan ingin memakai kaum Injili Indonesia menjadi berkat bagi bamgsa-bangsa”

Turut memberikan kata sambutan dalam pembukaan Rakernas tersebut adalah Ketua Majelis Pertimbangan PP PGLII Pdt DR. Nus Reimas. Nus Reimas menyatakkan, kaum Injili harus terus berjuang agar suara dan aspirasi umat Kristen semakin didengar oleh pemerintah, media dan masyarakat. Kaum Injili juga perlu terus memperkuat persekutuan, kebersamaan, kerja-sama, koneksi dan jaringan, agar bisa lebih memberikan dampak positif dan transformatif yang lebih besar bagi dunia ini. Kita harus bekerja dan melayani dalam sistim kemitraan dengan koneksi global bagi penatalayanan global.Kesatuan dan kebersamaan antar sesama tubuh Kristus perlu terus diupayakan kaum Injili. Kita harus semakin terlibat dalam aksi pelayanan masyarakat, melobi pemerintah untuk kepentingan masyarakat yang lebih baik.Kita harus bisa menghadirkan kebenaran Allah dengan bijaksana, anggun  dan penuh kasih. Gereja merupakan kunci perubahan dan transformasi masyatakat dan dunia.Peran aktif kaum Injili bisa mentransformasi masyarakat dengan kabar baik”.

Beberapa tokoh Kristen yang hadir dalam pembukaan Rakernas PGLII tersebut adalah Pdt. DR. Bambang H.Wijaya, Pdt. Robinson Nainggolan, Pdt.Krise Anki Rotti-Gosal, Pdt. DR. Freddy Soenyoto, M.Th. dan Y.Deddy A. Madong, S.H.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here