Allah, Theos, Dios, Deu, Gott, God, Tuhan

0
2667

Pdt. Dr. Jerry Rumahlatu, D.Th

Jerry RumahlatuAkhir-akhir ini ada banyak pandangan dan sikap negatif tentang penggunaan dan penyebutan kata “Allah”. Pemerintah Malaysia misalnya secara naif kini melarang umat Kristen Malaysia untuk menggunakan kata “Allah” untuk menyebut kata “Tuhan”, baik secara tertulis maupun secara lisan. Beberapa kelompok Kristen di Indonesia sebaliknya “mengkafirkan” penggunaan kata Allah untuk menyebut Tuhan. Kelompok “ekstrimis” yang tidak mau berpikir secara historis, realistis dan objektif ini menyatakan bahwa “Allah bukanlah Tuhan” dan sebaliknya.

Bagaimana sebenarnya kebenaran (masalah) tentang penggunaan kata “Allah” ini, baik secara historis, etimologis dan substantif? Kita patut mengetahui dan meluruskan miskonsepsi (salah pengertian) dan  misinterpretasi tentang penggunaan kata “Allah” ini.

Ada 4 hal dan kebenaran yang patut kita pahami tentang masalah kata “Allah” ini:

  1. Di dunia ini ada ribuan bahasa yang berbeda. Masing-masing bahasa mempunyai istilah atau kata tertentu untuk menyebut Tuhan, Yang Maha Kuasa, Yang Kudus, Sang Pencipta.

God (Inggris), Allah (Arab), Theos (Yunani), Gott (Jerman), Deu/Dieu (Perancis), Nkos (Zulu), Dew (Breton), Dios (Spanyol), Duw (Welsh), Eleah (Suriah), Diu (Celtic), Thios (Kreta), Gut (Denmark), Godt (Belanda),Teun (Mesir), Dia (Irlandia), Dio (Italia), Deus (Latin), Sire (Iran), Debs (Portugis), dll.

Istilah-istilah atau sebutan ini bisa bersifat umum maupun menunjuk kepada seorang “tuhan/ilah” tertentu, Menurut Alkitab, setelah manusia jatuh ke dalam dosa, maka manusia telah terpisah/tercerai dari Tuhan Allah yang sejati., tidak bisa lagi berhubungan secara langsung dengan Tuhan dan tidak bisa lagi mengenal Tuhan yang sejati (kecuali kalau Tuhan yang mewahyukan/menyatakan DiriNya secara personal). Sehingga, masing-masing suku bangsa “menciptakan” istilah/kata maupun pemahaman tentang Tuhan sesuai dengan versi masing-masing.

Jadi, kata-kata/istilah untuk Tuhan tersebut bukanlah nama dan bukan nama Tuhan. Melainkan hanya kata deskriptif dan hanya kata benda saja.

Karena itu, misalnya karena “God” bukan nama, tetapi sebuah kata benda maka ia harus diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa yang berbeda untuk menyampaikan artinya. Misalnya Alkitab Inggris menerjemahkan kata Ibrani “Elohim” atau “Eloah” sebagai “God”. Alkitab Inggris juga menerjemahkan kata Yunani “Theos” sebagai Tuhan.

Jadi, Allah, Theos dan God bukanlah merupakan nama pribadi. Ini karena kata “God, Theos dan Allah” adalah sinonim. Arti dan maksudnya sama. Kata-kata itu digunakan untuk menyebut dan mengacu pada Yang Maha Kuasa, Sang Pencipta, Penguasa alam semesta, Yang Kudus.

  1. Kata “Allah” berasal dari dari kata Ibrani “Eloah” (diucapkan el-oh-ah). Eloah adalah bentuk tunggal dari Elohim. Elohim dapat diterjemahkan “Gods” (dewa-dewi, ilah-ilah). Sedangkan Eloah bisa diterjemahkan sebagai “God”.

Intinya: Allah, Eloah, Theos dan God arti dan maksudnya sama yaitu untuk menyebut Tuhan secara umum. Sama juga arti  mobil  dengan car dan automobile. Jadi, jangan bingung Allah adalah God. God adalah Allah. Sederhana dan jelas.

Penerjemah-perjemah Alkitab, yang menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Arab, tidak menggunakan kata “Theos atau Eloah” dalam  Alkitab Arabis, tetapi menggunakan “Allah”, adalah karena mereka sangat memahami bahwa kata “Allah” bersifat netral dan umum yang artinya sama/sinonim dengan Eloah, dan kata Allah tersebut sebenarnya dikembangkan (berasal) dari bahasa semitik. Sekalipun, kata Allah kadang-kadang digunakan untuk menyebut nama dewa-dewa yang disembah bangsa Arab seperti Dewa Air, Dewa Bulan, Dewa Matahari, Dewa Nasib. Hal ini sama halnya dengan kata El, Eloah dan Elohim yang diadopsi oleh orang Israel dari bangsa Kanaan, kata-kata tersebut juga dipergunakan untuk menunjuk ilah-ilah lain seperti Dewa Baal, Dewa Lembu, Dewa Kambing, dan lain-lain. Bahkan kata YHWH, Yahweh sebenarnya juga banyak dipergunakan oleh bangsa Babel kuno, Mesir, Amon dan Arab sebagai nama dewa-dewa pada sekitar abad 8 SM.

  1. “Allah” merupakan (satu-satunya) kata Arabis untuk “God” (Tuhan) dan telah begitu lama digunakan sebelum lahirnya Islam. Lima ratus tahun sebelum Islam lahir, mayoritas orang Kristen dan Yahudi di Arab telah menyebut Tuhan dengan sebutan Allah. Allah merupakan kata utama bahasa Arab yang berarti “The God” (Tuhan). Kata Allah telah digunakan dalam terjemahan-terjemahan Alkitab bahasa Arab yang paling tua yang masih ada sampai saat ini. Memang ada beberapa terjemahan Alkitab dalam bahasa Farsi dan Urdu yang tidak menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan. Jadi bagaimana mungkin segelintir kelompok Kristen tertentu mengatakan bahwa Allah merupakan sebutan yang tidak sah, kafir dan sesat?

Kata Allah merupakan istilah yang digunakan oleh orang Kristen Arab untuk Tuhannya Alkitab sebelum lahirnya Islam dan berasal dari istilah Aramis untuk Tuhan.

Seorang ahli PL Protestan Dudley Woodberry bahkan menyatakan bahwa kata Allah sebenarnya berasal dari (diciptakan) oleh orang-orang Kristen Suriah dan kemudian diadopsi dan dibawa oleh orang-orang Kristen Arab yang ada di Arab (Mekkah). Jadi, orang Kristenlah yang pertama kali menggunakan dan mempopulerkan kata Allah di Arab.

12 juta orang Kristen Arab telah menyebut Tuhan dengan istilah Allah dalam Alkitab-Alkitab mereka, dalam lagu-lagu, puisi, tulisan dan ibadah selama lebih dari 19 abad. Sungguh suatu penghinaan pada orang Kristen Arab kalau kita melarang mereka untuk tidak menggunakan kata Allah. Karena kata Allah bagi umat Kristen Arab dari sejak dulu maksudnya adalah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub atau Allah Israel dan Allah Tritunggal.

  1. Yang menjadi masalah substansial adalah apakah Tuhan (Allah) yang disembah umat Islam dan Kristen sama? Apakah Allahnya Alkitab dan Alquran sama? Jawabannya secara sederhana adalah karena pemahaman dan konsep Kristen dan Islam tentang Allah berbeda dan masing-masing bersifat unik,- jadi Allah Umat Kristen dan Islam adalah BERBEDA. Saudara-saudara kita Umat Islam tidak mengakui doktrin Tritunggal dan tidak meyakini ketuhanan Yesus Kristus. Sementara Allahnya umat Kristen adalah Tritunggal dan kita mengimani keallahan Yesus. Kita hanya menggunakan kata yang sama yaitu “Allah” untuk menyebut/menggambarkan Tuhan,-tetapi Allah mana yang dimaksud dan disembah itu adalah pilihan dan hak asasi setiap manusia dan setiap agama, yang harus saling kita hormati dan hargai.

Jadi, kalau kita mau menyebut Tuhan dengan berbagai istilah (Allah, Theos, Dios, Deu, Gott, God dll) itu hanya bersifat kontekstual dan linguistik. Tetapi kalau kita menyebut Tuhan atau Allah dengan referensi tambahan (misalnya Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub), itu merupakan problem dan pilihan teologis. Amin. (DBS)