Oleh: Husain Heriyanto (Seri tulisan merespon esai Denny JA: NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi) Jika bukan karena tergoda untuk mengapresiasi esai Denny JA berjudul “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?” yang cukup menarik, saya sebetulnya enggan membahas sebuah isu yang pengertiannya tidak jelas, seperti NKRI Bersyariah ini. Istilah ‘NKRI Bersyariah’ […]
AGAMA SEBAGAI NILAI LUHUR UNTUK DIWUJUDKAN
Oleh: Weinata Sairin _”Nulla discordia major quam quae a religione fit. Tidak ada pertikaian yang lebih besar melebihi pertikaian yang dipicu oleh agama.”_ Adalah sebuah kenyataan yang tiada terbantahkan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama, masyarakat yang memeluk dan atau menganut agama-agama. Itulah posisi dan hakikat masyarakat dari sebuah NKRI yang majemuk. Mereka bukan sebuah […]
POLA/PRINSIP ORGANISASI BISNIS DAN KEPEMIMPINAN
Oleh: Drs. P.Adriyanto, MBA. Ada beberapa prinsip organisasi bisnis dan kepemimpinan yang patut kita perhatikan karena mengalami perubahan yang drastis, bila kita ingin perusahaan tetap survive dan maju. *I Transformasi bisnis pada Revolusi Industri tahap IV yang diwarnai oleh disruption.* Berbicara tentang prinsip organisasi, kita tidak terlepas dari perubahan-perubahan yang terjadi seiring dengan perkembangan/transformasi teknologi […]
Senyum di Rapat Teriak di Luar
*KEPUTUSAN Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memberikan daftar pertanyaan kepada dua pasangan calon presiden/wakil presiden sebelum debat memantik polemik*. Tak cuma karena berkaitan dengan prinsip kepantasan, keputusan itu bahkan dijadikan amunisi untuk menyerang lawan. *Daftar pertanyaan yang diberikan seminggu jelang debat pertama pada 17 Januari nanti memang menuai kontroversi. * Sebagian kalangan menyebut keputusan itu […]
NKRI Bersyariah, Piagam Jakarta dalam Praksis Wahabis
Oleh: AE Priyono (Seri tulisan merespon esai Denny JA: NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?) Sejumlah pemikiran muncul, untuk merespons esai Denny JA, “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?” yang diunggah di media sosial. Berbagai tanggapan itu muncul karena topiknya memang relevan dengan perkembangan terkini. Tulisan ini akan membahas lebih lanjut wacana tentang […]
AJARAN AGAMA SEBAGAI PEMANDU MORAL DAN SPIRITUALITAS
Oleh: Weinata Sairin _”Nulla discordia major quam quae a religione fit. Tidak ada pertikaian yang lebih besar melebihi pertikaian yang dipicu oleh agama.”_ Adalah sebuah kenyataan yang tiada terbantahkan bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama, masyarakat yang memeluk dan atau menganut agama-agama. Itulah posisi dan hakikat masyarakat dari sebuah NKRI yang majemuk. Mereka bukan sebuah […]
KEMENTRIAN AGAMA : 73 TAHUN BERKARYA BAGI NKRI
Oleh: Weinata Sairin _”If religion cannot restrain evil, it cannot claim effective power for good” (Morris Raphael Cohen)_ Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena pada tanggal 3 Januari 2019, Ia telah mengantarkan Kementerian Agama memasuki usia ke 73 Peringatan HUT, yang biasa disebut Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama dilaksanakan diseluruh […]
Politik Milenial, Politik Solidaritas: Untuk Demokrasi yang Bermartabat
Oleh: Alan Christian Singkali Udara pagi 2019 yang segar ini menyiratkan bahwa harapan dan cita akan kita raih dengan segala optimisme. Semalam berlalu kita tutup dengan segala kebaikan dan keburukan tahun 2018. Kembang-kembang api memecahkan kisah-kisah lampau yang hilang ditelan angkasa. Forgive but never forgetted, itulah mungkin ungkapan yang tepat untuk menggambarkan masa lalu. Ya, benar! […]
Ancaman Disrupsi Nasionalisme
Indonesia lahir dengan latar belakang budaya, keyakinan, bahasa yang beragam. Keberagaman tersebut muncul secara alamiah mulai dari faktor geografis, faktor bawaan yang diwarisi secara keturunan bahkan karena perkembangan yang terjadi dalam kehidupan. Di tengah-tengah keberagaman tersebut, muncul tekad kuat untuk berjuang bersama menghadirkan kemerdekaan yang berdaulat. Tekad tersebut timbul akibat penderitaan dan kesengsaraan yang bersama-sama […]
MENGAPA BANYAK EKSEKUTIF/MANAJEMEN DAN KARYAWAN TIDAK MEMBERI KONTRIBUSI MAKSIMAL BAGI PERUSAHAAN??
Oleh: Drs. P. Adriyanto, MBA. Ada dua faktor penting yang merupakan penyebab utamanya : I. Kebijakan perusahaan yang keliru II. Sikap mental, perilaku dan akhlak para eksekutif/manajemen dan para karyawan yang jelek. Ditinjau dari sikap mental, perilaku dan akhlak: √ *Mereka tidak memiliki budi pekerti yang menunjang tingginya produktivitas mereka.* Apakah budi pekerti itu ? […]
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.



