banner 728x250

Ikut Palestine Day, Puluhan Siswa ‘Pergi ke Palestina’ Tanpa Tinggalkan Jakarta

banner 120x600
banner 468x60

Ikut Palestine Day, Puluhan Siswa ‘Pergi ke Palestina’ Tanpa Tinggalkan Jakarta

 

banner 325x300

Jakarta, Suarakristen.com

 

Ada yang berbeda di Kedutaan Besar Palestina di Menteng hari ini (21/8). Tak ada rapat diplomatik, bukan juga resepsi formal dan podium. Yang masuk dari pintu gerbang itu adalah pelajar-pelajar SMP dan SMA Indonesia.

60 siswa dari SMPN 8, SMAN 117, Homeschool Bening, dan SMP Baznas, menjadi tamu istimewa di Palestine Day. Acara kolaborasi SMART 171 dan Kedutaan Besar Palestina ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Indonesia.

Kala masuk kedubes, para siswa mendapat “Paspor Palestina”. Tentu bukan paspor sungguhan, itu adalah buku kecil berisi informasi kota-kota Palestina. Israel telah meyahudikan namanya seperti Jaffa menjadi Tel Aviv, Al-Khalil menjadi Hebron, Al-Quds menjadi Jerusalem. Paspor ini jadi akses para siswa masuk ke empat pos permainan.

Di setiap pos, tantangan berbeda menunggu. Ada game True or False di mana pemandu membacakan kalimat tentang Palestina dan siswa keluarkan kertas betul atau salah. Ada pos puzzle di mana siswa dibagi 2 kelompok dan berlomba menyusun peta Palestina. Ada Tree of Voices tempat anak sekolah ini menuliskan pesan dan harapan di ranting. Terakhir pos Photo Booth, mereka bisa pakai berbagai atribut Palestina, rompi dan helm jurnalis Palestina, dan difoto menggunakan latar infografis buatan Palestine Learning Source (PALS) untuk diunggah ke sosial media. Siswa yang menyelesaikan pos mendapat stempel, pin, dan stiker. Tak ketinggalan, setiap siswa mendapat syal Palestina yang dikalungkan langsung oleh Duta Besar Palestina.

Selain empat pos itu, ada mini exhibition Gaza Today tentang reruntuhan kota Gaza. Ada pula poster-poster sepanjang tiang kolam renang kedubes.

Kala MC bertanya pada siswa mana yang paling menarik, Kiki lantang menjawab “Menurutku VR”. Jawaban ini mengundang tawa teman-temannya karena memang Virtual Reality (VR) bukan 4 pos yang dimaksud. VR yang dimaksud menjadi pojok unik tersendiri, membawa peserta berkeliling Masjid Al-Aqsa secara virtual.

Palestina adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Hal ini diingatkan kembali oleh pembawa acara kala memandu Talkshow bersama Duta Besar Palestina, Abdulfattah Al-Sattari. Abdulfattah bilang Kedubes menjadi rumah bagi mereka yang membela Indonesia, “Terima kasih atas rasa cinta warga Indonesia kepada Palestina. Ini adalah rumah kalian semua.”

Bagi seluruh pelajar yang hadir, inilah pertama kali mereka bicara dengan diplomat. Para siswa boleh bertanya langsung, basa-basi bahkan selfie dengan para diplomat Palestina, Deyaeddin Alnamourah dan Abdulfattah Al-Sattari.

Ada yang menarik di balik acara ini. SMPN 8 Jakarta berdiri tepat di seberang Kedutaan Besar Palestina, tapi banyak murid dan guru pendampingnya pun baru tahu bahwa tempat tersebut digunakan sebagai Kedutaan Besar Palestina untuk Indonesia.

Sarah, Manajer Edukasi SMART 171, mengungkapkan Palestine Day sengaja dirancang sebagai hari belajar tentang Palestina,

“Kedutaan yang biasanya tertutup bagi publik, hari ini dibuka sebagai ruang belajar yang ramah, seru, tapi tetep edukatif, banyak hal yang baru diketahui adik-adik siswa. Pada seneng banget tadi, sampe kepala sekolah SMPN 8 yang sedang menjabat PLT Kepsek SMP lain agar diajak juga.”

banner 325x300