Pdt. M. Ferry H. Kakiay, M.Th.: Mari Mengubah Dunia dengan Kuasa Roh Kudus!

0
2146

MARI MENGUBAH DUNIA DENGAN KUASA ROH KUDUS! Oleh: Pdt. M. Ferry H. Kakiay, M.Th.

John WesleyJohn Wesley, salah seorang penginjil Protestan terbesar dunia, pernah berkata:

“Beri aku 100 orang yang mengasihi Tuhan dengan sepenuh hatinya dan yang tidak takut apapun kecuali kepada dosa, maka aku akan menggerakkan dunia ini!

Bisakah orang Kristen mengubah dunia dan membuat perubahan dalam dunia tempat kita hidup? Walaupun dunia ini semakin jahat dan rusak, saya percaya dan tahu bahwa kita bisa mengubah dunia, Dan meskipun hidup sebagai seorang Kristen yang alkitabiah itu sulit, akan tetapi dengan kuasa Roh Kudus, itu bukan hal yang mustahil. Bagaimana sekelompok orang Yahudi yang tidak berpendidikan, tidak terorganisir dan miskin bisa mengubah dunia mereka di abad pertama? Tanpa internet, tanpa media, tanpa iklan TV, tanpa uang sama sekali? Bagaimana mungkin kelompok Kristen yang sama bisa bertumbuh dan berkembang pesat, dalam hanya waktu 100 tahun berhasil mengkristenkan setengah dari seluruh kekaisaran Roma? Mungkinkah Kekristenan mengubah dunia lagi bagi Kristus? Tidak hanya BISA, tetapi kita HARUS!

Tidak perlu dipertanyakan lagi mengapa kita harus mengubah dunia yang sudah rusak/jatuh ini! Kita setiap hari melihat bagaimana koran-koran dan film-film mengagungkan ketidaksusilaan, meruntuhkan nilai-nilai keluarga dan mendorong egoisme, kerakusan dan hawa nafsu; kita menyaksikan bagaimana penjahat-penjahat melarikan diri dari jerat hukum/keadilan dengan memanipulasi hukum; kita menyaksikan separuh dunia ini menderita di bawah kediktatoran totaliter dan penganiayaan; kita menyaksikan separuh penduduk bumi ini masih hidup di bawah garis kemiskinan; dan pornografi, kejahatan, aborsi, terorisme, dan okultisme semakin meningkat! Masih ada 1001 alasan lain bahwa dunia ini perlu dirubah.

Untuk itu, pertama-tama kita harus memahami bahwa kita tidak hanya bisa mempengaruhi dunia ini, tetapi kita diperintahkan untuk berbuat demikian. Itulah alasan sehingga Tuhan Yesus meninggalkan kita di sini. Yesus berkata dalam Yoh. 14: 12,”Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa. Demikian juga, Ia memerintahkan kita dalam Kis. 1:8, “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” Menjadi saksi dan menyampaikan Injil merupakan cara terhebat untuk mempengaruhi dan mengubah dunia di tempat kita tinggal. Dengan begitu, kita mereformasi dunia ini dengan pemberitaan Injil. Jadi, kita tidak hanya diperintahkan untuk membaharui dunia ini tetapi untuk menjangkau manusia dan mengubah hidup mereka. Gereja akan berkembang secara kuantitatif dan kualitatif melalui pemberitaan Injil dan pengajaran sistimatis Firman Tuhan!

 

Jadi, Tuhan Yesus telah memberi perintah (mandat), kuasa, prinsip-prinsip dan cara (petunjuk) kepada murid-muridNya untuk mengubah dunia! “Karena itu pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Jadikanlah semua bangsa murid-Ku, ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintahkan kepadamu.dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Kamu akan/harus mengusir setan-setan demi nama-Ku, kamu akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru, kamu akan memegang ular, dan sekalipun kamu minum racun maut, kamu tidak akan mendapat celaka, kamu akan meletakkan tanganmu pada orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” Para murid diperintahkan untuk terlibat secara aktif mendatangkan/mendirikan Kerajaan/Pemerintahan Allah (secara rohani) dan menaklukkan, mengalahkan dan meruntuhkan kuasa-kuasa dunia (roh-roh jahat, pemikiran-pemikiran dan ideologi yang salah) dan mengubah/mentransformasi dunia dan masyarakat bagi Kristus!

William Carey, Bapa Misi Protestan modern, mengubah sejarah dengan membawa Injil ke India, menerjemahkan Alkitab ke banyak bahasa daerah dan dengan mengakhiri praktek Hindu membakar hidup-hidup para janda dari setiap pria almarhum di atas tumpukan kayu pemakaman mereka. Hudson Talyor menggagas gerakan pengutusan puluhan ribu misionaris Protestan untuk memenangkan China bagi Kristus. David Livingstone dengan berani membuka jalan bagi misi ke daerah-daerah Afrika Tengah yang belum terpetakan, yang mengakhiri perdagangan budak oleh kaum Kedar, perang antar suku dan cengkraman ilmu-ilmu sihir atas suku-suku bangsa Afrika Tengah itu. C.T Studd menggembleng ribuan orang untuk bekerja di ladang misi di Kongo. Ada kuasa yang orang-orang Kristen alkitabiah bawa ke dunia ketika memberitakan Injil, yaitu kuasa Tuhan, kuasa untuk memulihkan kehidupan, kuasa Anak Allah, kuasa doa yang terjawab, kuasa untuk mengetahui rencana Tuhan, kuasa terang dalam kegelapan, kuasa kasih, iman dan pengharapan,- satu-satunya sumber sejati sukacita, kebebasan, kemurahan hati yang radikal dan iman yang berani)

Baca juga  DEKLARASI RELAWAN YRK-YP JABODETABEK, CABUP TORAJA UTARA 2020

Nabi Elia berani berdiri sendiri melawan 450 nabi-nabi palsu Baal dan 400 nabi-nabi palsu Asyera, dan dengan lantang menantang kesesatan dan “tuhan” mereka. Iman Elia pada Tuhan membuatnya kuat dan cukup berani melawan semua nabi-nabi penyesat tersebut. Dan Nabi Eliapun mengubah sejarah pada hari itu di Gunung Karmel, dengan mendemonstrasikan kuasa Allah, membongkar kebohongan para penyembah setan dan membawa kembali umat Israel kepada Tuhan (1 raja-raja 18).

Wycliffe, Huss, Luther dan Calvin mengubah jalannya sejarah dunia dengan berani mempelajari Alkitab, dan dengan berani melawan ajaran-ajaran yang tidak alkitabiah dan praktek korupsi dari Gereja abad pertengahan.

Dalam Matius 5: 13-16 Tuhan Yesus mengajarkan cara sederhana bagaimana kita bisa mempengaruhi dan mengubah dunia ini. Yaitu, setiap orang Kristen harus menjadi Garam dan Terang Dunia! Dalam perumpamaan tentang Garam dan Terang Dunia, Tuhan Yesus mengajar tentang tanggung-jawab orang Kristen dalam dunia/masyarakat non-Kristen. Dia menekankan perbedaan antara orang Kristen dan orang bukan Kristen, antara gereja dan dunia, dan Ia menekankan pengaruh yang orang Kristen harus miliki atas lingkungan non-Kristen. Perbedaan antara kedua hal tersebut jelas. Dunia adalah seperti makanan busuk/basi atau daging busuk, sedangkan orang Kristen adalah makanan yang enak/segar untuk dimakan dan garam pelezat semua makanan/masakan. Dunia juga seperti malam yang gelap, dan orang Kristen harus menjadi terang bagi kegelapan malam. Ini adalah perbedaan mendasar antara orang Kristen dengan orang bukan Kristen, antara gereja dan dunia ini. Kita dipanggil untuk berinteraksi dengan dunia ini dengan konsep/paradigma dasar sebagai garam dan terang bagi dunia ini. Karena itu, ketika dunia semakin jahat dalam dosa, kita harus membuat perbedaan dengan memanifestakan kebenaran Firman Tuhan ini. Jadi, panggilan dan perintah untuk membuat dunia ini semakin baik sangat melekat dalam iman dan praksis kekristenan kita. Ketaatan kepada perintah dan ajaran Tuhan ini mempunyai dampak pribadi dan sosial.

 

Alkitab mengajarkan kita agar memiliki iman yang berani mempercayai Tuhan untuk hal hal besar, untuk melangkah keluar dan mengubah apa yang salah dan menentukan apa yang benar. Iman yang pro-aktif dan missioner ini, yang mendorong Gereja untuk keluar dan mengubah sejarah, mampu mengakhiri praktek pengkorbanan anak-anak, kanibalisme, ilmu sihir, poligami, perbudakan dan pembakaran janda-janda dari agama-agama penyembah berhala. Orang-orang Kristen seperti itu yang mengubah dunia mereka. Apakah Anda orang Kristen yang berani berkata: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku. (Saya bisa melakukan segala sesuatu melalui Kristus yang menguatkan aku)” (Fil. 4:13). Jika Tuhan sanggup mengubah kita, maka Dia sanggup memakai kita untuk mengubah beberapa bagian dunia ini.

Di masa lalu gereja pergi keluar untuk menaklukkan dunia bagi Kristus. Sekarang, dalam kebanyakan gereja, Kristus sedang dijual seharga 30 keping perak atau kurang. Alih-alih gereja yang mengubah dunia, dunia yang sedang mengubah gereja!

Saat ini kebanyakan orang Kristen telah meninggalkan tanggung-jawab moral mereka untuk membawa terang Injil kepada kegelapan orang kafir. Banyak orang Kristen mengizinkan anak-anak mereka dibesarkan dengan humanisme atheistis dalam sekolah-sekolah dan dihibur oleh okultisme dan ilmu-ilmu sihir penyembah berhala melalui film-film Hollywood dan televisi.

Banyak orang Kristen telah menyerah kepada kuasa kegelapan, melakukan negosiasi dan bekerjasama dengan para penyembah berhala, mendemitologisasikan Alkitab, menghapuskan bagian-bagian Alkitab yang “konfrontatif” dari kotbah-kotbah di mimbar dan menurunkan standar-standar moral untuk mengizinkan orang-orang yang belum bertobat agar gampang masuk ke gereja.

Selama beberapa abad banyak orang Kristen di Barat telah beralih dari prinsip-prinsip Reformasi Protestan yang berpusatkan/berorientasi pada Kristus dan Alkitab. Sebaliknya, banyak orang Kristen telah beralih ke humanisme Renesans yang berpusat pada manusia, yang sudah pasti selalu menyebabkan sikap permisif ekstrim atau totaliterisme, seperti yang terlihat dalam Revolusi Perancis dan Revolusi Rusia.

Baca juga  KPAI Prihatin Kasus Anak Dipukul Sapu Hingga Meninggal

Hasil dari kemurtadan ini jelas terlihat dalam bencana aborsi, industri pornografi dan proteksi politis kepada perbuatan-perbuatan yang tidak wajar (seperti homoseksualitas/lesbianisme) di Barat; dan pembantaian-pembantaian dan kamp-kamp konsentrasi di Eropa Timur. Akibat meninggalkan standar-standar abadi Tuhan yang dinyatakan dalam Alkitab adalah: jutaan keluarga yang brokenhome, pemerintah-pemerintah yang gagal untuk menghukum orang yang bersalah, pemerintah yang gagal untuk menciptakan keamanan bagi yang taat hukum, sekolah-sekolah yang gagal untuk mendidik dan gereja-gereja yang gagal menjadi rumah doa bagi segala bangsa, memuridkan dan mengajarkan ketaatan.

Ada banyak kekuatan-kekuatan anti Kristen yang berusaha merusak dan menghancurkan iman Kristen, termasuk: penganiayaan oleh pemerintahan-pemerintahan kaum Kedar dan komunis; dominasi humanis sekuler atas lembaga-lembaga pendidikan, industri hiburan dan media berita; dan injil-injil palsu dan ajaran sesat dalam banyak STT dan gereja. Kita juga telah membiarkan diri kita menjadi salah informasi, tercuci otak dan diintimidasi dengan merasa bersalah atas prestasi-prestasi hebat dari misionaris Kristen dan reformator-reformator lebih dari beberapa abad yang lampau. Orang-orang Kristen yang bebal terhadap sejarah telah mengaku malu karena ada orang-orang Kristen yang taat telah mentobatkan kaum kanibal, mengakhiri pembantaian antar suku bangsa, menghapus pengorbanan anak, mengalahkan ilmu sihir dan memenangkan seluruh bangsa bagi Kristus.

Pemikiran Timur dan suku primitif memiliki pandangan sejarah yang siklis. Konsep Pengulangan Kembali dan sejarah yang tidak bisa dielakkan begitu tertanam dalam pemikiran non-Kristen sehingga mereka melihat diri mereka sebagai obyek sejarah daripada sebagai subyek sejarah, pelaku sejarah yang bisa mempengaruhi atau membuat sejarah. Mereka memandang diri mereka terperangkap/terjepit dalam proses sejarah dan di dalam kekuasaan kekuatan alam/roh-roh/para leluhur (semua kekuatan luar) dan hanya merupakan bagian dari masyarakat. Ini berbeda dengan pandangan dunia Kristen yang melihat sejarah sebagai perkembangan linear/lurus, yang bermula dari penciptaan, disambung ke banjir besar, pemberian Hukum Tuhan di Gunung Sinai, inkarnasi Yesus, penyaliban dan kebangkitanNya, pentakosta dan akan mencapai puncaknya pada saat kedatanganNya yang kedua kali dan hari penghakiman. Karena itu Orang Kristen berkata: “Hanya ada sekali kehidupan, kehidupan itu akan berlalu menjadi masa lampau, – hanya apa yang dilakukan untuk Kristus yang akan bertahan.

Setiap hari bersifat unik, setiap kesempatan harus dimanfaatkan. Waktu bersifat terbatas dalam pandangan dunia Kristen. Orang Kristen melihat dirinya penting karena dia adalah seorang individu yang diciptakan oleh Tuhan dengan suatu maksud agung. Penekanan pada individualitas manusia sebagai puncak ciptaan Allah yang superior, akan tetapi kemudian jatuh ke dalam dosa, merupakan kekhasan agama Kristen. Kita masing-masing pribadi harus berdiri di hadapan Tuhan pada hari Penghakiman dan memberi pertanggungan jawab atas iman dan perbuatan kita. Kita masing-masing harus bertobat atas dosa-dosa kita sendiri dan melaksanakan iman pribadi kita di dalam Kristus untuk pengampunan dan kebebasan. Hubungan pribadi setiap pribadi dengan Kristus merupakan jantung kekristenan.

Dalam pemikiran Kristen, alam bergantung/tunduk kepada kita, bisa dikembangkan dan dimanfaatkan. Kita bisa mengubah jalannya sejarah karena Allah kita yang berdaulat Maha Kuasa dan Ia telah memberkati kita dengan kehendak bebas. Kita percaya bahwa dengan kekuatan jawaban Tuhan dan dengan ketaatan kita pada perintah-perintahNya dan asas-asas dalam Firman Tuhan, maka kita bisa mengubah dunia ini.

Kekristenan memanggil kita untuk bertindak. Agama-agama Timur di sisi lain menghasilkan masyarakat yang stagnan, mundur dan tidak produktif, dan terobsesi dengan meditasi yang mengkultuskan dan mementingkan diri sendiri dan terobsesi dengan fatalisme. Akan tetapi, orang Barat saat ini justru banyak yang menerima ajaran-ajaran agama Timur dan menyembah ilah-ilah palsu dan patung-patung berhala dari agama-agama palsu ini. Pada waktu bersamaan juga, Orang Barat sedang mengalami kehancuran/pembusukan melalui sekularisasi, sikap permisif dan materialisme. Dengan meninggalkan Firman Tuhan, dengan melupakan ajaran-ajaran Kristen yang membuat bangsa-bangsa Barat menjadi bangsa yang paling makmur dan paling bebas di dunia, mereka sedang menggali liang kuburnya. Semuanya itu telah membiakkan kemiskinan, kemelaratan, kutuk, sakit penyakit, egoisme, kesombongan, krisis dan pemberontakan melawan Tuhan.

Baca juga  Hingga Pertengahan September Satgas PEN Salurkan Rp3,5 Triliun BSU

Apakah jalan keluarnya?Apa yang bisa kita lakukan? Pertama, kita harus mempelajari Firman Tuhan untuk belajar tentang kebenaran yang obyektif/benar. Firman Tuhan harus menjadi hakim dan dasar yang kokoh dari semua tindakan kita. Dari sinilah Reformasi Protestan bermula. Kalau kita tidak mengenal Firman Tuhan, kita bisa disesatkan dengan mudah. Kedua, kita harus mengingatkan umat Kristen akan bahaya humanisme, kebejatan moral, agama-agama palsu dan filsafat-filsafat sesat seperti evolusionisme, Marxisme. Kita harus bangkit melihat apa yang sedang terjadi di sekeliling kita dan membongkar taktik-taktik kekuatan-kekuatan anti-Kristen. Ketiga, kita harus menyadari bahwa kebenaran tidak ditentukan oleh opini mayoritas, tetapi oleh Firman Tuhan. Kita jangan membiarkan diri kita dimanipulasi secara emosi ataupun pikiran oleh gerakan-gerakan rohani/keagamaan yang tidak mau menundukkan diri/ajarannya pada Firman Tuhan. Keempat, kita harus mendorong gereja Tuhan dan mengarahkan mereka pada aksi-aksi Kristen yang positif. “Tanpa visi/penglihatan, sebuah bangsa bisa binasa.” Kita harus menanamkan dan membangkitkan keberanian, pengharapan untuk masa masa depan dan membangun iman kita dalam Firman Tuhan. Orang yang dikuasai oleh ketakutan dan kesalahan tidak bisa melawan setan. Kita harus kembali kepada Tuhan dan meminta pengampunan, kebebasan dan kekuatan melalui pertobatan dan iman di dalam Tuhan Yesus.

Saat ini Kekristenan telah dan masih menjadi alat yang paling kuat dalam mentransformasi masyarakat untuk menjadi semakin baik sepanjang 2000 tahun ini. Kekristenan mempunyai pengaruh yang sangat besar atas masyarakat. Tidak ada agama, filsafat, ajaran, Negara, atau gerakan yang telah mengubah dunia semakin baik seperti yang agama Kristen lakukan. Kalau kita dan gereja hidup penuh komitmen di dalam Kristus dan Roh Kudus maka kita bisa mempunyai pengaruh yang lebih besar lagi. Jadi, jangan ada bahasa pesimisme, tetapi jangan juga menjadi utopis (optimisme yang buta). Karena kita sudah diberi kekuatan yang besar oleh Tuhan untuk mempengaruhi dunia ini. Ada kuasa dalam doa kita, ada kuasa dalam kebenaran Injil, ada kuasa kalau kita bisa menjadi teladan di mana saja, dan ada kuasa kalau kita menjadi kelompok solidaritas, kelompok yang sangat peduli dan solider terhadap problem kemanusiaan, problem di lingkungan kita.

 

Kita jangan berkecil hati kalau kita hanya kelompok kecil. Karena Tuhan Yesus juga memulai gerakannya dengan kelompok kecil 12 rasul. Akan tetapi kalau kelompok kecil itu mempunyai visi yang besar dan kuat untuk dunia ini dan memiliki dedikasi total maka kelompok itu bisa menjadi kelompok paling berpengaruh. Kekristenan berkembang karena ajarannya menekankan tentang kesucian hidup, moralitas (kekudusan) seks, kesetaraan derajat dan kebebasan wanita, amal dan kasih, peduli kepada orang buta, orang miskin (dengan membangun banyak rumah sakit dan lembaga kemanusiaan), peduli pada bidang pendidikan/perkembangan sains (dengan membangun ratusan ribu sekolah/lembaga pendidikan), konsep ethos kerja (Protestan) yang progresif, penghapusan perbudakan, mempelopori penegakan Negara hukum, kebebasan, hak azasi, keadilan, persamaan dan kebebasan beragama di dunia kita, dan memberi perhatian yang besar pada dunia seni, arsitektur, musik dan sastra.

 

Kita dipanggil untuk maju, untuk menantang, dan menaklukkan setiap pemikiran agar tunduk kepada Kristus, dan itu tugas yang Tuhan Yesus berikan kepada kita. Seperti Kristus “menjadikan segala sesuatu menjadi baru”, demikian juga kita harus membaharui segala sesuatu dan harus berubah dalam terang dan kuasa Firman Tuhan. Ia telah memperlengkapi kita agar kita bisa berhasil.

Permasalahannya adalah seperti yang Martin Luther katakan: “Orang Kristen tidak bisa menjadi pemenang kalau tidak berjuang dan berperang, tidak mau memikul salib Kristus yang mulia. Kita harus mau berkorban, mengambil resiko, membayar harga, berani menghadapi masalah dan mau memecahkan masalah. Karena masa depan hanya milik orang yang berani dan tegas.”

Hanya dengan kuasa Roh Kudus kita bisa mengubah dan membaharui dunia ini. Amin! (DBS)