Carlo Acutis Seorang Yang Kudus.

0
50
Ibu Rani Wijaya

 

 

Carlo Acutis Seorang Yang Kudus.

 

Jakarta, Suarakristen.com

Saat Carlo Acutis berusia sekitar 5 tahun, Andrea Acutis (Mama) dan Antonia Salzano (Papa) memutuskan untuk pindah ke Milan, Italia.Luar biasanya, dia justru mempersembahkan semua penderitaan sakitnya itu untuk Tuhan, Paus Benediktus XVI, dan Gereja.Tidak hanya itu, penyuka dunia programming ini menggunakan keahliannya untuk membangun situs yang memuat katalog mukjizat Ekaristi di seluruh dunia.Di usia mudanya, dia meminta orangtuanya untuk membawanya berziarah ke tempat-tempat para kudus dan ke situs-situs mukjizat Ekaristi.

Ibu Ivonne.

 

Doa memiliki waktu hening/adorasi, mengaku dosa setiap minggu, rajin mengikuti Ekaristi setiap hari. Bahkan, Carlo Acutis juga dikenal suka membela anak- anak di sekolahan yang di-bully, khususnya anak-anak disabilitas.Namun, Carlo Acutis mampu mengisi waktu hidupnya yang singkat dengan berbagai hal yang positif, bermakna serta berbuah yang tidak hanya dirasakan oleh keluarganya saja, melainkan sesamanya. Kita sebagai orang muda harusnya bisa menjadi seperti Carlo Acutis pembawa dan penyalur berkat Tuhan baik itu di tengah keluarga, lingkungan pergaulan, maupun komunitas.

Tapi, percayalah dan selalu mohon doa perantaraan Beato “Carlo Acutis” agar memampukan kita sebagai orang muda untuk mengupayakan sesuatu yang lebih agar semakin banyak orang yang merasakan berkat Tuhan lewat apa yang kita perbuat.Itu bukan sekadar mimpi, melainkan sudah tergenapi dalam diri Beato “Carlo Acutis”. Intinya, jalan menjadi kudus dan suci itu bukan sesuatu yang mustahil untuk diperjuangkan dan dicapai bersama Allah.Ia adalah orang muda yang digelari Beato dari generasi yang serba virtual ini.

Carlo Acutis meninggal pada usia 15 tahun.Kepada ibunya, Carlo Acutis berkata, “saya mempersembahkan kepada Tuhan penderitaan yang harus saya alami untuk Paus dan untuk Gereja, agar tidak harus berada di Api Penyucian dan dapat langsung pergi ke Surga.”

Baca juga  Relikui Dan Santo Carlo Acutis Yang Berjiwa Kreatif.

Bagi Carlo Acutis penderitaan adalah sebuah gerbang melalui mana ia dapat langsung pergi ke Surga.Carlo Acutis suka bermain sepak bola, video game, dan memiliki gigi manis.

Carlo Acutis biasa berkata, “Apa gunanya memenangkan 1.000 pertempuran jika Anda tidak bisa mengalahkan hasrat Anda sendiri?”

Kita melihat orang muda Katolik masa kini dilanda arus konsumerisme, hedonisme, relativisme, acuh tak acuh terhadap agamanya. Ayah dan ibunya Carlo Acutis tinggal di London pada waktu itu karena tuntutan pekerjaan.Mengenang Sakramen Baptis yang ia terima, Carlo berkata: “Pembaptisan adalah penting karena pembaptisan membawa jiwa-jiwa untuk diselamatkan, untuk kembali kepada kehidupan yang ilahi.

Carlo Acutis kecil adalah seorang yang ceria, begitu hidup dan lembut. Carlo Acutis adalah seorang jenius di bidang teknologi informasi.Carlo Acutis memiliki kemampuan pemrograman komputer, penyuntingan flm, pembuatan situs, animasi dan sebagainya.Ia juga begitu murah hati kepada orang asing, penyandang cacat, anak-anak dan para pengemis.

(Susan Sandy)