BERSAMA RAKYAT MEMULIHKAN HUTAN DOLOK IMUN

0
442

BERSAMA RAKYAT MEMULIHKAN HUTAN DOLOK IMUN
Oleh: Arthur John Horoni

 

Kawasan Dolok Imun berada pada ketinggian 1511 meter di atas permukaan laut (dpl), di Kabupaten Tapanuli Utara ( Taput), Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Lokasi hutan ini berbatasan dengan Desa Lumban Tongatonga (Kecamatan Siborongborong) di sebelah Timur , Desa Simarpinggan (Kec. Sipoholon) di sebelah Barat, Desa Hutaraja Hasundutan (Kec. Sipoholon) sebelah Selatan, dan Desa Lumban Motung (Kec. Pagaran) di sebelah Utara.

Dolok Imun yang mulanya memiliki hutan sekitar 280 ha, kini semakin tergerus. Sekitar 112 ha lahan tak ditumbuhi pepohonan lagi, alias gundul. Akibatnya berkurangnya debit air di sungai serta di persawahan sekitar lereng Dolok Imun.

Restorasi Hutan

Prihatin akan kenyataan itu, serta menanggapi keluhan warga setempat, Pelayanan Masyarakat Kota Huria Kristen Batak Protestan (PMK HKBP) Jakarta bergerak menawarkan kerjasama dengan masyarakat sekitar Dolok Imun, guna melaksanakan program restorasi hutan.

Restorasi adalah salah satu bentuk upaya bagi pemeliharaan dan perlindungan secara teratur kawasan hutan. Tujuannya mencegah kerusakan dan pemusnahan lingkungan, dengan jalan mengaitkan atau melestarikan. Salah satu bentuk kegiatannya adalah pemulihan ekosistem, yakni menghidupkan kembali ekosistem yang terdegradasi dengan menanam pohon, membersihkan tepian sungai. Minimalnya, menyediakan ruang kepada alam untuk pulih.

Sejak awal 2022, dilakukan percakapan dengan beberapa kelompok tani di Desa Lumban Tongatonga, berbarengan dengan upaya melibatkan Pemda Taput untuk kegiatan itu. Melalui usaha itu, tercapailah kesepakatan untuk mengerjakan langkah-langkah kegiatan, antara lain: (1) pendidikan dan pelatihan, (2) pemetaan kawasan, dan (3) penghutanan Dolok Imun di wilayah Lumban Tongatonga dengan tanaman keras (macadamea, mohon, poki), tanaman buah-buahan (alpukat, duren, mangga, arena, jengkol, pete), serta tanaman produktif seperti palawija. Disepakati pula untuk menyelenggarakan metode pertanian organik.

Baca juga  Wujudkan Era Baru Industri Akuakultur, eFishery Bantu Pembudidaya Melalui Inovasi Al "Mas AhYa'

Sekolah Pertanian Organik

Sampai pada akhir tahun 2022, beberapa jenis pohon buah-buahan seperti alpukat, jengkol, pete dan duren telah berhasil ditanam di beberapa ladang milik penduduk Desa Lumban Tongatonga, serta satu lokasi khusus seluas sekitar 2 ha untuk penanaman makadamea (makadame). Makadame yang berasal dari Australia, konon adalah kacang termahal di dunia. Ada sekitar 15 ha lahan yang perlu direstorasi di kawasan Desa Lumban Tongatonga.

Sejak medio Januari 2023, PMK HKBP memulai program kegiatan Sekolah Pertanian Organik Dolok Imun. Ini adalah hasil diskusi panjang dengan rakyat setempat, agar kegiatan restorasi dapat berjalan secara bersinergi dengan pertanian rakyat yang menanam palawija.

Peserta yang merupakan angkatan pertama sekolah ini ada 12 orang (salah satunya perempuan), dan mereka menamakan kelompoknya, Dos Roha. Fasilitatornya, Ramli Tambunan, petani dari Balige, Kabupaten Toba, yang berhasil mengembangkan pertanian organik di desanya, Tambunan, selama 10 tahun. Ramli salah satu alumni pendidikan/pelatihan pertanian organik yang disenggarakan jaringan PMK HKBP Jakarta sejak tahun 2010 di Sumut yang dimentori Pdt. Siau Alung dari Gereja Kristen Indonesia sinode wilayah Jawa Barat. Pdt. Alung adalah pegiat pertanian organik yang banyak mendampingi kelompok-kelompok tani.

Melalui 8 kali pertemuan selama 2 bulan, peserta diperkenalkan dengan cara pengolahan lahan, pemilihan bibit unggul lokal, pemupukan secara teratur, perawatan dan pembuatan pupuk padat dan cair organik. Seluruh bahan untuk pupuk diperoleh dari materi setempat, seperti sampah/rerumputan/daunan/buah, kotoran ternak, air cucian beras, air kelapa, gula arena, dst. Mereka juga membuat fermentasi untuk menghasilkan mikro organisme lokal (mol), pestisida alami serta bakteri pemacu pertumbuhan (PGPR).

Sebagai hasil praktek, selain membuat pupuk, mereka juga menanam jagung sebagai tumpangsari di lahan yang sudah ditanami makadame. Sambil terus memantau perkembangan angkatan pertama dari Sekolah Pertanian ini, PMK HKBP membuka kesempatan kepada angkatan selanjutnya, yang dijadwalkan pada April 2023.

Baca juga  Lantik Dirjen PSDKP, Menteri Trenggono Minta Berantas Penyelundupan BBL

(Arthur John Horoni
Program Manager
Radio Tona
Siborongborong)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here