PENDIDIKAN KRISTEN PROTESTAN SEBAGAI SPIRIT KEMAJUAN BANGSA: SEBUAH SERUAN UNTUK MENYELAMATKAN DAN MEREVITALISASI PENDIDIKAN KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA

0
34
Universitas Pelita Harapan, Sebuah Universitas Protestan Reformed yang paling berkembang pesat.

 

PENDIDIKAN KRISTEN PROTESTAN SEBAGAI SPIRIT KEMAJUAN BANGSA: SEBUAH SERUAN UNTUK MENYELAMATKAN DAN MEREVITALISASI PENDIDIKAN KRISTEN PROTESTAN DI INDONESIA

 

Oleh: Hotben Lingga

 

Agama Kristen Protestan merupakan Kontributor terbesar dalam perkembangan, pengembangan dan kemajuan dunia pendidikan dan literasi dari semua level dalam “zaman modern” (sejak era Reformasi Protestan Abad XVI – Permulaan Abad XX). Revolusi Industri dan perkembangan Eropa modern dan AS distimulasi oleh Pemikiran dan Teologia dan partisipasi Kristen Protestan dalam dunia pendidikan. Samuel Huntington menyatakan Bahwa Agama Kristen Protestan yang membuat AS, Inggris dan negeri-negeri Eropa yang makmur/maju menjadi negara-negara adidaya dunia. Kaum Kristen Protestan adalah pionir pionir dan agen-agen utama kemajuan dan perkembangan dunia pendidikan, Ilmu Pengetahuan, sains dan teknologi. Di AS, dari 113 universitas yang pertama dibangun, 106 universitas dibangun oleh gereja-gereja Protestan. Hampir semua Universitas universitas terbaik di AS, seperti Harvard, Princeton, Columbia, Yale, Brown, Chicago, Boston, USC, Duke, Syracuse, Rutgers, Ohio, dll, -bahkan dua perguruan tinggi teknologi terbaik di dunia yaitu MIT dan California Institute of Technology (Caltech) didirikan oleh Kaum Kristen Protestan. Bahkan, Cina dan Korea Selatan menjadi negara-negara adidaya pun karena kontribusi Pendidikan Kristen Protestan. Tidak aneh, Umat penganut Agama Kristen Protestan menjadi orang-orang yang paling banyak meraih hadiah Nobel di dunia !!!

Sejarah menunjukkan Gereja dan Kekristenan Protestan (Agama Kristen Protestan) merupakan agama yang paling banyak berkontribusi dalam pengembangan pendidikan modern. Protestantisme, misalnya, berjasa besar dalam bidang pendidikan, baik di bidang pemikiran/gagasan (pendidikan untuk semua orang dan sekolah minggu) dan pengembangan sekolah khususnya universitas modern. Denominasi-denominasi Protestanlah yang mempelopori pendirian ratusan universitas terbaik di AS yang saat ini menjadi universitas-universitas terbaik di dunia seperti Harvard, Princeton, Yale, MIT, Cornel, Columbia, Brown, Chicago, Rutgers, Caltech, Boston, USC, Syracuse,Vanderbilt, Duke, Ohio, dll. Di Korea Selatan, Gereja Presbyterian mendirikan Universitas Yonsei yang saat ini menjadi salah satu dari 200 universitas terbaik dunia. Di Indonesia, Gereja-gereja dan institusi-institusi Kristen Protestan juga banyak berkontribusi dalam pengembangan pendidikan. Sekolah BPK Penabur, IPEKA, PSKD, Methodist, Pelita Harapan, Kalam Kudus, Petra, BOPKRI, Harapan Bangsa, Bina Bangsa, Advent, Tritunggal Semarang, Trimulya Bandung, merupakan sekolah-sekolah berlatar belakang Protestan. Di tingkat perguruan tinggi, Gereja-gereja dan umat Kristen Protestan mendirikan UKI, UKSW, Universitas HKBP Nommensen, UK Petra, UK Maranatha, UKDW, UKRIDA, UPH, UKIT. UKIM, UKAW, UKIP, Universitas Advent Indonesia, UKRIM, ITHB, Calvin Institute of Technology, dll.
Di Papua terdapat sekitar 1200 sekolah Kristen Protestan, GMIM mendirikan 1100 sekolah Kristen Protestan, GMIT mendirikan 500 sekolah Kristen Protestan dan HKBP baru mendirikan 101 sekolah Kristen Protestan.Hal ini menunjukkan dengan jelas, agama Kristen Protestan adalah agama yang transformatif dan edukatif, dimana agama Kristen Protestan disebarkan disana pendidikan selalu dimajukan.

Baca juga  TANTANGAN EKONOMI INDONESIA 2023

Sebagai kelompok kedua terbesar dari segi kuantitas penduduk (pada tahun 2020 populasi umat Kristen Protestan sekitar 20.250.000 jiwa), partisipasi dan kontribusi Gereja/Umat  Kristen Protestan  di Indonesia dalam bidang pendidikan  masih belum maksimal dan dominan. Gereja HKBP yang memiliki jemaat lebih kurang 4 juta jiwa, hanya memiliki 2 universitas. Idealnya HKBP memiliki 33 universitas. GBI yang memiliki 2-3 juta jiwa tidak mempunyai 1 universitaspun. Partisipasi Protestan dalam dunia pendidikan tidak mencapai 2 % dari jumlah institusi pendidikan yang ada. Jumlah sekolah Protestan di Indonesia saat ini hanya sekitar 7000-an.

Karena itu, Gereja dan umat Kristen Protestan harus meningkatkan partisipasi dan kontribusi bagi bangsa dan negara  melalui bidang pendidikan. Revitalisasi pendidikan Protestan merupakan solusi dan prasyarat mutlak untuk menjawab tantangan riil problem bangsa, masyarakat dan Gereja di Indonesia saat ini, sebagai bentuk tugas, tanggung-jawab, sumbangsih dan partisipasi konkrit gereja.

Revitalisasi Pendidikan Protestan

Partisipasi Gereja dalam bidang pendidikan merupakan salah satu medan pelayanan yang paling strategis, menjanjikan dan terbuka untuk melakukan transformasi dan merekonstruksi bangsa. Saat ini pendidikan  merupakan ladang pelayanan yang paling siap dituai, yang sangat luas, tetapi peluang ini belum begitu banyak dimaksimalkan oleh umat dan Gereja. Masih banyak lembaga Kristen dan Gereja yang belum melek, fokus dan all out untuk memajukan dan membesarkan bidang ini, yang sekedarnya saja menyelenggarakan pendidikan dan juga sedang kembang-kempis, krisis, dan terancam bangkrut.

Saat ini dari 7000 sekolah Kristen Protestan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, ada 40 persen Sekolah Kristen Protestan berada dalam kondisi krisis, mengalami penurunan, terancam gulung tikar, tutup, atau bangkrut. 30 persen sekolah Kristen Protestan sedang mengalami stagnansi, 20 persen sekolah Kristen Protestan kondisinya baik, 10 persen dalam kondisi sangat baik. Kita mendesak agar Lembaga-lembaga aras Gereja Protestan seperti Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) dan Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) peduli dan melakukan kolaborasi lintas sektoral dengan semua stakeholder Kristen Protestan untuk mencari solusi menyelamatkan, memperkuat serta merevitalisasi sekolah-sekolah Kristen Protestan di Indonesia.

Baca juga  EMITEN BEER MELUNCURKAN PRODUK BARU: ALKOHOL YANG TERBUAT DARI TEH

Harus ada konsientisasi dan pencerahan agar Gereja dan umat ‘dibangunkan” dan terlibat dalam transformasi bangsa melalui bidang pendidikan. Sehingga terbangun semangat dan budaya memajukan pendidikan di segala lini. Harus ada  strategi, grand-design dan program yang harus gereja lakukan untuk melakukan revitalisasi dan rekonsolidasi sehingga gereja bisa menjadi “kontributor utama dan terbesar” sekarang ini dan di masa depan.dalam bidang pendidikan.

Menurut hemat kami ada 4 prioritas, visi dan action plan urgen yang harus umat dan Gereja lakukan dalam 1 dekade ini sebagai “investasi”  dan “revolusi” dalam bidang pendidikan:

1. Dalam satu atau dua dekade ini, Gereja dan umat harus melakukan kuantifikasi dan massifikasi (multiplikasi) dalam bidang pendidikan. Gereja harus meningkatkan partisipasinya dari hanya sekitar 2 % menjadi 50%. Gereja HKBP, Methodis, Gereja Kristus, GKY, GKJ, GPM, GPIB, GKI, GKP, GBI, GMIM, GSJA, GRII dan 100 sinode besar lainnya serta umat, masing-masing digerakkan untuk mengejar pertumbuhan 100% dalam dekade ini. Di AS, masing-masing sinode besar seperti Lutheran, Presbyterian, Baptis, Methodis memiliki paling sedikit 50 universitas/college. Idealnya masing-masing sinode juga memiliki paling sedikit 1 universitas. Skala lembaga pendidikanpun haruslah besar. Misalnya, Universitas Yonsei di Korsel mempunyai 37.000 mahasiswa. Di Indonesia, tidak ada satu universitas Protestan-pun yang jumlah mahasiswanya mencapai 15.000 orang. Bandingkan dengan banyak Universitas Islam yang memiliki jumlah mahasiswa di atas 20.000. Puji Tuhan, Pak Mochtar Riady akan segera membangun 1000 sekolah di seluruh Indonesia.

2. Ratusan STT Protestan yang tersebar di seluruh Indonesia agar dikembangkan atau digabungkan menjadi universitas. Gereja Protestan harus mengubah mindset dan kecenderungan untuk mendirikan STT ke pola-pikir mendirikan universitas.Di samping itu, mindset/orientasi penanaman gereja harus diubah menjadi gerakan memajukan/membangun sekolah baru.

3. Lembaga pendidikan Protestan harus berorientasi keunggulan dan kualitas terbaik. Sekolah BPK Penabur telah menjadi sumber inspirasi dan teladan bagi pendidikan di Indonesia, dimana sekolah-sekolah ini menjadi sekolah yang paling banyak menghasilkan siswa peraih medali olimpiade ilmiah tingkat internasional. Universitas Yonsei yang mempunyai kampus seluas 220 HA di Korsel merupakan 1 dari 3 universitas terbaik. UPH, UKI, UKSW, Petra, Maranatha, Nommensen dll harus bisa menjadi best of the best universities di Indonesia. 1 dan 2 dekade ke depan, harus ada paling sedikit 10 universitas Protestan di Indonesia masuk 100 besar dunia.

Baca juga  Brand Handuk No.1 di Indonesia Ikut Bangkitkan Industri Pariwisata

4. Lembaga Pendidikan Protestan harus mencari dana abadi yang besar agar bisa berorientasi pelayanan dan sosial (menjadi non-profit organization). Gereja harus mengupayakan agar biaya pendidikan terjangkau, murah dan menyediakan banyak beasiswa. Untuk itu, Gereja harus mengembangkan dirinya menjadi lembaga yang kuat, kaya, kreatif dan inovatif.

Jika gereja dan umat mengupayakan keempat hal ini, maka Pendidikan Kristen Protestan di Indonesia akan menjadi spirit bagi kebangkitan dan kemajuan bangsa, serta menjadi sumber inspirasi, pengharapan, berkat dan jembatan emas untuk mencapai cita-cita luhur bangsa Indonesia. Masyarakat dan bangsa akan sungguh-sungguh merasakan kontribusi dan partisipasi gereja dalam bidang pendidikan, sehingga akan membangkitkan apresiasi, sikap penerimaan dan respek terhadap kekristenan; dan akan mempermuliakan nama Tuhan.

Partisipasi Agama Kristen Protestan dalam dunia Pendidikan amat sangat Maha Penting bagi kemajuan peradaban bangsa-bangsa, termasuk di Indonesia!

Bangkitkan Kembali Dan Rebut Kembali Supremasi Kristen Protestan dalam dunia Pendidikan, Sains Dan Teknologi!!!

Bantu Dan Doakan Revitalisasi Pendidikan Kristen Protestan di Indonesia!

Karena itu, kita doakan agar Sekolah-sekolah dan perguruan Tinggi Kristen Protestan bisa terus eksis dan berkembang dan menjadi sekolah/ Universitas terbaik di dunia, walau sedang dilanda krisis.

Sebagai umat Penganut Agama Kristen Protestan dan sebagai bentuk tugas, tanggung-jawab dan perjuangan kita untuk membangun NKRI dan Peradaban Bangsa menyongsong Indonesia Emas; Kini saatnya kita Kaum Kristen Protestan Merevitalisasi dan Merekonstruksi pelayanan kita di dunia Pendidikan Indonesia dan Dunia!! Sekarang Saatnya kita memperbaharui spirit, visi misi, paradigma dan strategi Pendidikan Protestan kita!!! Kita harus memperkuat Peran, Partisipasi Protestan dalam memajukan bangsa Indonesia! Kita perlu membangun baru ribuan sekolah Kristen Protestan yang baru!! Kita perlu membangun ratusan universitas Kristen Protestan yang baru. Kita perlu memperkuat 7000an sekolah Protestan yang ada di Indonesia saat ini!! Sekarang saatnya kita konsolidasi dan bersatu untuk membangun/memajukan Indonesia dengan Semangat & Jiwa Agama Kristen Protestan yang Progresif, Reformatif dan Transformatif !! Ayo Kaum Protestan Indonesia, Sekarang saatnya Kita Bangkit!!! Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here