Buku “COVID-19 and Beyond” Hasil Kolaborasi Antar Prodi UPH Menjawab Berbagai Isu COVID-19, Beri Edukasi Pada Masyarakat

0
120

 

Buku “COVID-19 and Beyond” Hasil Kolaborasi Antar Prodi UPH Menjawab Berbagai Isu COVID-19, Beri Edukasi Pada Masyarakat

 

Tangerang, Suarakristen.com

 

Program Studi (Prodi) Biologi, Psikologi, dan Teknik Elektro Universitas Pelita Harapan (UPH) berkolaborasi dan meluncurkan sebuah buku digital bertajuk ‘COVID-19 and Beyond’ pada 4 Maret 2022 lalu. Civitas Academica UPH yang terlibat dalam penulisan buku ini terdiri dari Dr. dr. Juandy Jo, Dr. Ir. Reinhard Pinontoan, Astia Sanjaya, S.Si, M.S., Suawa, Natania Abigail Christy, S.Si., Vivian Litanto, S.Si. dari Prodi Biologi; David Matahari, S.Psi., M.Sc. dari Prodi Psikologi; dan Dr. Henri P. Uranus dari Prodi Teknik Elektro; beserta sejumlah mahasiswa dan alumni Prodi Biologi. Tidak hanya itu, kolaborasi ini juga melibatkan beberapa penulis eksternal. Harapannya, buku ini dapat menjadi sumber rujukan bagi masyarakat agar dapat mengetahui informasi akurat terkait COVID-19 dan menarik pelajaran dari pandemi ini.

 

“Buku ‘COVID-19 and Beyond’ mengajak pembaca untuk mengupas pandemi COVID-19 secara lebih mendalam. Tidak hanya berfokus pada virus dan penyakitnya saja, tetapi juga terkait dampaknya yang luas pada berbagai aspek kehidupan kita. Di dalamnya, dibahas tentang virus SARS-CoV-2, perjalanan penyakit, penanganan COVID-19 di tingkat individu sampai negara, pengaruh pandemi terhadap ketahanan psikologis dan lingkungan, pemilahan konsumsi informasi, termasuk hoaxes, tentang pandemi, hingga upaya imunisasi terhadap SARS-CoV-2,” ungkap Dr. dr. Juandy Jo, Koordinator Tim Penulisan dan Dosen Prodi Biologi UPH.

Buku ini juga menjelaskan tentang bagaimana perbandingan Indonesia dan negara lain dalam menangani pandemi. Menurut Dr. Ir. Reinhard Pinontoan, Ketua Program Studi (Kaprodi) Biologi UPH, bahwa sebenarnya Indonesia adalah salah satu negara yang cepat tanggap dalam penanganan kasus COVID-19.

Baca juga  Memorandum Of Understanding (MOU) PP Muhammadiyah dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

“Selain kolaborasi antar dosen, kami juga melibatkan alumni UPH yang saat ini berkarya di Australia, Jepang, dan Eropa. Melalui keterlibatan mereka, kami ingin menunjukkan gambaran nyata dari respon masyarakat di negara-negara tersebut terhadap kebijakan pemerintah, sehingga bisa dijadikan perbandingan. Dari situ kami dapat menjelaskan lewat buku ini bahwa Indonesia berhasil menanggulangi pandemi,” jelas Dr. Reinhard Pinontoan.

Lebih lanjut, dalam buku ini juga dituangkan penjelasan mengenai efektivitas dari disinfektan, hand sanitizer, dan sinar Ultra-Violet (UV) yang selama ini selalu dipakai masyarakat selama masa pandemi dalam melawan virus. “Hand sanitizer ataupun disinfektan sudah menjadi teman kita selama pandemi. Secara efektivitas dua benda ini cukup baik karena dalam kandungannya terdapat bahan-bahan aktif bersifat virusidal yang berarti dapat membunuh virus. Tetapi dalam buku ini kita akan mempelajari lebih dalam bahwa ada peraturan-peraturan tertentu yang harus dipatuhi dalam memakai hand sanitizer dan disinfektan, serta perbandingannya dengan cuci tangan pakai sabun,” tutur Natania Abigail, S.Si., Asisten Dosen Prodi Biologi UPH.

Hal serupa juga disampaikan oleh Dr. Henri Uranus, Kepala Laboratorium Elektronika dan IoT (Internet of Things) Prodi Teknik Elektro UPH, tentang penggunaan sinar ultraviolet (UV) dalam mematikan virus dan bakteri. Dalam buku ini juga dijelaskan pengetahuan mendalam mengenai sinar UV, jenis-jenis sinar UV, keefektifannya, resikonya, dan cara penggunaan sinar UV yang aman.

Selain dari sisi kesehatan, keunikan dari buku ini juga terletak pada adanya penjelasan dari sisi psikologis manusia selama masa pandemi yang dijelaskan oleh salah satu Dosen Prodi Psikologi UPH, David Matahari, S.Psi., M.Sc. Beliau memaparkan bahwa sejak awal pandemi bahkan hingga kini, beragam hoaks tersebar di tengah masyarakat. David juga menjelaskan bagaimana kecenderungan individu dalam memilih dan memilah informasi.

Baca juga  Kerjasama dengan AVSEC, Karantina Merauke Berhasil Gagalkan Pengiriman Awetan Burung Cenderawasih

“Di buku ini saya tuangkan analisis dari dua sistem berpikir yaitu cepat dan lambat dalam menerima suatu informasi. Kebanyakan manusia memakai sistem berpikir yang pertama yaitu cepat dalam mengolah informasi. Inilah yang rentan sekali dalam menyikapi berita hoaks selama masa pandemi,” katanya.

Peluncuran buku ini tentu menjadi kebanggaan bagi UPH dan juga menjadi bukti kontribusi nyata UPH bagi masyarakat. UPH berharap buku ‘COVID-19 and Beyond’ mampu menjadi salah satu media dalam mengedukasi masyarakat dan turut mengambil peran dalam mengurangi penyebaran virus SARS-COV-2 serta dampaknya, dari beragam sudut pandang. Buku ini dapat diakses melalui Google Playstore atau di link berikut https://bit.ly/Covid-19andBeyond.

UPH terus berkomitmen memberi dampak positif bagi masyarakat, baik melalui penelitian maupun beragam kegiatan pengembangan dan implementasi ilmu pengetahuan. Mari bergabung dan ciptakan dampak positif bersama UPH! Informasi lebih lanjut hubungi Student Consultants di 0811-1709-901 atau daftar di sini.

(Hotben)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here