HUKUM KASIH

0
218

HUKUM KASIH

 

Oleh: Adv. Kamaruddin Simanjuntak, S.H.

Yesus Kristus memberikan amanat kepada murid – murid-Nya tentang apa yang Dia sebut sebagai “Perintah Baru” (Yohanes 13:34) yaitu *HUKUM KASIH*

Perintah baru itu diulangi tiga kali, perintah itu sederhana namun terkadang sulit untuk kita lakukan yaitu perintah untuk : “Saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” (Yohanes 15:12; vide : ayat 17).

Perintah untuk saling mengasihi telah menjadi Hukum Sentral dari pelayanan Yesus Kristus Juruselamat manusia.

*Perintah kedua adalah “Kasihilah Sesamamu Manusia seperti Dirimu Sendiri” (Matius 22:39)*

Yesus Kristus bahkan memerintahkan kita untuk mengasihi musuh *Kasihilah musuhmu* (Matius 5:44).

Perintah untuk mengasihi orang lain & musuh sebagaimana Dia telah mengasihi kawanan domba-Nya adalah perintah bagi para murid-Nya dan bagi kita semua.

Kasih adalah inti dari Injil, dan Yesus Kristus adalah Teladan kasih itu.

Pertanyaannya Mengapa begitu sulit untuk saling mengasihi dan mengapa sulit memiliki kasih seperti kasih Yesus Kristus?

Itu sulit karena kita harus hidup di antara mereka yang tidak memiliki kepercayaan dan nilai serta kewajiban hukum kasih yang sama dengan kita.

Malahan sering kita temukan beberapa kasus, ada anak yang lebih mengasihi dan lebih peduli melayani orang lain daripada mengasihi & melayani Ibu atau Ayahnya sendiri serta kurang mengasihi sanak saudaranya sekandung.

Dalam Doa Safaat Yesus Kristus yang Agung, diucapkan sesaat sebelum Penyaliban-Nya, Yesus berdoa bagi para pengikut-Nya:

“Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia” (Tohanes 17:14)*

Kemudian, kepada Bapa, Dia memohon :

*Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka daripada yang jahat* (ayat 15).

Baca juga  Peningkatan Vaksinasi: Kunci Melawan Covid-19

Kita harus hidup di dunia, namun kita tidak harus menjadi bagian dari dunia ini.

Kita harus hidup di dunia karena, sebagaimana Yesus Kristus ajarkan dalam sebuah perumpamaan, bahwa :

*kerajaan-Nya adalah “seperti ragi,” yang fungsinya adalah untuk menggembungkan seluruh adonan melalui pengaruhnya (lihat Lukas 13:21; Matius 13:33; lihat juga1 Korintus 5:6–8)*

Para pengikut Yesus Kristus tidak akan dapat melakukan Hukum Kasih itu jika mereka bergaul hanya dengan mereka yang memiliki kepercayaan dan kebiasaan yang sama.

Tuhan Yesus Juruselamat juga mengajarkan, bahwa jika kita mengasihi Dia, kita akan menaati perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya* (Vide : Johanes 14:15).

Shalom_horas.

Adv. Kamaruddin Simanjuntak, S.H.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here