BPK PKK KAJ Gelar Pentecost Online Conference: Roh Penolong Dalam Segala Hal Disetiap Waktu

0
191

 

BPK PKK KAJ Gelar Pentecost Online Conference: Roh Penolong Dalam Segala Hal Disetiap Waktu

 

Jakarta, Suarakristen.com

Pada tanggal 23-31 Mei 2020 diadakan sebuah acara Pentecost Online Conference melalui aplikasi zoom dan you tube. Untuk itu, BPK PKK KAJ dalam kesempatan Novena Roh Kudus tahun ini,di tengah situasi pandemi corona,mengadakan konferensi online,guna mengajak kita semua lebih mengenal PARAKLETOS (PENOLONG/PEMBELA) yaitu Roh Kudus.

Pembicara pada sesi 1 yang bernama Romo Arsenius Viccar,CSE dengan tema “Karunia-Karunia Roh Kudus Dalam Praktek Hidup”.Maka Pentakosta bukan sekedar perayaan “suka cita” tetapi menuntut kita untuk “Hidup Di Bawah Pimpinan Roh Kudus”.Karunia di berikan sebagai anugerah dari Tuhan tetapi karunia ini di berikan untuk menyempurnakan praktek kekudusan.Ada tujuh karunia Roh Kudus adalah karunia takut akan Allah,kesalehan,pengenalan akan pengetahuan,nasehat, pengertian dan kebijaksanaan.Kalau kita bisa melihat yang tidak kasat mata,itu di sebut karunia atau tidak ialah itu adalah bakat (bukan karunia)yang di miliki oleh beberapa orang,jika di arahkan hal yang baik dan berguna (misalnya:pelayanan) itu bisa menjadi berkat.

Pembicara pada sesi 2 yang bernama Edith Witoha dengan tema “Peka Terhadap Suara Roh Kudus Di Dalam Doa”.Allah menciptakan manusia sesuai dengan gambar dan rupaNya.Situasi di mana Allah berbicara dengan manusia sangat dirindukan Tuhan.Iman,pengharapan dan kasih itulah yang membuat kita bisa berkomunikasi dengan Tuhan.Agar kita bisa peka terhadap Roh Kudus kita harus koreksi hidup kita yaitu:jangan berbuat dosa,punya karakter baru dalam Tuhan,rajin berdoa dan berpuasa dan baca firman.Roh Kudus dengan sendirinya berdoa untuk kita atau kita harus meminta adalah kalau kita tidak bisa berdoa dengan sendirinya Roh Kudus tahu.Tanpa kita meminta Dia akan mengerti kebutuhan kita dan memberitahukannya kepada Allah.Secara halus Dia akan bekerja dengan baik.

Pembicara pada sesi 3 yang bernama Cun Wahono dengan tema “Kuasa Roh Kudus Dalam Firman Tuhan”.Kita diutus untuk menjadikan semua bangsa sebagai MURID-bukan umat.Bila kita tidak tahu untuk apa Tuhan ciptakan kita,maka kita akan berkata bahwa semuanya adalah KEBETULAN.Padahal tidak ada yang kebetulan,Tuhan punya rencana yang besar bagi kita didunia ini agar kita berhasil.Berhasil artinya hidup kita bisa dipakai menjadi saranaNya.Kita harus memiliki hidup yang bisa diteladani oranglain.Catat ini baik-baik: Walaupun saya belum sempurna, hendaklah hidup saya menjadi teladan dahulu.Memang kita tidak bisa menjadi inspirasi disegala aspek sekaligus,tetapi setidaknya kita bisa menginspirasi oranglain disatu-dua aspek kehidupan ini.

Pembicara pada sesi 4 yang bernama RD.Steven Lalu sebagai Komsos KWI dengan tema “Roh Kudus Memberkati Sosial Media”.Kita sebagai orang beriman atas bantuan Roh Kudus yang diam dalam diri,mampu memanfaatkan media sosial dalam kebaikan adalah kenali (apa itu media sosial),pahami (kelebihan dan kekurangan media sosial, prinsip-prinsipnya),hayati (tempatkan dalam konteks penghayatan sebagai orang beriman),gunakan (laksanakan) dan hal ini gampang-gampang susah.Jika di bandingkan dengan media konvensional,apakah gereja sudah mempunyai batasan tertentu dalam penggunaan media sosial seperti mengaku dosa/baptis/pencurahan Roh Kudus melalui media sosial ialah semua yang online terjadi karena situasi,misa online pun terjadi karena terpaksa.Kata Paus Fransiskus dalam Misa Minggu Palma:Gereja bukanlah kondisi online,tetapi harus berinteraksi dan mengalami perjumpaan secara fisik,tetapi yang terjadi sekarang ialah kita harus menyelamatkan dunia,sehingga Gereja pun ikut terlibat.Bagi Gereja,sosial media ialah tambahan,bukan yang utama,contoh:yang utama dalam Sakramen Baptis ialah air.

Baca juga  Grand Cempaka Resort and Convention Siap Hadapi Kebiasaan Baru

Pembicara pada sesi 5 yang bernama Benyamin Ratu dengan tema “Roh Kudus Dan Mukjizatnya Dalam Hidup Setiap Hari”.Hal itu tidak hanya terbatas pada hal-hal besar,melainkan dalam hal-hal keseharian kita juga merupakan mukjizat.Banyak orang yang tidak bisa bangun lagi atau berhenti bernafas,sedangkan kita masih beroleh mukjizat.Kemanapun Dia pergi,terjadi mukjizat dan karena itu banyak orang berbondong-bondong mengikuti Dia.Padahal,mukjizat bisa benar-benar terjadi.Kita mampu melakukan pekerjaan yang besar,kita hanya perlu meminta dalam namaNya.Kita tidak bisa menghindar,tetapi kita bisa lakukan satu hal:PERCAYA PADA TUHAN.Tuhan mau agar kita mengandalkan Dia didalam hidup kita dan tidak mengandalkan diri sendiri.

Pembicara pada sesi 6 yang bernama Joseph dan Irene Tedjaindera dengan tema “Hikmat Roh Kudus Di Balik Penderitaan”.Takut akan Tuhan adalah rasa hormat karena ketika kita berdosa Tuhan selalu mengampuni dan tidak menghukum kita.Benci dengan tingkah laku yang jahat dan mulut penuh muslihat.Hikmat ialah suatu pemikiran yang kita ketahui atau dapatkan yang kita sukai.Cara mendapatkan hikmat roh kudus yaitu dengan berdoa dalam iman dan dengan menelaah firman Tuhan.Jadi apa yang menjadi kekuatan kita adalah firman Tuhan dan ketika kita mengalami kesulitan dalam hidup kita akan di ingatkan kembali akan firman-firman Tuhan.Roh Kudus akan mengajarkan sesuatu saat kita sedang mengalami kesulitan dan jalan buntu.Dalam setiap ketakutan kita pasti ada ayat yang muncul dan semuanya itu berasal dari kuasa Roh Kudus asalkan kita taat dan tekun membaca dan mengerti firman.
Pembicara pada sesi 7 yang bernama Endie Rahardja dengan tema “Roh Kudus Memimpin Dalam Kedewasaan Iman”.Padahal buah utama pentakosta adalah di penuhi roh Kudus sehingga iman semakin bertumbuh dan dewasa.2 Tahun setelah Konsili Vatikan II berakhir,doa Paus Yohanes XXIII terkabul.Cara tetap kuat dan bertahan karena pendewasaan iman karena prosesnya berat.Tips dan contohnya adalah makin dekatkan diri pada Tuhan,makin rasakan kuasanya lewat pujian dan penyembahan,komunitas dan kehidupan doa pribadi.Orang yang dapat karunia bahasa roh tapi hilang,apakah yang harus di lakukan dan ada tipsnya ialah harus bedakan berdoa dalam berkata-kata dalam bahasa roh.Jika ada yang mau mengangkat hati,nanti pun bisa berdoa dalam bahasa berkata-kata dalam bahasa roh yang butuh penafsiran.Tipsnya yaitu naikkan suara dan yang paling penting arahkan hati ke Tuhan.Cara mempraktekkannya adalah melalui menaikkan pujian penyembahan,kalau merasa tidak bisa nyanyi,bisa ikut lewat you tube.
Pembicara pada sesi 8 yang bernama Romo Andang Binawan,SJ dengan tema ‘Roh Kudus,Corona Dan Lingkungan Hidup (Laudato Si)”.Dalam Ensiklik tersebut Paus Fransiskus meminta kita melihat bumi dan seluruh isinya dengan kaca mata iman bahwa roh kudus pun bekerja dalam kita untuk merawat bumi dan seluruh isinya.Paus ajak kita melihat dengan kaca mata iman bahwa alam semesta menghadirkan Tuhan.Kasih bukan hanya pada manusia,binatang,tumbuhan,tapi juga pada generasi selanjutnya.Membunuh semut,kelabang,dan kalajengking pun berdosa adalah ilustrasi kisah Romo yang di datangin anak usia 6 tahun setelah misa yang menangis karena anjingnya mati dan tidak mau di ganti.Anak tersebut bertanya apakah anjingnya masuk surga atau tidak?Surat Rasul Paulus pada jemaat di Kolose menyatakan bahwa Yesus ialah yang sulung dari segala makhluk (di mana semua makhluk juga merindukan kebangkitan).Jadi semua makhluk pun akan masuk surga.Seperti kata Santo Fransiskus semua makhluk bersaudara.Jadi kita tetap harus menghargai,asal jangan membunuh karena ego,untuk kesenangan.Tapi kalau untuk melindungi atau karena di serang it’s OK.Jadi harus bijak.Dalam Mazmur pun gunung dan pohon di ajak memuji Tuhan.Banyak orang di dunia yang selfish,bagaimana meyakinkan orang-orang yang tidak peduli yaitu fokus mulai dari diri kita sendiri,itu lebih efektif dari pada melakukan demo dan teriak-teriak.Iman kita terlihat dalam kesaksian hidup kita.Saat pandemi banyak yang memberi menggunakan Styrofoam dan plastik adalah pemakai plastik dan styrofoam tidak berdosa,yang berdosa kalau pakainya berlebihan.Dalam kondisi saat ini lebih di utamakan isinya,walau lebih baik kalau juga di sesuaikan dengan kemasannya.Saat gereja menerima sumbangan nasi masih memakai styrofoam tetap di terima dan di himbau next tidak pakai styrofoam.Mengajar orang agar tidak ludah sembarangan,takutnya orangnya marah ialah harus lihat orangnya siapa,kalau tidak di kenal masa di tegur?!Kalau jadi pola dalam masyarakat bisa melobi pemerintah untuk pasang himbauan dan lain-lain.Kalau orang yang kita kenal,tapi lihat kedekatannya,bisa langsung tegur,bisa melalui orang lain.Seni menyampaikan sesuatu seperti ajaran Yesus menyampaikan sesuatu,bisa berdua dulu,atau bisa ajak orang lain untuk membantu menegur dan seterusnya.
Pembicara pada sesi 9 yang bernama Jopie Dan Ivone Taroreh dengan tema “Roh Kudus Dalam Hidup Pernikahan”.Dua orang manusia harus menjadi satu.Seperti anggur,setiap hari semakin lama maka anggur jadi makin manis.Seperti dalam berkendara,bila kita mengikuti rambu-rambu tersebut maka akan kecil kemungkinannya terjadi kecelakaan.Ingat pula kata-kata yang indah ini:terima kasih,tolong,dan maaf.Setiap keluarga punya keunikannya,punya kelemahan dan kelebihan,tetapi Tuhan satukan.Sama seperti wanita,pria juga memiliki rambu-rambu yang harus di turuti:Imam:memimpin dalam kerohanian,meneladani karakter kristus,Nabi:menghadirkan Tuhan dalam keluarga (Firman Tuhan) dan Raja/Kepala:jadi pemimpin dalam keluarga (1 Petrus 3:7 bijaksana dan hormat).Kita ini wanita di ciptakan sebagai penolong,tetapi kalau suami terus di tolong atau di ingatkan maka tidak akan mandiri.Kalau tidak bahaya,saya ingatkan satu kali lalu sudah.Kalau saya ingatkan terus,nanti saya di anggap cerewet.Solusinya adalah seperti mengingatkan anak kecil,kalau terus menerus ia akan bosan.Lebih baik anda ada saat suasana baik,lalu ingatkan suami,kemudian bawa dalam doa.Kita doakan keselamatan suami,supaya di lindungi.
Pembicara pada sesi 10 yang bernama Vincent Tjahjono dengan tema “Roh Kudus Dalam Tekad Kuat Menggapai Sukses”.Santo Ignasius,melalui asas dan dasar melalui latihan rohaninya mengatakan :”Manusia diciptakan untuk memuji,menghormati serta mengabdi Allah Tuhan kita,dan dengan itu menyelamatkan jiwanya…….”.Tapi kita sukses bila kita menjalankan kehendak Allah,yaitu menghadirkan kerajaan Allah didunia.Dan ini kita upayakan untuk dapat diwujudkan dalam segala aspek kehidupan kita yang khas,seperti berkeluarga,bekerja,bermasyarakat dan lain-lain.Kita ingin sukses mencapai tujuan utama kita.Karena tanpa kuasa Roh Kudus tidak mungkin “sukses” menjalankan perutusan.Jika kita bekerja dibidang kesehatan tanpa memikirkan keuntungan besar demi martabat manusia.Apakah itu sudah sejalan dengan perutusan Allah dalam hidup saya adalah saya katakan iya,tapi tidak buru-buru saya katakan itu.Karena tergantung dari visi Anda apakah jujur dihadapan Allah.Misalkan kita jadi pebisnis kemudian kita bagi semua untuk orang miskin sehingga kita tidak bisa menggaji karyawan maka hati-hati bisa jadi kita punya tujuan lain selain tujuan mulia.Mungkin bisa karena kita sombong.Bagaimana cara membedakannya?Mohonlah karunia Roh Kudus.Apakah Roh Kudus didalam orang yang sifatnya pelit akan tetap membuat orang tersebut sukses ialah sukses itu apa?Harus jelas.Banyak pengusaha di tengah finansial biasa saja tapi mereka bersukacita dan ada damai sejahtera karena mereka sukses dalam Tuhan.Sukses menurut dunia itu tidak perlu pakai Roh Kudus,roh hantu juga bisa.

Baca juga  PENDIDIKAN KEPEMIMPINAN PEMUDA DALAM RUMAH TANGGA, KEMENPORA GANDENG PERGURUAN TINGGI

Pembicara pada sesi 11 yang bernama Romo Eko Wahyu,OSC dengan tema “Roh Kudus,Pembawa Suka Cita Dan Optimisme Di Tengah Krisis”.Krisis ini membuat situasi yang tidak pernah kita duga sebelumnya.Tidak bisa ke mana-mana.Kalau kita baca koran Korea Selatan kembali menerapkan social distancing karena ada kembali kasus baru muncul di sana.Jadi Bapak/ibu terkasih mari kita lihat dengan kaca mata iman.Tapi harus ada keberanian karena kalau dengan ketakutan bukan cuma pikiran tapi tubuh kita juga akan ikut turun immunitasnya.

Pembicara pada sesi 12 yang bernama Esther Kandou dengan tema “Roh Kudus Meringankan Tanganku Untuk Mengasihi”.Tuhan kita itu besar.Janganlah besar-besarkan masalah.Kalau penyakit dan derita itu luar biasa,maka Tuhan jadi biasa-biasa saja.Bukan tempat kediaman penyakit.Kita adalah tempat kediaman Allah,bukan tempat bagi tekanan,kesombongan,dan hal negatif lainnya.Di dalam anda dan saya SAMA!Dia berikan Roh yang luar biasa itu pada masing-masing kita.

(Susan Sandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here