Untouchables (Tak Tersentuh) : Pameran Bersama Nunung WS dan Natisa Jones dalam Ciptadana Art Program 2019

0
83

 

Jakarta, Suarakristen.com

Memutarbalikkan yang tak tersentuh dalam jangkauan kita adalah inti dari kreativitas dan merupakan wilayah dari seniman yang ditampilkan dalam Pameran Program Seni 2019 dan Kalendar Seni 2020 Ciptadana. Pameran yang diberi judul “Untouchables”, diselenggarakan mulai 21 November – 13 Desember 2019 di Ciptadana Center, lantai 5, Plaza Asia Office Park unit 2, Jl. Jend Sudirman Kav. 59 Jakarta.

Interaksi dengan dunia di sekitar kita bisa menjadi dangkal atau mendalam. Hal tersebut bisa lewat dalam sekejap mata, atau menyalakan rangkaian pemikiran yang menerangkan sejuta pertanyaan, konsep, dan kesimpulan, menterjemahkan pemahaman kedalam inti kehidupan.

Menyampaikan sesuatu yang tidak berwujud secara visual adalah wilayah dari dua seniman Indonesia luar biasa yang gaya dan jamannya berbeda jauh, namun membagikan sebuah intuisi dan proses introspeksi yang memberitahukan kita penglihatan batin terdalam mereka dan refleksi terhadap dunia di sekitar kita … Nunung WS, dan Natisa Jones.

Pendekatan kreatif mereka mengikuti sebuah jalur yang berakar dalam instrospeksi, melalui hal itu sang seniman bermeditasi dan mengobservasi pembicaraan batin dan persepsi. Terkadang proses kreatif bersifat metafisik, dipelajari dan mendalam, pada kesempatan lain ia retak dengan energi yang tertangkap, dan memanifestasikan dirinya dalam bentuk pengerjaan seketika pada suatu media yang mengering dengan cepat dan secara bersamaan beberapa karya tercipta.

Nunung WS adalah seorang abstraksionis dengan karir membentang selama setengah abad. Ia menyerap apa yang ia lihat dan membiaskannya melalui perenungan dan lensa spiritual terdalamnya untuk mengekspresikan hidup melalui warna dan bentuk.

Natisa Jones, seorang ekspresionis, masih dalam masa-masa awal perjalanan seninya. Ia terpesona oleh hubungan pengalaman manusia dan proses kreatifnya, merangkum emosi dan pikiran, dan menunjukkan dengan tepat dinamika yang tidak dapat didefinisikan yang secara bersamaan memisahkan dan menyatukan kita bersama.

Baca juga  YLBHI: Normal Baru, Orba Baru (New Normal, New Orba)?

Kedua seniman tersebut adalah pencari pemahaman dan kebenaran dan berhubungan dengan dunia batin mereka. Terpisah generasi, mereka digerakkan dengan energi kreatif yang sama dan kemampuan untuk mengartikulasikan penglihatan pribadi mereka.

Realitas memanifestasikan dirinya dimata pengamat, yang meliputi para pengamat, seniman yang menciptakan karya – karya, dan setiap orang yang menikmatinya. Esensi dari karya – karya akan membawa penikmat yang berpikiran terbuka ke tingkatan lain dari pemahaman dan penemuan diri, yang bebas dan tak lekang oleh waktu.

MISI CIPTADANA ART PROGRAM 2019

Program Seni Ciptadana didedikasikan untuk mendorong dialog yang bermakna antara komunitas bisnis nasional dan pentas seni Indonesia yang dinamis.

Ciptadana percaya bahwa manfaat timbal-balik tercipta ketika perusahaan secara aktif terlibat dengan seniman, budaya, dan seni, sehingga menghasilkan pembibitan silang yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan inspirasi, wawasan, dan sinergi.
Bermitra dengan para seniman besar dan seni yang hebat, Ciptadana memberikan tambahan perspektif pada caranya memandang dan berinteraksi dengan pemangku kepentingan dan lingkungan bisnis, serta meningkatkan citra publik serta mereknya.

Program ini diinisiasi dan diciptakan oleh Emmo Italiaander, creative director dan konsultan merek, kurator / produser, yang telah menjalankannya selama 9 tahun. Tujuan Program Seni Ciptadana adalah untuk memperkenalkan seni indah yang menyegarkan mata, dan yang membangkitkan semangat serta mendidik.

Program Seni Ciptadana adalah sebuah acara tahunan, yang memilih dan menampilkan seorang seniman atau sekelompok seniman untuk pameran tunggal atau kelompok di Ruang Seni Ciptadana Lantai 5.

Program ini mencakup: Pameran selama tiga minggu; bincang “temu seniman” dan tur media sehari penuh bersama seniman. Sebuah kalender Seni, yang menampilkan 12 karya terbaik yang dipajang di Pameran, dibagikan dalam pembukaan acara tersebut.

Baca juga  Yang Diperkenan Allah

Seniman berikut ini telah berpartisipasi dalam pameran di Ruang Seni Ciptadana :

– 2011/2012 : Hanafi ( pameran tunggal )

– 2012/2013 : Sunaryo ( pameran tunggal )

– 2013/2014 : Pande Ketut Taman ( pameran tunggal )

– 2014/2015 : Filippo Sciascia ( pameran tunggal )

– 2015/2016 : Ichwan Noor, Anusapati, HediHaryanto, AwanSimatupang, TeguhSupriyono

– 2016/2017 : Made Wianta ( Khusus kalender )

– 2017/2018 : Made Wianta ( pameran tunggal )

– 2018/2019 : Gusmen Heriadi ( pameran tunggal )

– 2019/2020 : Nunung WS dan Natisa Jones ( pameran bersama )

Agenda Seni Ciptadana Art Program 2019 :

– Pameran dibuka untuk publik :
22 November –13 Desember 2019, pukul 09.00 WIB-17.00 WIB

– Art Talk:
23 November 2019, pukul 14.30 WIB – 16.30 WIB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here