Merawat Pluralisme

0
30

*EDITORIAL MEDIA INDONESIA*

*Merawat Pluralisme*

 

*SEJAK berdirinya Republik Indonesia, pluralisme alias paham harmoni dalam keberagaman menjadi perekat bangsa hingga memunculkan kekuatan persatuan.* Semboyan _Bhinneka Tunggal Ika_ begitu tepatnya mewakili semangat hidup selaras dan saling menghormati perbedaan.

*Konflik yang memecah belah dihindari*. Seluruh rakyat ketika itu sadar, hanya dengan bersatu, negara ini mampu lepas dari penjajahan dan melangkah maju meletakkan dasar-dasar pembangunan. *Bangsa ini pun terus kukuh berdiri dalam bingkai negara kesatuan.*

*Akan tetapi, perjalanan NKRI tidak selalu mulus. Tantangan demi tantangan menghadang. Seperti yang terjadi saat ini*. Fenomena intoleransi dan diskriminasi berbasis SARA, permusuhan akibat perbedaan pilihan politik, *hingga radikalisme yang sukses menyusup di tengah kehidupan rakyat harus diakui telah mengempiskan kekuatan besar bangsa ini. Pluralisme berpotensi perlahan layu.*

*Sebagian masyarakat mulai gagal memahami semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Keakuan atau kekamian semakin menonjol*. Yang paling penting ialah aku, yang paling benar ialah kami, begitu seterusnya. Bila tidak sama, berarti harus menyingkir. *Jika tidak segolongan, kami menolak mengikuti.*

 

Baca juga  Forum Pejuang NKRI Gelar Sarasehan Kebangsaan "Membangun SDM Indonesia Unggul Menuju Negara Maju"

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here