TUHAN MENGUTUS KITA.

0
173

Oleh: Pdt Martunas P. Manullang

Selamat pagi dan salam damai sejahtera bagi kita semua.

 

Ayat renungan hari ini berbicara tentang pengutusan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya dulu, yang telah menjadi rasul (utusan Tuhan) untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia.

Ini yang tertulis dalam Yohanes 20: 21b: “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”

Setelah kebangkitan-Nya, Yesus menjumpai para murid-Nya yang sedang berkumpul di satu ruangan yang pintunya terkunci.

Saat itu datanglah Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu” (20:19).

Untuk menghilangkan keraguan mereka, maka Yesus menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Para murid pun bersukacita setelah bertemu dengan Tuhan (20:20).

Saat Dia hendak pergi, Yesus menyampaikan kembali damai sejahtera Tuhan yang akan menyertai mereka. Kemudian Dia melanjutkan: “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga Aku mengutus kamu”.

AKU MENGUTUS KAMU, kata Yesus kepada para murid-Nya. Diutus untuk apa?

Para murid diutus untuk melanjutkan pekerjaan Yesus di dunia ini, karena tidak lama lagi Yesus akan meninggalkan dunia ini dan kembali ke sorga, untuk bersama-sama dengan Allah Bapa. Yesus kembali kepada Bapa-Nya di sorga.

Dia meninggalkan tugas atau kewajiban yang berat bagi para murid, untuk melanjutkan pekerjaan-Nya.
Dalam memenuhi tugas itu, para murid pasti akan menghadapi pergumulan, tantangan bahkan penderitaan yang berat.

Namun untuk menolong para murid dalam melaksanakan tugas itu, Bapa di sorga akan menyuruh Roh Kudus turun atas mereka.

Apa artinya ini bagi kita sekarang?

Kita adalah utusan Tuhan untuk mengabarkan Injil, untuk menyampaikan kabar baik di dunia ini.

Ada banyak tugas kita di dunia ini.

Baca juga  KESAKSIAN TEDJO OEPOMO SEORANG YANG BERASAL DARI KELUARGA DUKUN KERATON

Mengikuti syair nyanyian NKB no.210, kita dibantu untuk merenungkan bagian dari tugas kita, sebagai utusan Tuhan di dunia ini.

TUHAN MENGUTUS KITA, inilah tugas kita:

1. Kuutus ‘kau mengabdi tanpa pamrih, berkarya t’rus dengan hati teguh, meski dihina dan menanggung duka, Kuutus ‘kau mengabdi bagiKu.

2. Kuutus ‘kau membalut yang terluka, menolong jiwa sarat berkeluh, menanggung susah dan derita dunia, Kuutus ‘kau berkorban bagiKu.

3. Kuutus ‘kau kepada yang tersisih, yang hatinya diliputi sendu, sebatang kara tanpa handai taulan, Kuutus ‘kau membagi kasihKu.

4. Kuutus ‘kau tinggalkan ambisimu, padamkanlah segala nafsumu, namun berkaryalah dengan sesama, Kuutus ‘kau bersatulah teguh.

5. Kuutus ‘kau mencari sesamamu yang hatinya tegar terbelenggu, ‘tuk menyelami karya di Kalvari, Kuutus ‘kau mengiring langkahKu. Kar’na Bapa mengutusKu, Kuutus kau.

Jadi, jika kita benar-benar menyadari Tuhanlah mengutus kita (bukan diri sendiri, keinginan, kegemaran, rencana kita), marilah tetap menaatiNya dan setia kepadaNya, menerima dan menjalankan pengutusan-Nya, dan hidup kita selaras dengan FirmanNya dalam Kitab Suci: Alkitab.

Selamat beraktivitas di hari ini. Tuhan Yesus memberkati. AMIN.

Pdt Martunas P. Manullang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here